
Saat melewati ruang makan Arsha melihat Kai yang sudah duduk di meja makan bergabung dengan papa dan mamanya padahal tadi Kai masih berada di balkon atas. Arsha tak memperdulikan dan melewatinya tanpa menyapa sepatah katapun dan lanjut berjalan menuju kamarnya.
" Tu Arsha udah pulang Kai " ucap papa Heru.
" Iya om ni Kai mau nyusulin dia ke kamarnya " ucap Kai lalu bangkit dari duduknya menuju kamar Arsha.
Sesampainya dikamar Arsha Kai tidak melihat sahabatnya tersebut dan terdengar suara gemercik air yang menandakan mungkin Arsha sedang mandi. Sambil menunggu Arsha selesai mandi Kai duduk di sofa sambil memainkan gamenya.
Tak lama Arsha keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit ditubuhnya dan menampakkan roti sobeknya. Dia sudah tau jika Kai ada di kamarnya tadi.
" Lo bohongin gue ya sha " tanya Kai yang masih fokus dengan gamenya.
" Sorry Kai tadi ada sedikit masalh dikantor " jawab Arsha yang berada di ruang ganti.
Tapi suara mereka masih biasa terdengar di telinga mereka masing masing karena ruangan tersebut hanya dibatasi kaca tidak tembus pandang.
" Masalah soal keuangan perusahaan Lo " tanya Kai lagi.
" Emm ternyata dugaan gue selama ini bener ada orang dalam yang mendalanginya " jawab Arsha.
" Tapi udah Lo beresin " tanyanya lagi.
" Udah selesai " jawab Arsha singkat sambil merebahkan tubuhnya di temat tidur.
Kai berniat mengajak Arsha keluar nongkrong bersama dengan teman temannya. Saat akan berbicara dengan Arsha dia melihat Arsha sudah dibawah alam sadarnya alias tidur, Arsha terlihat sangat kelelahan hingga membuat Kai tidak tega untuk membangunkannya.
" Kebo banget ni bocah " gumam Kai pelan lalu keluar dari kamar Arsha.
Saat dibawah dia berpapasan dengan papa Heru dan juga mama Wina yang sedang bersantai di ruang keluarga.
" Lho Kai Arsha mana " tanya mama Wina.
" Arsha ketiduran Tante tadinya sih mau Kai ajak nongkrong diluar ama temen temen tapi Kai gak tega banguninnya " jawab Kai.
" Terus ini kamu mau kemana " tanyanya mama Wina.
" Mau pulang Tante " jawab Kai.
" Nggak nginep sini aja Kai ini udah mau larut malam lho " ucap mama Wina.
" Nggak tante makasih lain kali aja Kai nginepnya " kata Kai.
" Emmm ya udah hati hati di jalan Kai " ucap mama Wina.
" Iya tante kalo gitu Kai pulang dulu ya om tante, asslamualaikum " ucap Kai sambil mencium kedua tangan mama Wina dan papa Heru.
" Waalaikumsalam " jawab mama dan papa Arsha bersamaan.
Setelah Kai pulang kedua orang paruh baya tersebut masih setia berada di depan tv ruang keluarga. Tiba tiba mama Wina teringat akan sahabatnya dulu di waktu masih muda, mereka sudah lama tidak bertemu semenjak sahabatnya tersebut pindah kekota Samarinda karena keperluan keluarganya. Tapi mama Wina mendapat kabar dari salah satu teman sosialitanya bahwa sahabatnya tersebut sudah pindah lagi kekota jakarta.
" Pa kemaren mama dapat kabar katanya Hadi dan juga Rini kembali lagi ke Jakarta " ucap mama Wina.
" Mama dapat kabar dari mana " tanya papa Heru.
" Dari temen mama katanya kemaren dia abis ketemu ama Rini, tapi kok mereka nggak ngasih tau kita ya pa " ucap mama Wina.
" Mungkin mereka udah nyari kita ma tapi nggk ketemu kan kita juga sering pindah mansion " kata papa Heru sambil fokus pada tv.
