Dunia Cerita Kita

Dunia Cerita Kita
Dunia Cerita Kita : Bab 5


__ADS_3

Memainkan sebuah alunan nada dari ukulele kecil sambil memandangi indahnya hari ini namun tak seindah nasibnya, nabila yang termenung dengan batin hatinya sambil meresapi setiap alunan nada yang ia ciptakan.


seseorang dari sebrang kiri memanggilnya namun tidak ada sautan, begitu asik hingga tak memikirkan orang lain. myung-hee menghampiri sambil menepuk pundaknya sedikit kencang, nabila cukup kaget dengan kedatangannya


"kamu kenapa aku panggil gak nyaut"


"emmm.. " hanya lirikan mata yang nabila lakukan untuk merespon pertanyaan myung-hee


"deh.. orang nanya malah diem"


"biasalah aku sedang tidak enak, mood ku tidak baik-baik saja.. kau tau dari semalam aku pulang sampai tadi pagi ibu tiri ku trus melakukan drama , dia mengoceh sampai telinga ku merah"


"mana aku mau liat,.. " myung-hee melihat telinga nabila yang merah "wuhhh ko bisa ke gitu, telinga kamu seperti habis dijewer.. dia gak melakukan hal fisikan? "


"gak.. emang telinga ku suka seperti itu, dan itu menandakan bahwa aku sedang marah" nabila menjelaskan tentang keanehan nya itu


myung-hee yang mendengar cerita nabila hanya tertawa ia merasa prihatin akan masalah yang dihadapi temannya itu, sampai muncul ide di benaknya "Hari ini kan gak ada kelas, bagaimana kalau kita mengunjungi Soo Yun"


"Hah, tapikan sekarang dia lagi sibuk"


Soo Yun tidak masuk hari ini dia sedang melakukan pemotretan untuk sebuah iklan, dan namanya sekarang tengah populer dikalangan para model hingga banyak produk iklan yang menginginkan kerja sama dengan nya.


"Ayo kita intip dia"


Mereka pergi menaiki bus "Apakah kita tidak mengabari Soo Yun dulu, takutnya dia lagi gak bisa diganggu" ujar nabila pada Myung hee


"its, jangan biar suprise, kalau kita kasih tau dia bukan kejutan namanya. lagian tenang aja aku kenal seseorang di sana jadi gampang untuk kita masuk"


Sesampainya di studio nabila dan myung-hee diantar oleh salah satu staff karyawan disana menuju tempat Soo Yun, masuklah mereka ke dalam ruangan disana terlihat Soo Yun sedang asik bermain handphone.


"Soo Yun" ujar kedua temannya sambil melambaikan tangan


ekspresi senang terlihat diwajah Soo Yun dengan kehadiran kedua temannya seperti memberikan suatu energi positif untuk dirinya, "Bestie, ngapain kalian disini" langsung memeluk mereka dengan senang nya.


"coba tebak aku bawa apa" ujar myung hee


"apa"


"tarat.. Burger kesukaan kamu" memberikan makanan itu


"wahh gomawo.. " Soo Yun terlihat girang mendapatkan makanan itu, kebetulan dia belum sempat makan siang


"Soo Yun, kamu yakin gak apa-apa makan itu masalah nya sekarang kamu lagi kerja tuk pemotretan loh?. " ujar nabila takut, karena kalau manager dia tau Soo Yun makan makanan banyak lemak bisa habis mereka

__ADS_1


"santai" Ujar Soo Yun, yang terus mengunyah makanan itu sampai habis, Myung hee yang melihat itu hanya tertawa sambil menenangkan nabila.


Mereka bertiga mengobrol dengan sangat asik namun saat itu keasikan nya harus terhenti seseorang datang tanpa mengetuk dan menyeret Nabila keluar "What happen? " ujar myung hee dan Soo Yun terkejut kedatangan orang asing ditangan mereka


"pak, tunggu ada ini.. pak"


Nabila melepaskan tarikan tangan dari pria itu, sekitar nya berbeda nabila berpindah tempat dia sekarang berada di ruang rapat, dia mencoba pergi dari sana namun disaat akan keluar seseorang menghadang nya didepan pintu.


"kamu" ujar nabila, wajahnya berubah seratus derajat menjadi dingin, terlihat ia sangat tidak suka dengan orang yang ditemuinya


pria itu masuk dan duduk di salah satu kursi, dan menatap ke tempat kosong didepan nya. Nabila yang tidak tau keinginan pria itu pergi begitu saja, namun seseorang kembali menyeretnya kembali ke tempat itu.


