
Zora dan Putri masih berada dibawah alam mimpinya. Mungkin karena kelelahan kedua gadis ini tertidur dengan nyenyaknya. Tak lama Zora bangun melirik jam yang sudah menunjukan pukul 16:00 wib.
" Put bangun dah sore ni, katanya mau keluar jalan jalan " ucap Zora membangunkan Putri. Sore ini mereka berencana untuk pergi keluar sekaligus merefresh otak.
" Bentar lagi Ra lima menit lagi " ucap Putri yang masih memejamkan kedua matanya.
" Ah Lo bilangnya lima menit tau tau satu jam baru bangun Lo " ucap Zora sambil membereskan selimutnya.
" Ya ya ni udah bangun bawel " ucap Putri dengan bangkit dari tidurnya.
Setelah itu Zora berlalu untuk membersihkan badannya yang sudah sangat terasa lengket. Begitu juga dengan Putri setelah Zora selesai mandi kini gilirannya untuk membersihkan diri juga. Setelah membereskan diri masing masing mereka bersiap untuk pergi sebelum sore berlarut menjadi malam. Tak lupa mereka memberi tahu pada pelayan jika mereka pergi keluar agar nantinya para pelayanan tidak bingung mencari mereka.
" Bik Murti kita mau keluar sebentar titip rumah ya kalo ada apa apa segera hubungi Zora " ucap Zora pada bik Murti kepala pembantu di rumahnya
" Baik non dan hati hati di jalan ya non " ucap bik Murti.
" Iya bik kalo gitu kita pergi dulu, assalamualaikum " ucap Zora.
" Dah bik Murti " ucap Putri sambil melambaikan tangan pada bik Murti.
" Waalaikumsalam non, selamat bersenang senang non Zora non Putri " ucap bik Murti. Memang bik Murti sudah dianggap seperti keluarga sendiri oleh keluarga Zora.
__ADS_1
Merekapun pergi keluar dengan diantar pak Karjo menggunankan mobil menuju salah satu mall terbesar di kota Jakarta.
Penampilan Zora cantik dan imut kanππ
Kalo ini penampilan Putri gimana nggak kalah cantikanππ
πππππ
Sementara dikantor Arsha sedang melangsungkan rapat bersama para karyawannya. Membahas tentang adanya salah satu karyawan yang menggelapkan dana perusahaan.
Arsha keluar dari ruang rapat diikuti sekretaris Iqbal dibelakangnya.
" Bal buat dia jera atas apa yang dilakukannya terhadap perusahaan " ucap Arsha terdengar rendah tapi cukup untuk membuat pendengarnya tahu bahwa dia tidak sedang bermain main.
" Baik tuan muda saya akan melakukan sesuai keinginan anda " ucap sekretaris Iqbal yang sudah tau apa yang harus ia lakukan.
" Hemm baiklah sekarang kita pulang " ucap Arsha dengan dinginnya.
__ADS_1
" Baik tuan muda " ucap sekretaris Iqbal.
Arsha berlalu keluar dari gedung kantornya bersama sekretaris Iqbal untu pulang. Mereka sedikit terlambat sampai dirumah karena kondisi jalan yang macet dijam pulang kerja seperti ini.
Penampilan Arsha hari ini ganteng dan berwibawa kanππ
ππππ
Di kediaman Pratama Kai sedang kesal dan terus menerus mengumpat Arsha dalam ucapannya. Karena telah dibuat menunggu lama oleh sahabatnya tersebut, Arsha bilang bahwa dia tidak akan lama dikantor tapi sampai malam begini Arsha belum menunjukan batang hidungnya.
" Awas aja Lo sha, sampai rumah gue bikin dendeng Lo " umpat Kai pada Arsha.
Tiba tiba mama Wina datang dari arah belakang menghampiri kai yang berada di balkon atas. Mama Wina mengajak Kai untuk masuk dan makan malam terlebih dahulu.
" Kai ayo masuk makan malam sudah siap " ucap mama Wina .
" Iya Tante bentar lagi Kai masuk, Kai masih suka disini dulu sambil menunggu cecunguk Arsha " ucap Kai tanpa ragu menyebut Arsha dengan embel embel cecunguk.
" Emm ya sudah kalo gitu, tante masuk dulu ya " ucap mama Wina berlalu masuk kedalam rumah.
__ADS_1
Tak lama mobil mewah Arsha tiba dihalaman rumahnya. Kai yang melihat kepulangan Arsha dari atas balkon menatap dengan intens sambil bergumam " Pulang juga tu anak, siap siap Lo sha gue pilin pilin biar sekalian jadi lilin " gumam Kai dengan kesalnya.
Arsha menyadari jika Kai sedang menatapnya dari atas balkon dengan kesal karena sudah menunggu lama dirinya. Arsha masuk dan langsung pergi ke kamar untuk membersihkan diri sebelum menemui sahabatnya tersebut.