
Di cafe nabila sedang kumpul bersama kedua temannya Soo Yun dan Myung hee, mereka mengobrol dan bercerita dengan sangat asik.
trink.. trink.. suara notifikasi
see H : "apakah seorang puitis selalu galau?"
ia hanya melihat komentar itu tanpa membalasnya, "pergi yu guy's" ajak nabila sambil membereskan isi tasnya, disaat akan bangun dari duduknya tiba-tiba seseorang datang dan menabrak tubuh nabila sehingga mereka berdua terjatuh.
"Aaaww.. sakit" nabila kesakitan
Myung-hee melihat nabila jatuh bergegas ia membangunkannya sedang kan Soo Yun memandangi orang yang menabrak temannya itu,
Orang itu memakai topi hitam dan juga masker "Siapa kamu" tanya Soo Yun sambil membuka topinya, terlihat dua bola mata indah yang begitu mempesona hingga Soo Yun terpana olehnya, begitu pun Myung hee.
Soo Yun yang merasa penasaran mencoba menarik masker yang dia pakai namun dengan cepat Pria itu menghindar.
"apakah itu se-Hun" ujar salah satu pengunjung cafe itu
"hah se-Hun" ujar Soo Yun dan Myung hee, mereka menatap pria itu dengan teliti namun Se-Hun yang merasa identitasnya akan ketahuan dengan segera dia pergi dari sana tapi dia malah menarik tangan nabila untuk ikut bersamanya.
"heh.. nabila,.. dia membawa nabila" ujar Myung-hee
"tunggu, tadi itu siapa.. apa benar Se-Hun" ujar Soo Yun yang masih bingung
__ADS_1
Dilain tempat Nabila yang sedari tadi tangannya ditarik merasa kesakitan ia mencoba melepaskan tarikan itu "iihhhh.. lepasin, LEPAS" melemparkan tangan pria itu darinya.
Menatap pria itu kesal "Siapa kamu, main tarik aja. heah jangan bilang kamu mau.." nabila memeluk dirinya sendiri, sambil menatap pria itu curiga
"eehh.." menatap nabila dengan tatapan yang aneh
"apa yang kamu liat, hah.. hah..? "
"auh.. " berpaling, pria itu terus melihat sekitar tanpa memperdulikan nabila, karena terasa tak aman nabila kemudian pergi namun tertahan. sebuah tangan menahan dirinya
"apaan si" nabila melepaskan tangan pria itu darinya
"Sorry" ujar Se-Hun sambil mengangkat tangannya
trink.. trink.. suara pesan masuk di handphone nabila
"E.. e.. " nabila merasa salah tingkah dia bingung akan melakukan apa, Se-Hun menyeringai melihat kelucuannya.
"Sorry, gue gak ada maksud untuk buat lo bingung" ujar Se-Hun, membuka masker itu terlihat wajahnya yang begitu tampan.
degg.. "eh apa nih, ko.. " nabila menelan ludahnya sambil menatap lelaki itu gugup, "ya ampun ganteng banget" nabila terus berbicara dalam hatinya, dengan wajah yang tersenyum manis.
"ehem.. hallo"
__ADS_1
"oh.. siapa kamu? " tanya nabila spontan
"hehe.. kamu gak tau siapa aku, serius? " ujar Se-Hun sedikit tertawa dengan pertanyaan nabila
"enggak emang kamu siapa, kita gak pernah kenalkan.. atau kamu suruhan ibu aku yah untuk nyulik aku, astaghfirullah.. penculik.. pen-" Se-Hun menutup mulut nabila dengan tangannya dan jarak diantara mereka begitu dekat.
nabila yang melihat pria itu begitu dekat dengannya langsung mendorong hingga se-Hun hampir terjatuh, "kamu siapa si"
"What... Kamu serius, dia kampungan atau memang kudet. kamu beneran gak tau siapa saya"
"gak"
"Saya se-Hun, Penyanyi pendatang baru dengan sejuta kehebatan dan juga kesempurnaan" se-Hun menyombongkan dirinya didepan nabila namun wanita itu tidak tertarik dia malah kebingungan dengan semua penjelasan nya, karena memang dia benar-benar tidak tau.
"Ohhh.. "
mendengar respon dari nabila yang biasa membuat se-Hun terbengong "hah serius ni cewek" tiba-tiba se-Hun mendorong nabila keujung tembok dan mendekap dihadapan nya
"apakah hanya itu respon mu setelah melihat pria tampan"
deg.. deg.. deg.. suara jantung berdebar kencang didalam tubuh nabila, secara kasar ia menelan ludahnya. Hick.. Hick.. "ups", hick.. hick nabila tiba-tiba cekukan tanpa henti
melihat semua itu se-Hun tertawa bahkan ia tertawa dengan sangat puas, "lucu kamu yah" ujarnya lalu kemudian pergi meninggalkan Nabila yang masih cekukan.
__ADS_1
"hick.. hick.. apa hick.. apaan si hick tu hick cowok"