Dunia Cerita Kita

Dunia Cerita Kita
Dunia Cerita Kita : Bab 7


__ADS_3

Dua bulan berlalu Nabila dan kedua temannya telah menyelesaikan Ujian sekripsi mereka dengan baik, sekarang mereka fokus pada impian masing-masing. Soo Yun memilih untuk melanjutkan karier nya menjadi seorang model, sementara Myung hee memutuskan membuka cafe dengan modal yang diberikan orang tuanya.


"Mereka suport lo buka cafe" tanya Soo Yun


"yes, hahahaha" tertawa senang


Kedua temannya telah memutuskan masa depan mereka sesuai keinginan sendiri, sementara Nabila hanya terus mengikuti jalur yang telah kedua orang tuanya buat.


"kamu yakin Nabila mau terus bergelut didunia hukum" Soo Yun bertanya


"yahh.. sepertinya aku harus mengikuti jalan yang sudah ada" Nabila menjawab dengan pasrah


"kita ini aneh yah, mungkin juga takdir. tidak ada satupun dari kita yang mau berkesinambung dengan politik dan hukum, tapi kita malah masuk jurusan itu"


Soo Yun ikut fakultas hukum hanya modal kebetulan, Myung hee terpepet karena pendaftaran, sementara Nabila terpaksa situasi tidak ada jalan lain karena itu pilihan ayah nya.


"aku pulang duluan yah, rasanya gak enak badan" ujar Nabila, bersiap pergi


"mau aku anter, kebetulan aku bawa mobil" ujar Soo Yun


"engak usah, aku naik bus aja. lagian kamu harus pergi ke lokasi syuting kan"

__ADS_1


"Cie yang jadi artis, wah keren gue punya temen artis" myung hee menggoda Soo Yun


"apa si jangan gitu, gue jadi malu" mukanya memerah


"enmm.. selamat yah bestie, semoga lancar debut pertama mu.. Kalau begitu aku duluan yah bye.. " mereka berpelukan kemudian nabila pergi menuju halte bus.


Berjalan santai sambil mendengarkan alunan musik yang telah dia ciptakan sendiri, mengingat setiap not nada bergumam mengucap setiap bait lirik dari mulutnya.


Nabila sangat senang dengan musik bahkan dia pernah memenangkan audisi menyanyi sewaktu ia di Indonesia namun impian nya itu harus dilupakan karena situasi hidupnya sekarang, tapi dia tidak pernah bisa sepenuhnya lupa karena musik adalah jiwanya banyak cerita disana, sebagai gantinya nabila selalu membuat syairan indah untuk menghibur dirinya.


Seperti nya hujan akan turun hari mulai gelap dan angin berhembus cukup kencang, nabila masih berjalan menuju halte tidak menghiraukan cuaca yang sudah berubah, dia berjalan santai sambil bersenandung.


"Nabila" seseorang meraih tangannya, kaget dengan hal itu Nabila menoleh dan melihat seorang pria tak asing tersenyum padanya.


Melepaskan genggaman itu, "yaampun jun kenapa si, ada perlu apa? " ujar Nabila kesal dengan tingkahnya yang selalu muncul tiba-tiba.


Jun tersenyum melihat Nabila wajah jail penuh dengan kesenangan, sementara korbannya terus mengomel dalam hatinya dengan wajah balonnya. "lo mau kemana si" tanya jun


"pulang lah"


"kemana? "

__ADS_1


"ke Indonesia, yah kerumah lah. Jun bisa gak kamu itu jangan ganggu aku, cape tau gak " Nabila berjalan sambil memarahinya


"tapi gue gak cape" ujarnya sambil berjalan berdampingan, di perjalanan Nabila terus mengomel pada jun tapi dia selalu menjawab dengan jawaban konyolnya.


Berjalan beriringan seperti sepasang kekasih,


perjalanan panjang menjadi terasa singkat hingga sampai di halte bus, jun yang sedari tadi mengolok-olok Nabila tiba-tiba bersikap manis lalu pergi begitu saja "yah..udah sampai, kalau gitu gue cabut dulu. Hati-hati yah" jun membelai kepala Nabila dengan sangat lembut lalu kembali kearah mereka berjalan.


Sentuhan itu membuat hati Nabila seakan terhenti sesaat, kemudian tersadarkan kembali "ihh..ihh..ihh" merinding mengusap kepala yang dibelai jun.


Jun kembali ke cafe sebelum bertemu Nabila. "Dia selalu saja manis" ujar jun sambil mengingat Nabila yang selalu bersenandung.


"sayang kamu dari mana si aku cariin, aku pikir kamu pulang tapi mobilnya masih ada. Kamu habis dari mana? " tanya jessy


"aku habis telpon manager aku.. " ujar jun, sambil memeluk jessy dan sedikit memberi kecupan manis di dahinya. "sorry ya tiba-tiba pergi"


"Hmm.. " Memeluk nya erat


Didalam gedung besar Nabila seperti sedang melakukan kesepakatan dengan salah satu pegawai disana, mereka bicara dengan serius.


"Terimakasih pak, semoga semuanya sesuai rencana" ujar Nabila

__ADS_1


__ADS_2