Dunia Milik Kita Berdua

Dunia Milik Kita Berdua
Episode 7


__ADS_3

Bel pelajaran terakhir pun berbunyi semua murid bergegas menuju kekelas masing masing untuk mengikuti mata pelajaran selanjutnya. Mapel pelajaran terakhir adalah fisika pelajaran yang sangat tidak disukai Putri karena gurunya yang killer. Tapi tidak dengan Zora dia menyukai semua pelajaran karena memang pada dasarnya dia sudah pintar.


" Yah males banget kalo mata pelajarannya pak Jono " ucap Putri sambil menaroh kepala diatas meja.


" Kebiasaan Lo deh put kalo sama pelajaran fisika " ucap Zora.


" Gimana nggak males coba Ra gurunya aja killer banget, kalo ngasih tugas aja nggak tanggung tanggung " kata Putri .


" Killer tapi masih muda dan ganteng Lo put, biasanya yang bening bening gitu Lo embat " ucap Zora.


" Yee gue kalo mau ngembat juga lihat lihat orangnya kalik Ra, udah punya istri masak iya gue embat bisa bisa didamprat bininya lagi gue " ucap Putri sambil mengeluarkan buku pelajaran fisika.


" Hhhhh iya deh Putri cantik " kata Zora dengan mencubit dua pipi Putri.


" Sakit raaaaa " ucap Putri sambil mengelus kedua pipinya yang merah.


" Oh ya put nanti Lo nginep dirumah gue aja ya selama dua hari nyokap bokap gue lagi di Singapure " ucap Zora.


" Siap dah tuan putri Zora " kata Putri.


Tak lama pak Jono masuk dengan wajah khasnya yaitu dingin dan juga galak.


" Ok anak anak mari kita mulai pelajaran hari ini, silahkan kumpulkan tugas yang bapak berikan kemaren, dan bagi yang tidak mengumpulkan silahkan keluar dari kelas " ucap pak Jono tegas. Semua murid mengumpulkan tugasnya masing masing tidak ada satupun yang tidak mengumpulkan karena takut jika mendapat hukuman dari pak Jono.


Setelah pelajaran terakhir selesai semua murid murid keluar dari kelas berhamburan untuk pulang kerumah masing masing. Tapi tidak dengan Arsha seperti biasa dia harus pergi kekantor terlebih dahulu sebelum pulang ke rumahnya.


" Sha Lo langsung balik apa kekantor dulu " tanya Kai.


" Seperti biasa Kai gue kekantor dulu baru setelah itu gue pulang...kenapa emang " jawab Arsha.


" Gapapa gue cuma mau main kerumah Lo aja gue kangen ama Tante Wina " ucap Kai.


" Oh ok Lo duluan aja nanti gue susul gak lama kok gue dikantor " ucap Arsha.


" Emm ok lah gue tunggu dirumah Lo aja kalo gitu " ucap Kai.


" Hemm gue duluan Kai, bye " ucap Arsha berlalu meninggalkan Kai menuju ke parkiran sekolah. Saat ingin masuk mobil tiba tiba Veronika datang menghampiri Arsha.

__ADS_1


" Arsha gue boleh nebeng Lo nggak, soalnya hari ini gue nggak bawa mobil " kata Veronika mencoba untuk mendekati Arsha.


" Sorry gue nggak bisa ver gue buru buru " tolak Arsha sebenarnya dia udah tau taktik dari cewek seperti Veronika ini yang ingin mendekatinya.


" Emang mau kemana sih " tanya Veronika mencoba menyelidiki.


" Bukan urusan Lo " jawab Arsha singkat sambil masuk mobi lalu melajukan mobilnya keluar dari sekolah.


Veronika menatap kepergian Arsha dengan rasa kesal baru kali ini ada cowok yang nggak tertarik dengan dirinya bahkan menolak permintaannya.


" Gue nggak akan nyerah sha gue akan bisa dapetin Lo dengan cara apapun " guman Veronika lalu pergi menuju mobilnya sendiri karena tadi dia hanya pura pura tidak membawa mobil karena agar bisa nebeng dengan Arsha tapi kenyataannya malah dia ditolak Arsha mentah mentah.


