
Malam itu pestanya berjalan begitu meriah semua tamu undangan kembali pulang begitu juga dengan jun dia pergi duluan dengan pacar nya jessy, sekarang menyisakan Nabila dan kedua temannya.
"Lo tu yah udah tau gak bisa minum masih nekat pake minum banyak lagi" Myung hee mencoba menompang Soo Yun di pangkuannya
"soal.. nya, gak.. asik.. kalau.. gak minum" Soo Yun terlihat sangat mabuk, Nabila yang merasakan bau alkohol menutup mulutnya.
"Nabila lo bantuin gue buka pintu mobil" mereka memasukkan Soo Yun ke dalam mobil, "lo masuk"
"gak aku naik bus aja"
"eh.. ini jam berapa kamu mau naik bus, gak apa-apa aku antar kamu, ayo"
Nabila melihat jam ditangannya "eumm gak usah aku naik taksi aja gak apa-apa, kamu antar aja Soo Yun. Lagian kamu tau aku gak bisa kalau mencium alkohol"
"yaudah kalau gitu hati-hati, telpon gue kalau udah nyampe" Myung hee masuk kedalam mobil lalu pergi meninggalkan Nabila didepan hotel itu.
trink.. trink..
Memeriksa pesan masuk terlihat ayah mencarinya, beberapa hari yang lalu Nabila bertengkar dengan kedua orang tuanya tentang masa depan nya.
__ADS_1
sang ayah ingin sekali anaknya menjadi seorang pengacara atau Jaksa namun nabila menolak dan memilih untuk kembali ke Indonesia, dia ingin tinggal bersama nenek nya di Indonesia disana dia bisa mencari pekerjaan sesuai keinginan nya walaupun harus kuli sekalipun.
dengan tegas sang ayah menolak dia tidak ingin Nabila pergi karena untuk mendapatkan harta warisan kedua orang tuanya dia harus bisa merawat Nabila sampai dia menikah, kedua orang tua ayah Nabila seorang kolomrat kaya namun dia tidak pernah menikmati kekayaan kedua orang tuanya karena sang ayah ingin anaknya mandiri.
tapi berbeda dengan Nabila dia selalu menjadi cucuk kesayangan, semua perhatian dan kasih sayang selalu dia dapatkan dari kakek nenek nya. bukan hanya Nabila bahkan dae-hyun pun selalu menjadi kesayangan nya walaupun cucu dari hubungan yang tidak direstui.
Nabila tinggal di Korea ketika ia masih Sekolah SMA kelas tiga, semua itu terjadi karena ayah yang memaksanya datang dan juga perintah kakenya. di Korea Nabila cukup tersiksa tak ada kebebasan yang ia dapatkan namun semua perlahan membaik ketika dia semakin dewasa, tapi tetap saja dia tidak bisa memilih keinginan nya sendiri semua selalu sudah diatur ayah ataupun ibu tirinya.
"aku nginep dirumah temen hari ini, jadi tidak usah mencari ku" balasan pesannya pada sang ayah
Nabila berbohong lalu kembali ke dalam hotel dia menuju ke lantai tiga, dia menyewa kamar disana untuk dua hari. "untung gue punya kakek yang baik, ya walaupun harus bohong. Maaf kakek"
sang kakek memberikan Nabila uang yang cukup besar karena itu kali pertama nya Nabila meminta setelah dia di Korea, kakek tidak ragu memberikan uang yang banyak, "cukup untuk hidup aku satu tahun ini, mungkin lebih. Aku harus hemat soalnya ini uang kakek" berjalan menuju kamarnya
Ahhh.. lo gimana si jadi asisten gitu aja gak becus, udahlah gue cape...
Jbredd... pintu di tendang nya
terlihat seorang pria keluar dari kamar 304 Nabila yang melihat itu takut lalu segera masuk kedalam kamar, pria itu melihat Nabila dan menghampiri. Sempat mengetuk pintu Nabila namun dia tidak merespon sedikit pun, hingga akhirnya pria itu pergi.
__ADS_1
"siapa si itu, dasar orang aneh. Mungkin dia mabuk" malam itu Nabila begitu lelah berurusan dengan orang apalagi dipesta banyak sekali orang minum sampai mereka mabuk,
Nabila seorang muslim dia tidak pernah minum, karena itulah dia tidak ikut menari bersama temannya di pesta dia hanya duduk menonton. Kedua temannya tau dan mereka menghormati perbedaan itu, mereka tidak pernah mengajak Nabila ikut kebiasaan mereka yang selalu merokok dan minum bahkan untuk mengajak ke club malam sekalipun.
Memang Nabila belum sepenuhnya menutup dirinya sebagai seorang muslim, tapi dia berprilaku baik untuk menjaga harga dirinya sesuai ajaran.
Pagi ini hari begitu cerah Nabila bersiap untuk pergi studio musik milik pak Ahn, dia akan menghabiskan waktu hari ini disana. Pak Ahn adalah temen kakeknya waktu sekolah dulu, Nabila mengenal pak Ahn karena waktu itu kakek nya sempat membawanya main ke studio nya.
Pak Ahn melihat Nabila sangat menyukai musik dia selalu menawarinya untuk rekaman tapi waktu itu Nabila masih kecil sang kakek tidak ingin menghambat aktivitas nya karena kepopuleran, tapi kakek sangat tau tentang bakat Nabila dan mendukung sepenuhnya kalau dia ingin seorang musisi.
"hari ini aku naik taksi ah, sesekali boleh lah" ujar Nabila menanya diri sendiri
Menekan tombol kemudian Elevator itu naik saat sampai pintu terbuka terlihat seseorang jatuh ke pangkuan nya, Nabila yang terkejut mendorong pria itu hingga terjatuh dia terlihat sangat mabuk.
Disana Nabila tidak melihat siapapun yang keluar ataupun lewat, karena bingung ia hendak meninggalkan pria itu di sana dan memilih menurunu tangga saja. Tapi ketika akan pergi Nabila sadar dia mengenal pria itu, dia mencoba mendekat dan melihat nya lebih jelas.
"Se-Hun"
Panik akan itu dia segera mengangkat tubuh se-Hun yang tergeletak dan membawanya ke dalam kamar, "aduhhh.. duh, berat banget si kamu" Nabila menjatuhkan tubuh utu diatas sopan panjang.
__ADS_1
melihat tubuh yang berbaring itu Nabila menghela napas panjang, "bisa gak si satu hari aku tidak berurusan dengan orang mabuk" Nabila mencoba membangunkan se-Hun dia menendang kakinya sehun pelan, namun pria itu tidak merespon.
bingung dengan apa yang harus dia lakukan akhirnya Nabila hanya membiarkan pria itu tidur di tempatnya dan pergi menuju studio, "taksi.. taksi" menaiki taksi menuju tempat pak Ahn