" Mungkin juga ya pa, besok mama mau coba cari tau deh pah dimana mereka sekarang tinggal " ucap mama Wina.
" Ya terserah mama asalkan hati hati diluar banyak musuh yang mengincar keluarga kita " kata papa Heru.
" Emmm iya pak mama nanti akan bawa beberapa pengawal kok " ucap mama Wina sambil mencium pipi papa Heru. Walaupun mereka sudah dibilang tidak muda lagi tapi mereka tetap bisa romantis dengan pasangannya.
Jam menunjukan pukul 21:15 WIB yang menandakan sudah waktunya untuk istirahat. Papa Heru pun mengajak mama Wina untuk istirahat sekaligus menikmati malam panjang mereka.
__ADS_1
🍃🍃🍃🍃🍃
Keesokan harinya di kediaman Wijaya Zora dan juga Putri sudah berada di dapur untuk membantu para pelayan memasak sarapan mereka. Hari sekolah mereka libur setelah lima hari masuk full day. Zora sedang membantu bik Lila yang bertugas memasak makanan, kalau urusan masak memasak Zora sudah ahli karena sedari kecil dia selalu membantuh bundanya saat memasak. Sedangkan Putri dia belum begitu lihai dalam urusan masak memasak dia cukup membantu memotong sayuran. Menu sarapan pagi ini adalah nasi goreng seafood.
" Sini bik biar Zora aja yang masak nasinya, bibik nata piring ama sendok aja di atas meja " perintah Zora pada bik Lila.
" Ya baik non " ucap bik Lila.
" Put udah selesai belum sayurannya? " tanya Zora pada Putri.
" Udah nih Ra gue masukin sekarang ya " jawab Putri.
" Em masukin sekarang " ucap Zora.
Setalah nasi gorengnya matang dan siap dihidangkan Zora dan Putri kekamar terlebih dahulu untuk mandi karena mereka sebelum masak masih dalam keadaan bau jigot.
Setelah selesai mandi mereka segera turun untuk sarapan pagi.
" Ra kita ada rencana pergi nggak hari ini ? " tanya Putri.
" Di rumah aja deh put, lagi males keluar ni gue " jawab Zora.
" Tapi nanti sore temenin gue ya ke toko buku, gue mau beli novel baru " ucap Putri.
" Ok nanti gue temenin " kata Zora sambil melanjutkan sarapannya.
Saat asik menikmati sarapannya handphone Zora berbunyi terdapat nama bunda ku sayang. Zora pun segera mengangkatnya.
[ via telephone ]
" Assalamualaikum Bun " salam Zora mengawali percakapan.
" Waalaikumsalam sayang, gimana kabar kamu nak? " tanya bunda Rini.
" Bunda baik kok sayang, kamu jangan lupa makan dan kalo mau keluar hati hati mama besok udah balik ke indo kok " ucap bunda Rini.
" Iya bunda sayang, ayah mana Bun " tanya Zora.
" Ayah udah berangkat ke kantornya sayang " jawab bunda Rini.
" Ohh yaudah Bun kalo gitu Zora matiin dulu ya, Zora lagi sarapan soalnya nanti Zora telpon lagi " ucap Zora.
" Iya sayang jaga diri baik baik " kata bunda Rini.
" Siap bunda asslamualaikum " ucap Zora.
" Waalaikumsalam sayang " jawab bunda Rini.
Kemudian Zora mematikan sambungan teleponnya dan melanjutkan sarapannya lagi.
" Bunda ya ra? " tanya Putri.
" Iya put " jawab singkat Zora.
" Gimana kabarnya baik ? " tanya Putri lagi.
" Baik kok besok udah balik ke indo katanya " jawab Zora.
" Syukur deh " ucap Putri.
Acara sarapan pun selesai kemudian mereka pergi ke ruang baca untuk mengerjakan tugas sekolah mereka.
🍃🍃🍃🍃🍃
Arsha bangun dari tidurnya lalu bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai dia keluar dan menuju ruang ganti, selesai berganti baju Arsha turun menuju keruang makan untuk sarapan pagi.
__ADS_1
Dimeja makan sudah ada papa Heru, mama Wina serta adik cantiknya Vania.