Hari ini entah ada apa mobil yang ditumpangi Zora dan Putri mengalami ban bocor saat perjalanan pulang. Dan lagi lagi jauh dari bengkel, ditambah lagi cuaca sangat panas.


" Yah bocor lagi gimana nih pak Karjo " tanya Zora.


" Kita nunggu montirnya non karena disini jauh dari bengkel " jawab pak Karjo.


" Masih lama nggak pak " tanya Putri.


Dari kejauhan ada mobil mewah yang mendekat ke arah mereka, yang tak lain adalah Arsha. Arsha menawari tumpangan pada dua gadis cantik ini.


" Hai Ra kenap mobil kamu " tanya Arsha.


" Ban nya bocor kak " jawab Zora yang keget tiba tiba Arsha ada dihadapannya.


" Ohhh gimana kalo kalian bareng aku aja " ucap Arsha. Bukan buatan senang Putri yang dari tadi melongo mendengar Arsha menawari tumpangan segera masuk kedalam mobil Arsha.


" Ehh put gak sopan banget si Lo main nyolong masuk aja " ucap Zora. Putri hanya mebalas dengan senyuman tanpa rasa salah diwajahnya.


" Gapapa Ra lagian ni cuaca lagi panas banget mending bareng aku aja " ucap Arsha.


" Beneran ni kak nggak ngrepotin kak Arsha kan " tanya Zora.


" Iya sama sekali nggak repot gue udah ayo buruan masuk " ucap Arsha sambil membukakan pintu untuk Zora.


" Ya udah kalo gitu kak, pak Karjo saya duluan ya pak Karjo hati hati " ucap Zora lalu masuk ke dalam mobil Arsha.

__ADS_1


Kemudian Arsha melajukan mobilnya menuju rumah Zora di dalam perjalanan tidak ada kata apapun yang keluar dari mulut mereka. Hingga akhirnya Zora memulai percakapan


" Kak maafin sikap Putri tadi ya ng nggak sopan main masuk aja ke mobil kakak " ucap Zora.


" Gapapa Ra santai aja kalik, oiya gue belum tau alamat Lo nih " ucap Arsha.


" Alamat rumah aku perumahan xxx nomor 35 kak " ucap Zora.


" Ok " jawab singkat Arsha yang masih fokus dengan setirnya.


Tak lama kemudian mereka sampai di depan rumah Zora saat menoleh kebelakang ternyata putri udah dibawah alam sadarnya alias tidur. Lalu Zora membangunkannya " Ehh put bangun dah sampai ni kita " ucap Zora.


" Eunghhh kita dah sampai ni " tanya putri dengan suara khas orang bangun tidur.


" Udalah dari tadi Lo si ngebo mulu " jawab Zora. Arsha hanya tersenyum melihat dua gadis cantik ini berinteraksi.


" Emm makasih ya kak Arsha maaf kalo ngrepotin kakak " sambung Zora.


" Iya sama sama Ra gue nggak ngrasa direpotin kalian berdua kok " ucap Arsha.


" Kak Arsha nggak mau mampir dulu " tanya Zora.


" Nggak Ra lain kali aja ya soalnya gue mau ke kantor dulu " jawab Arsha.


" Emm ok makasih ya kk " ucap Zora berterima kasih sekali lagi pada Arsha.


" O iya makasih juga kak sudah dianterin Sampek rumah " ucap Putri.


" Sama sama gue duluan Ra put " ucap Arsha sambil tersenyum manis.


" Ok kak hati hati " ucap Zora membalas senyum Arsha yang juga sangat manis sekali.


" Ok " jawab Arsha berlalu meninggalkan kediaman Zora untuk segera menuju kantor.


" Cie cie yang udah perhatian ni sama kakak idola " ucap Putri menggoda Zora.


" Ihss apaan si put ngaco deh Lo " ucap Zora sambil berlari masuk kedalam rumah karena dia tidak mau kalo sahabatnya melihat wajah merahnya karena malu.

__ADS_1


__ADS_2