Dunia Milik Kita Berdua

Dunia Milik Kita Berdua
Episode 6


__ADS_3

Bel masuk sudah berbunyi semua murid murid termasuk Zora pun masuk menuju kelas masing masing. Sesampainya didalam kelas Zora langsung mendapat tatapan tajam dari Putri. Zora sudah tau bahwa sahabatnya tersebut sedang ada sesuatu yang ingin dia tanyakan padanya. Zora langsung duduk dikursi samping Putri.


" Ra Lo harus jelasin ke gue ya kalau berita itu bener atau nggak " ucap Putri dengan nada menekan.


" Berita apaan?? terus gue harus jelasin apaan ke Lo ?? tanya Zora yang berpura pura tidak tahu dengan apa yang terjadi.


" Emang bener tadi Lo ngobrol berdua sama kak Arsha? " ucap Putri balik bertanya pada Zora.


Sebelum Zora menjawab guru mata pelajaran pertama sudah masuk ke kelas. Seketika raut wajah Putri berubah menjadi kesal karena belum mendapat jawaban atas rasa penasarannya. Zora yang tau bahwa sahabatnya sedang kesal hanya terkikik geli menahan tawanya.


Bel istirahat pertama berbunyi banyak murid pergi berhamburan ke kantin. Zora yang sedang membereskan buku pelajarannya menatap bingung kearah Putri.


" Lo kenapa si put dari tadi kok cemberut aja " tanya Zora.


" Ni semua gara gara Lo tau " jawab Putri.


" Kok gara gara gue si " tanya Zora heran.


" Lo belum jawab pertanyaan gue tadi, dan alhasil jiwa kepo gue meronta ronta dari tadi dan membuat gue gak fokus ama pelajaran tadi " jawab Putri.


" Yeee itu ma salah Lo aja kalik, sipa suruh Lo pikirin hahahah " ucap Zora sambil tertawa karena menurutnya sahabatny ini lucu. " Ya udah kekantin dulu yuk nanti disana gue jelasin " sambung Zora kemudian.


" Ok let's go baby " ucap Putri sambil menarik Zora menuju kantin.


Sesampainya di kantin Putri langsung memesan beberapa makanan dan juga jus, tak butuh waktu lama pesenam mereka pun datang. Ditengah kegiatan makan mereka Putri teringat dengan janji penjelasan dari Zora.


" Ra cepetan jelasin tentang berita tadi " ucap Putri.


" Sabar kalik geu lagi makan ni kalau tesedak nanti gimana coba " jawab Zora.


" Yaudah cepetan ditelen tu makanan " perintah Putri tidak sabar.


" Ok gue jelasin jadi berita tadi pagi itu memang benar adanya, karena nggak sengaja gue berpapasan sama kak Arsha dan diwaktu bersamaan gantungan tas gue jatoh terus dia ambil dan di kasih deh ke gue " ucap Zora sambil melanjutkan makannya.


" Terus terus gimana " tanya Putri.

__ADS_1


" Ya terusa nabrak tiang listrik " seloroh Zora.


" Yee gue ni serius nanya Ra " ucap Putri.


" Lagian Lo terus teruss ya teruss udah sampek gitu aja dia ngajak kenalan sama gua " ucap Zora.


" Wahhhh Daebak Lo Ra, gue juga pingin kalik kenalan sama kak Arsha " ucap Putri.


" Ya tinggal di ajak kalik put susah amat si " ucap enteng Zora.


" Yee Lo ma enak tinggal bilang gitu gue aja baru didepannya aja udah gemeteran " jawab Putri.


" Lebay Lo put " ucap Zora.


Kemudian merekapun melanjutkan menhabiskan makanan dan minuman mereka.


Dikelas lain Arsha sedang berdebat kecil dengan sahabatnya karena Arsha tidak mau diajak Kai untuk pergi kekantin. Sebenarnya Arsha bukan tidak mau mentraktir sahabatnya tersebut hanya saja dia ingin dikelas.


" Ayolah sha gue dah leperni " rengek Kai dengan wajah memelas kepada Arsha.


" Gue lagi males Kai.....Lo pergi aja sendiri nih gue kasih duit buat Lo beli makan " ucap Arsha.


Mendengar nama Zora Arsha langsung berubah pikiran dia bersemangat untuk pergi kekantin bahkan Kai sampai ditinggalin.


