Dunia Cerita Kita

Dunia Cerita Kita
Dunia Cerita Kita : Bab 10


__ADS_3

Terlihat studio musik yang begitu besar Nabila tergagum dengan keindahan bangunan itu lalu dia bergegas masuk, disana banyak sekali poster penyanyi terkenal dan juga piala yang telah perusahaan itu raih.


"wahh hebat, oke aku harus cari pak Ahn" Nabila mencoba menanyakan pada resepsionis disana, dia menyuruh Nabila menunggu.


selang beberapa menit akhirnya Nabila diperbolehkan masuk dia di antar menuju tempat pak Ahn, "permisi pak"


"yah masuk, Nabila " ujar pak Ahn menyambut nya dengan hangat


"Pak Ahn" membungkuk memberi hormat, namun pak Ahn mengakat tubuhnya "tidak usah seperti itu, sini" memberi pelukan


Nabila menerima pelukan itu, pak Ahn menyuruh Nabila duduk dan mengajak nya mengobrol "kamu mau minum apa? "


"apa aja"


"tolong ambil kan teh" menyuruh resepsionis itu, pak Ahn duduk di depan Nabila dia terus tersenyum tidak menyangka dengan kedatangan nya "wah kamu sudah besar sekarang, gimana sekolah kamu? "


"alhamdulillah baik, sebenar lagi aku wisuda"


"oh kapan, kamu fakultas apa?, apa kamu ikut seni musik "


"gak, aku lulusan hukum pak Ahn"


"hukum wah tidak di sangka, dan nabila jangan panggil saya pak Ahn sebut aja Om. Saya dengan kakek kamu itu sudah seperti kakak sendiri, jadi gak usah sungkan kaya gitu. "


"iya Pak.. eh Om"


Minuman datang dan pak Ahn menyuruh Nabila meminum nya, kemudian dia menanyakan tentang masa depan Nabila "lalu gimana dengan bakat bernyanyi kamu, apa ditinggal begitu saja"


"aku juga tidak tau om, tapi sekarang boleh gak aku magang disini satu bulan sebelum kelulusan" nabila meminta dengan sangat hormat


"boleh kenapa tidak, disini kamu bisa meningkatkan kemampuan kamu bahkan mungkin belajar untuk menjadi komposer musik"


"terimakasih om"


Nabila memberikan penghormatan pada pak Ahn, dengan senang hati pak Ahn memperkenalkan nabila pada setiap orang di kantor dan memperlihatkan setiap ruangan disana bahkan pak Ahn memperkenalkan langsung pada komposer musik disana pak Baek hyun.


"Hallo"


"hallo, siapa ini pak" ujar pak Baek hyun


"ini Nabila, ponakan saya"

__ADS_1


Nabila merasa terhormat diperkenalkan sebagai ke ponakan pak Ahn, dia langsung memberi penghormatan pada pak Baek hyun. begitu pun sebaliknya dia menyambut Nabila dengan baik, bahkan menanyakan tentang kesukaan dia terhadap musik.


pak Ahn dengan bangga menyuruh Nabila untuk menunjukkan keahliannya pada pak Baek hyun, tanpa ragu Nabila masuk ke ruang rekaman disana dia mengambil gitar lalu memainkannya sambil bernyanyi.


You are my everything musik andalan Nabila, entah kenapa tapi dia sangat suka dengan lagu itu. Mendengar suaranya yang begitu halus membuat komposer musik itu geleng kepala, pak Ahn semakin terobsesi dengan Nabila ia ingin Nabila gabung dalam agensinya.


"luar biasa.. suara mu bagus sekali Nabila" pak Baek hyun memberi tepuk tangan meriah untuk Nabila, begitu pun pak Ahn


"gimana pak bagus kan"


"iya hebat, kamu mau jadi penyanyi. menurut ku kamu bisa menjadi penyanyi hebat, bukan begitu pak Ahn"


"saya tidak tau pak, untuk sekarang saya mohon bimbingan bapak dulu" memberi hormat


Pak Baek hyun menoleh kearah pak Ahn bingung, dia pun menjelaskan bahwa Nabila sementara ini akan menjadi karyawan magang untuk membantu pak Baek hyun dalam membuat musik.


Setelah perkenalkan pak Ahn menanyakan tentang jadwal rekaman artis nya hari ini, namun Pak Baek hyun bingung menjawab nya karena sangat artis dikabarkan pergi dari hotelnya dan belum kembali sampai saat ini.


"yang benar saja kemana perginya itu anak, aduh dia selalu saja buat kekacuan seperti ini" pak Ahn setres dengan anak asuhnya itu


"tadi manager nya bilang bahwa malem mereka bertengkar lalu dia pergi begitu saja sambil menendang pintu, dia ini kalau bukan karena bakat dan kepopulerannya aku gak mungkin mempertahankan nya. ujar pak Baek hyun


Nabila yang melihat itu merasa tidak enak dia mencoba untuk keluar dari sana namun mereka menyuruh Nabila tau karena dia akan menjadi asisten pak Baek hyun, dia harus siap kalau untuk menghadapi nya nanti.


"Se-Hun, Kim Se-Hun" ujar pak Baek hyun


"aduh sudahlah, saya pusing katakan pada managernya untuk dateng ke kantor saya siang ini. auhhhh" pak Ahn keluar ruangan


Nabila yang mendengar nama Se-Hun disebut dia teringat dengan pria yang dia kunci di kamarnya itu "Se-Hun" Ujar nya sambil menepuk jidat, dengan cepat Nabila ijin pada pak Ahn untuk pulang dan ia akan mulai bekerja dari besok pagi.