"kamu mau apa si Jun, apa yang kamu inginkan?" ujar Nabila kesal, pasalnya mereka bukanlah anak kecil lagi yang harus saling buli karena masalah sosial


pria itu menatap Nabila lalu tersenyum kecil, menghampiri dan berkata "wah.. kangen sekali gue liat ekspresi lo ini, seperti kucing ketakutan lucu" ujar jun


"Gila kamu yah"


"Engak, bagaimana kabar lo.. udah lama gue gak pergi kekampus pasti lo kangen kan"


"Najis" ujar nabila, menatap jun tidak suka dan penuh kebencian


Mereka saling menatap satu sama lain namun dengan aura yang sangat menakutkan, seperti nya tidak ada ketenangan ketika mereka bertemu. "JUN" ujar seseorang memanggil namanya


Jessy seorang model cantik dan juga pacarnya jun, mereka berpacaran sudah sangat lama. "kamu ngapain disini si sayang"


"ich, apa-apan si tu orang.. " ujarnya


"Hey kucing.. " jun keluar ruangan, melihat itu nabila berjalan cepat jun mengejarnya sambil terus memanggil. Nabila terus berjalan mengabaikan panggilan itu "kucing... hey, kucing"


"ihhh kenapa si tu orang" terus berjalan sambil melihat kebelakang


"Nabila" panggil jun seketika Nabila berhenti disaat namanya dipanggil dengan benar


"apa"


"lo kenapa si"


"kamu yang kenapa bisa gak si gak ganggu aku sekali aja, cape tau. aku gak tau maksud kamu apa selalu usil ngerjain aku gak jelas, tapi yang perlu kamu tau kita ini bukan anak kecil lagi yang harus saling usil"


"ya emannya kenapa, gue suka usilin lo" ujar jun menatap Nabila dengan senyuman diwajahnya


Diwaktu yang tepat Myung hee dan Soo Yun datang menghampiri mereka, "weh jun sialan, bisa gak sih lo jangan ganggu temen gue" ujar Soo Yun

__ADS_1


menjitak kepala jun hingga kesakitan.


Myung hee menyembunyikan Nabila dibelakang nya, sambil terus menatap jun. melihat kedua temannya datang membuat hati Nabila sedikit tenang, "makasih, kalian dateng tepat waktu" ujar Nabila menyenderkan kepalanya dipunggung Myung hee.


"kalian ngapain si, ganggu tau gak" ujar jun


"lo apa, ehh jun lo tuh maunya apa si tiap ketemu nanila pasti lo kerjain dia. Kasian tau, kalau emang naksir ngomong jangan ngerjain gak jelas gitu" ujar myung hee


mendengar ucapan itu Nabila langsung membantah nya "ehh naksir, gak.. gak.. gak mungkin ni orang emang kurang waras aja, mana mungkin dia naksir sama cewek kaya aku lagian dia sudah punya pacar. hahaha.. gak mungkin"


"IYA lah gak mungkin" ujar seseorang datang dari belakang mereka, "lagian apa bagusnya si lo" menatap Nabila dari ujung rambut sampai kaki "heh, kampungan.. heh lo jangan ngarep bisa rebut jun dari gue, ngaca dulu sana" jessy menjelekan Nabila didepan semua orang


"wah, ngajak berantem lo yah" ujar myung hee


"heh jessy jangan so cantik lo, baru jadi figuran aja sombong" ujar Soo Yun menambahkan


"apa" merasa terhina jessy hendak menarik baju Soo Yun namun jun menahannya dan Nabila mencoba menenangkan kedua temannya itu


"ehhh.. ehh jangan, jangan" Nabila memegang erat tangan kedua temannya, ia sedikit melirik jun dan melihat jun mengisyaratkan untuk mereka pergi. paham akan itu Nabila pun menyeret kedua nya keluar


"udah-udah kita pergi aja ayo, ayo.. ayo buruan" Nabila meyeret kedua temannya pergi


"Sorry, aku pikir dengan kesini aku bisa buat mood kamu kembali senang, tapi malah jadi seperti ini" Myung hee memeluk temanya itu Soo Yun pun ikut memeluk mereka


"Aku seneng ko, liat" Nabila tersenyum


Melihat itu mereka saling menatap dan berakhir dipelukan, ketiga nya saling memahami dan menghargai, mereka tau nabila sebenarnya tidak baik baik saja tapi dia mencoba berbohong dihapan mereka dengan tersenyum.


Myung hee da Nabila pergi menuju minimarket sebrang studio, sementara Soo Yun kembali bekerja. mereka membeli es cream untuk mendinginkan pikiran mereka yang tengah memanas, duduk didepan sambil menunggu Soo Yun selesai pemotretan.


di suasana itu myung-hee sedikit cerita tentang kehidupan nya di tempat kerja "aku kayanya mau resign deh dari tempat kerja ku" ujar nya yang terus mengeluh karena gaji dan juga lingkungan kerja yang menurut nya tidak cocok dengan nya.


"terus apa rencana mu kedepan nya ketika sudah resign? "


"Entah lah, kalau buat usaha sendiri seru kayak nya" ujar Myung hee menghayal


"usaha apa"


"eumm Cafe misalnya"


"hahah.. kamu mau buat cafe, kalau aku dukung aja apapun impian kamu, tapi buat membuka usaha tuh tidak mudah loh banyak hal yang harus di siapkan, yang paling utama kamu harus punya uang lebih buat modal"


"Nah itu aku belum ada modalnya" ujar Myung hee

__ADS_1


nabila mendengar itu tertawa namun ia langsung berpikir, semua temannya telah memikirkan masa depan mereka bahkan ada yang sudah mendapatkan nya sementara dia masih sibuk dengan hal yang tidak jelas.


Menatap langit sambil memikirkan bagaimana masa depannya sendiri "manusia sempurna, apakah kamu tidak pernah memikirkan tentang sesuatu seperti impian" ujar Nabila yang tiba-tiba teringat manusia sempurna itu See H


__ADS_2