
Di kantor Pratama coorporation papa Heru dan mama Wina sedang diruangan CEO. Walaupun hari ini hari libur tapi ada bebeepa hal penting yang harus diselesaikan oleh papa Heru. Mereka membahas tentang sahabat lama mereka dan tentang perjodohan anak anak mereka. Karena dulu mereka sepakat jika nanti anak anak mereka sudah dewasa maka akan di jodohkan.
" Pa kemarin mama udah bicarain soal perjodohan anak anak kita " ucap mama Wina.
" Emang mama kemarin udah ketemu sama Hadi dan juga Rini " tanya papa Heru.
" Ya belum sih pa mama cuma bicara lewat telephone karena mereka sedang berada di Singapure " jawab mama Wina.
" Terus kata mereka gimana ma? " tanya papa Heru lagi.
" Mereka ngajak ketemu pah tapi nanti setelah mereka pulang dari Singapure, kayaknya hari ini mereka pulang deh kita tunggu aja kabar dari mereka " jawab mam Wina.
" Papa harap semoga anak kita nanti mau ya m dijodohin " ucap papa Heru.
" Mama juga berharap begitu pa " kata mama Wina.
Drrrttt drrtty drrrt....tiba tiba handphone mama Wina berbunyi tertera nama seseorang yang mereka tunggu tunggu kabarnya.
" Hallo Rin " ucap mama Wina.
" Hallo win, gimana kabarmu aku kangen banget sama kamu " ucap bunda Rini.
" Aku baik kok, aku juga udah kangen banget sama kamu " kata mama Wina.
" Emm gimana kalau nanti kita makan malam bersama sekalian kita membahas tentang perjodohan anak kita, jangan lupa ajak Heru juga " ucap bunda Rini.
" Baiklah kapan Rin? " tanya mama Wina.
" Gimana kalau nanti malam jam 7 di cafe Roket " ucap bunda Rini.
" Ok baiklah kalau begitu " kata mama Wina.
" Ya udah sampai ketemu nanti ya win, assalamualaikum " ucap bunda Rini.
" Waalaikumsalam " jawab mama Wina kemudian mematikan sambungan telephonenya.
__ADS_1
" Rini ya ma yang telephone? " tanya papa Heru.
" Iya pa mereka ngajak kita makan malam nanti jam 7 di cafe Rolet sekalian membahas perjodohan " jawab mama Wina.
" Ohhh bagus lah kalau begitu " ucap papa Heru.
" Mama jadi nggak sabar ya pa untuk ketemu mereka " ucap mama Wina dengan senyum bahagia.
" Papa juga ma " ucap papa Heru yang kembali menatap layar komputer di depannya.
🍃🍃🍃🍃🍃
45 menit lamanya perjalanan pulang dari bandara, kini keluarga Zora sudah sampai di mansion mereka. Tapi Putri langsung kembali kerumahnya karena harus mengantar neneknya untuk cek up kesehatan di rumah sakit. Sedangkan Reinand langsung pulang kerumahnya karena ayahnya sudah menunggunya. Reinand sudah tidak punya ibu di karenakan ibunya meninggal sebab kecelakan yang menimpa ibunya saat dia masih duduk di bangku SMP.
Setelah masuk ke dalam mansion ayah Hadi dan bunda Rini langsung menuju kamar untuk membersihkan diri sementara Zora duduk di ruang keluarga sambil menonton tv.
Jam menunjukkan pukul 12:00 wib, menandakan waktunya untuk makan siang.
" Non makan siangnya sudah siap " ucap bik Lili.
" Ayah bunda udah waktunya makan siang, ayo turun " teriak Zora di depan pintu kamar.
" Baiklah sayang bunda dan ayah akan segera turun " ucap bunda Rini.
" Ok Zora tunggu dibawah ya " kata Zora.
Kemudian Zora turun menuju meja makan tak lama ayah dan bundanya turun. Mereka segera makan siang, tak ada suara apapun kecuali suara dentingan sendok dan garpu.
Setelah selesai makan siang ayah Hadi dan bunda Rini berbicara serius kepada Zora, menurutnya lebih cepat lebih baik jika Zora tahu bahwa dia akan dijodohkan.
" Ra ayah mau tanya sama kamu, kamu sayangkan sama ayah dan bunda " tanya papa Hadi.
" Tentu ayah, kalian adalah segalanya bagi Zora " jawab Zora ia heran kenapa ayahnya bertanya seperti itu.
" Begini nak Ayah sama bunda ingin menjodohkan kamu dengan anak sahabat kami, kami ingin yang terbaik untu kamu sayang karena kamu adalah putri satu satunya ayah dan bunda " ucap papa Hadi.
__ADS_1
" Apa!!! Zora ingin dijodohin dengan anak sahabat ayah? " tanya Zora kaget.
" Iya sayang " jawab bunda Rini.
" Tapi kan Zora masih sekolah yah bun " ucap Zora.
" Kami tahu sayang tapi itu tidak apa apa setelah kamu menikah kamu masih bisa sekolah lagian calon suami kamu juga baru kelas 3 SMA sebentar lagi juga lulus " jelas bunda Rini.
Zora bingung jika dia menolak maka yah dan bundanya sedih tapi jika ia menerima ia takut kalua pernikahannya akan berakhir tidak bahagia. Zora menarik napas dalam lalu menghembuskan dengan pelan lalu dia berkata.
" Baiklah Zora menerima perjodohan ini, tapi ini hanya demi bunda sama ayah " ucap Zora.
" Syukurlah padahal kami belum meminta jawaban mu tapi kamu sudah menjawabnya, terima kasih sayang " ucap bunda Rini sambil memeluk Zora.
🍃🍃🍃🍃
Sementara di apartemen Arsha sedang tertidur dengan pulasnya. Setelah dari kantor biasanya dia menghabiskan waktunya di apartemen miliknya dengan membaca buku.
Drrrttt drrrttt drrrtt tiba tiba handphone Arsha berbunyi ternyata mamanya yang menelfonnya. Arsha pun bangun lalu mengangkat telfon dari mamanya.
" Hallo ma ada apa? " tanya Arsha.
" Kamu lagi dimana sayang? " ucap mama Wina balik bertanya.
" Lagi di apartemen ma " jawab Arsha.
" Sekarang juga kamu pulang kerumah ya, mama sama papa ada yang ingin di bicarakan sama kamu " ucap mama Wina.
" Emmm baiklah ma Arsha akan segera pulang " jawab Arsha kemudian mematikan sambungan telephonenya.
Arsha lalu bangkit dari tempat tidur berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai mandi dan bersiap dia segera pulang kerumah.
( outfit Arsha )
__ADS_1