"ya silahkan, Hati-hati" pak Ahn membolehkan Nabila pergi


"pak kenapa dia sepertinya takut kalau saya bilang jadi penyanyi"


"dia pasti punya trauma akan itu, tapi kamu tau dia dulu selalu memenangkan audisi bernyanyi" ujar pak Ahn, sementara pak Baek hyun hanya kagum dengan melihat Nabila yang sudah pergi menjauh dari tempat itu


Dikamar hotel pria itu telah sadar dia bingung dengan tempat dia berada, se-Hun mengamati setiap ruangan lalu mencoba membuka pintu keluar namun pintu nya terkunci. "cihh.. terkunci lagi"


Se-Hun pergi menuju dapur terlihat makan tersedia dimeja, sepertinya Nabila sengaja menaruh makanan itu disana kalau se-Hun tersadar. ia memakan roti dingin itu sambil berjalan menuju kamar Nabila, disana dia terkagum melihat kamar yang begitu wangi dan bersih.


"apaan nih" se-Hun membuka setiap laci didalam kamar Nabila, diapun membuka lemari pakaian Nabila terlihat baju wanita disana. "hah.. apa semalam gue main sama ni cewe, ah gue gak inget"

__ADS_1


Se-Hun terus mencari merombak ambrik barang disana sampai dia menemukan sebuah buku diary terlihat sebuah puisi atau lirik lagu dalam, buku itu Nabila menulis syairan indah yang dia ciptakan sendiri.


membaca syairan itu membuat se-Hun teringat dengan sesuatu yang tidak asing baginya, namun dia tidak ingat apa itu. disaat se-Hun mengobrak-abrik barang Nabila tiba-tiba terdengar suara pintu dibuka.


"hey kamu, kalau sudah bangun silahkan pergi maaf aku mengunci kamu disini tapi.. eh" saat Nabila melihat ternyata pria itu tidak ada di sopa, dengan segera dia pergi ke dapur terlihat rotinya hilang "apa dia" Nabila panik takut dia masuk kamar nya


saat tiba didepan kanar terlihat pintu nya terbuka, dengan perlahan Nabila masuk dan melihat semua barang nya berserakan di mana-mana bahkan baju dalam nya sampai terbang ke atas kasur, namun dia tidak melihat se-Hun.


Dengan rasa takut Nabila mencoba masuk lebih dalam, "ahh pakaian ku, buku ku.. ihh kemana dia pergi nya apa ada ditoilet" Nabila mencoba memanggilnya namanya namun tidak ada satuan dari dalam dengan terpaksa dia membuka toilet dan ternyata kosong


"kemana pergi nya tu orang, udah di tolong malah ngancurin barang orang tidak tau Terima kaa..Aaa... " Nia terjatuh keatas tempat tidur, Tiba-tiba se-Hun muncul dibelakang nya sehingga membuat nya terkejut.


Se-Hun berdiri menatap Nabila yang terbaring diatas kasur, Nabila yang panik langsung berdiri dan memeluk tubuhnya "apa yang kamu liat" namun se-Hun terus menatap nya


"kamu kenapa muncul tiba-tiba, aku pikir udah pergi tadi"


"Lo, apa yang kita lakukan semalam" mendekatkan wajahnya pada Nabila, "ih apa si" Nabila menghindari itu dan pergi menuju ruang TV


"heh" menarik tangan Nabila kencang hingga Nabila terlempar kepangkuan nya, kedua mata mereka saling bertemu waktu seakan terhenti sesaat, "apa kita melakukan itu semalam" tanya se-Hun


"ihhh... apa, gak. Ngomong apa kamu" Nabila melepaskan pegangan itu lalu pergi menjauh darinya "gini ya aku gak tau kamu semalam pergi kemana dan sama siapa, tapi yang jelas aku hanya melihat mu di dalam liftlift itu saja"


"hah lift"


"iya, kamu mabuk berat jadi mungkin gak ingat tapi tadi pagi kamu tidur di lift. aku pikir jika fans kamu liat kamu seperti itu takutnya menuruni image kamu sebagai penyanyi, jadi aku bawa kamu ke kamarku"


se-Hun yang mendengar penjelasan Nabila mulai paham namun dia tidak puas begitu saja, pelan pelan dia berjalan ke arah Nabila sambil menggoda nya "kenapa harus kekamar mu.. apa kau tidak ada niat sesuatu pada ku, seperti memeluk ku, mencium ku, atau jangan-jangan.. kamu, ah aku ternodai"


Nabila yang sebal dengan ucapan nya itu menendang kaki se-Hun hingga dia kesakitan "heh, jangan pikir berlebihan lagian siapa juga yang mau macem macem sama kamu" menatap tajam


"kenapa enggak gue kan penyanyi terkenal, dan itu bisa meningkatkan derajat lo" menatap kembali Nabila


keduanya saling bertatapan sinis, Nabila yang kesal dengan pikiran nya langsung mengusir se-Hun pergi keluar dari kamar nya. Se-Hun yang tidak terima mencoba melawan dia terus mengelak hingga akhir Nabila terpaksa menendang nya kembali namun bukan dikaki melainkan kepriaan nya.


"Auh.. adik gue, lo gak ada perikemanusiaan sama gue. Ahhh " se-Hun merintih kesakitan


Tanpa ampun Nabila malah menjadi itu kesempatan dia menyeret Se-Hun keluar dan membuangnya begitu saja, "pergi.. jangan pernah kita ketemu lagi" ujar Nabila


"woo.. ii.. ahh.. ehhh.. "


Se-Hun masih kesakitan diluar dia mencoba berjalan menuju kamarnya, disaat akan membuka pintu tiba-tiba manager nya datang "se-Hun kamu kenapa"

__ADS_1


"tar gue jelasin sekarang bantu gue dulu sakit ini"


manager memapah se-Hun di sampingnya.


__ADS_2