" Ehhh sha mau kemana Lo " tanya Kai sambil mengejar langkah Arsha.


" Kekantin mau ikut gak Lo " jawab Arsha.


" Ye Lo kalo denger nama Zora aja langsung sat set sat set " ucap Kai.


" Nggak gue emang gue berubah pikiran aja, gue haus jadi gue mau kekantin, bukan karena Zora " elak Arsha karena dia belum bisa terus terang pada sahabatnya kalau dirinya mulai tertarik pada Zora.


" Ngibul aja Lo, gue udah nebak isi otak Lo men " ucap Kai sambil tersenyum miring.


" Diem napa nrocos aja Lo dari tadi " kata Arsha.

__ADS_1


Seperti biasa Arsha menjadi pusat perhatian murid perempuan. Bahkan sekarang ada yang berani ngasih hadiah kepada Arsha. Arsha menanggapinya dengan muka malas karena semua ini sangat membosankan baginya.


Setelah sampai di kantin Arsha dan Kai langsung duduk dan memesan beberapa makanan dan juga jus. Mata Arsha terus mencari cari dimana gadis cantik yang dia kagumi. Matanya menyapu bersih seluruh isi kantin, gadis yang ia cari ternyata duduk dipojokan bersama dengan sahabatnya.


" Ehh sha Lo liatin apaan sih? jangan bilang Lo liatin bidadari Zora ? " Selidik Kai yang ternyata benar kalau sahabatnya itu sedang melihat ketempat Zora berada.


" Iya kenapa emang, masalah buat Lo " jawab Arsha dengan tatapan dingin.


" Kalem bro gue gak akan ganggu Lo deh " ucap Kai bergedik ngeri melihat tatapan Arsha.


Tiba tiba ada yang membuat dirinya panas saat dilihat kembali Zora sudah didatangi oleh dua lelaki yang dibilang gak kalah tampan sama Arsha. Dia adalah Rendi dan Varrel cowok yang juga salah satu idola dari para murid perempuan. Tapi dirinya terkenal playboy dan juga semena mena dengan adik kelasnya. Rendi memang naksir berat sama Zora udah beberapa kali dia menyatakan cinta kepada Zora namun selalu saja Zora menolaknya dengan alasan belum ingin pacaran.


Ditempat duduk Zora dan Putri


" Hay cantik boleh gabung gak " tanya Varrel.


" Emang nggak ada tempat lain apa? noh tempat didepan masih ada tempat kosong " jawab Putri dengan ketus. Karena dari dulu Putri nggak suka sama dua cowok tersebut. Bener sih emang ganteng ganteng tapi buat apa kalo suka mainin persaan.


" Galak amat sih kamu Put " ucap Varrel.


" Terserah gue, gue galak juga cuma sama kalian berdua " ucap Putri. Zora hanya diam sedari tadi karena ia malas menanggapi dua lelaki playboy seperti mereka.


" Kita nih kakak kelas kalian nggak ada rasa sopan sopannya " ucap Rendi yang mulai kesal.


" Hahaha buat apa sopan sama kalian mending sopan ama ayam aja deh " kata Putri sambil tertawa.


" Eh Ra nanti kita jalan yuk, mau nggak ? ajak Rendi pada Zora.


" Sorry kak nanti gue ada urusan jadi gak bisa sekali lagi maaf " tolak Zora dengan lembut.


" Ya udah deh kapan kapan aja tapi Lo harus janji ama gue " ucap Rendi.


" Emmm gimana ya...gue nggak bisa janji deh kak " kata Zora.


" Ya udah deh gue tunggu Lo sampai mau gue ajak jalan bareng " ucap Rendi mnyerah karena sudah berkali kali Rendi mengajak Zora jalan tapi selalu di tolaknya.

__ADS_1


Dari kejauhan Arsha yang melihat interaksi tersebut tersenyum puas karen Zora menolak ajakan Rendi. " Bagus gadis cantik memang nggak salah gue jatuh cinta ama Lo, cepat atau lambat Lo harus jadi milik gua " batin Arsha.


Bel pelajaran terakhir pun berbunyi semua murid bergegas menuju kekelas masing masing untuk mengikuti mata pelajaran selanjutnya.


__ADS_2