" Pagi semua " sapa Arsha.
" Pagi " jawab mereka bersamaan.
" Sini sha sarapan dulu mama udah siapa roti isi kesukaan kamu " ucap mama Wina lalu mengambilkan segelas susu untuk Arsha.
" Bagaimana masalah diperusahaan cabang sha? " tanya papa Heru.
" Sudah beres kok pa " jawab Arsha.
" Siapa dalang dari masalah ini? " tanyanya lagi.
" Orang kepercayaan aku sendiri pa " jawab Arsha dengan menyuapkan roti kemulutnya.
" Sudah kamu tindak lanjuti ora itu? " tanya papa Heru.
" Sudah pa, Iqbal sudah mengurus semuanya " jawab Arsha.
Tiba tiba Vania memotong
" Kak nanti sore temenin aku ke toko buku yang biasa ya " ucap Vania.
" Tumben kamu ngajak kakak, mesti ada apa apanya ni " selidik Arsha.
" Jangan suka berperasangka buruk " cibir Vania.
" Kakak nggak berperasangka buruk kakak kan cuma tanya tumben kamu ngajak kakak " jelas Arsha.
" Emm terserah lah, pokoknya temenin ya sekalian nanti kakak yang bayarin " ucap Vania dengan memperlihatkan gigi rapinya.
" Tuh kan kakak bilang juga apa " ucap Arsha sambil mencubit pipi Vania karena sangking gemasnya.
" Aaaa sakit kak....kebiasaan deh nih pipi bisa copot kalo kak Arsha cubit terus menerus " ucap Vania sambil mengelus pipi kanannya. Mama Wina hanya bisa menggeleng dengan tingkah kedua putra putrinya ini kadang akur kadang berantem tapi mama Wina bahagia karena dengan begitu keluarga kecil mereka menjadi lebih berwarna.
🍃🍃🍃🍃🍃
Kai sedang berada dalam perjalanan menuju kantor papanya. Keluarga Kai merupakan keluarga terkaya ke empat di Asia. Perusahaan Alfano company bergerak dalam bidang perhotelan dan juga kontruksi. Kai merupakan anak pertama dari pasangan Riko Alfano dan juga Hana Alfano dia juga mempunyai adik laki laki bernama Satya Rendra Alfano. Hari ini Kai harus kekantor ayahnya dikarenakan ada sedikit permasalahan, perusahaan ayahnya mengalami sedikit tekanan dari perusahaan pesaingnya yaitu Queen Corporation perusahaan terbesar ketiga di Asia. Sesampainya di kantor ayahnya Kai langsung masuk menuju ruang CEO. Didalam ruangan ayahnya Kai sudah menunggunya dengan sekretaris pribadinya Arnold.
" Akhirnya kamu sampai juga kai " ucap ayah Riko.
" Bagaiman keadaan perusahaan yah, apakah semakin tertekan? " tanya Kai.
" Mereka menekan perusahaan kita secara perlahan Kai, agar gerak gerik mereka tidak diketahui olek pihak kita " jelas ayah Riko.
" Teruss sekarang ini apa yang harus kita lakukan yah " tanya Kai.
" Untuk saat ini kau kita harus meyakinkan para dewan direksi untuk tidak mencabut saham mereka terlebih dahulu, kita lakukan dengan lembut juga tapi jika dari pihak lawan terus saja menekan kita ambil tindakan yang lebih besar lagi " jelas ayah Riko.
" Apa kita perlu minta bantuan sama perusahaan Pratama ayah? " tanya Kai sambil memberi saran.
" Jangan dulu Kai jika kita masih bisa menanganinya sendiri kita tidak perlu meminta bantuan mereka " jawab ayah Riko.
" Baiklah kalo begitu " ucap Kai.
" Sekarang kita adakan rapat untuk para dewan direksi, siapkan semuanya Ar " perintah ayah Riko pada sekretaris Arnold.
" Baik tuan akan segera saya siapkan sekarang " ucap sekretaris Arnold dan berlalu keluar dari ruangan CEO.
Gedung Alfano Corporation
__ADS_1