Dunia Milik Kita Berdua

Dunia Milik Kita Berdua
Episode 2


__ADS_3

~ Di lain tempat tepatnya dikediaman keluarga Pratama seorang anak laki-laki sedang tertidur pulas diatas kasur king sizenya. "Arsha sayang....bangun nak udah waktunya makan malam" ucap dengan sedikit berteriak seorang wanita paruh baya dibalik pintu kamar tersebut. "Ya ma....Arsha sudah bangun" jawabnya. "Baiklah, cepat turun ayah dan adikmu sudang menunggu di bawah" ucap wanita tersebut yang tak lain adalah mamanya Arsha mama Wina namanya. "Emm iya mah" jawab Arsha. Ya dialah Arsha Handika Pratama putra pertama dari pasangan Heru Pratama dan juga Wina Pratama. Arsha adalah seorang lelaki tampan, pintar, punya tubuh atletis, dan juga dia sedikit agak dingin. Dia adalah pewaris utama dari Pratama Corporations perusahaan terbesar di-Asia yang bergerak di bidang properti, transportasi, dan juga restoran. Arsha saat ini sedang duduk di bangku kelas Xll SMA Nusa Bangsa. Dia juga mempunyai seorang adik yang baru duduk di bangku kelas lX SMP Merdeka. Namanya Vania Pratama, gadis cantik yang super manja, ceria dan juga pintar. Dia juga tidak pernah akur dengan kakaknya Arsha, walaupun itu hanya sebatas cadaan. Tapi dibalik itu semua kedua kakak beradik ini saling menyayangi satu sama lainnya.


Arsha bangun dari tempat tidurnya dan segera menuju kamar mandi, sekitar 10 menit Arsha sudah selesai dan segera keluar menuju keruang ganti. Selesai berganti baju Arsha segera turun kebawah untuk makan malam bersama keluarganya. "Nggak ngrasa apa gimana sih.. ditunggu dari tadi juga dah laper ni perut" ucap Vania dengan nada kesal karena sudah dari tadi ia menunggu kakaknya. Arsha yang tau bahwa adiknya sedang kesal karena menunggunya hanya menanggapi dengan senyuman. Dan dia segera duduk didepan adiknya. " Udah cemberutnya...nanti cantiknya ilang lho" ucap Arsha sambil menggoda adiknya. "Isshh apaan si garing tauk" jawab Vania dengan wajah kesalnya karena kakaknya ini selalu saja menggodanya. Arsha dibikin gemas oleh tingkah adiknya ini walaupun sedang kesal dengannya. "Sudah-sudah cepat makan nanti keburu dingin makanannya" ucap mama Wina menengahi perseteruan kedua anaknya. Di dalam kegiatan makan malam mereka seperti biasa cuma ada keheningan dan juga suara sendok garpu yang saling beradu. Setelah selesai makan malam mereka semua berkumpul diruang keluarga sambil menonton acara tv. " Arsha bagaimana apa kamu besok jadi pindah ke sekolah keluarga kita" ucap papa Heru mengawali percakapan. " Jadi yah " jawab singkat Arsha dengan masih fokus pada laptopnya. " Syukurlah semoga kamu betah sha di sekolah barumu" ucap mama Wina. " Semoga saja ma" jawab Arsha. Memang Arsha akan pindah setelah mama Wina memintanya untuk sekolah di Indonesia saja, setelah sekian lama Arsha menimba ilmu di negeri orang. Dan satu penjelasan lagi walaupun Arsha masih sekolah tapi dia sudah dikasih tanggung jawab oleh papanya untuk mengelola salah satu cabang perusahaannya. Arsha sudah diajari mengelola perusahaan sedari kecil supaya saat dia sudah dewasa Arsha telah matang untuk memimpin perusahaan milik keluarganya. Jadi tak heran diusianya yang baru menginjak 19 tahun dia sudah menjadi seorang direktur muda. Jam menunjukan pukul 21:15 WIB yang artinya waktunya untuk istirahat. " Nia apa kamu tidak pergi tidur, ini udah malam nak waktunya tidur besok kamu bisa telat lo" ucap mama Wina kepada Viona yang masih fokus dengan smartphonenya. " Tauk tuh jam segini masih aja main hp besok kalau telat gimana coba" ucap Arsha sambil mengacak acak rambut adinknya. " Kakak... berhenti mengacak acak rambutku" ucap Viona dengan cemberut. " Udah-udah apa kalian tidak bisa sehari saja tidak membuat suara gaduh" ucap mama Wina yang dari tadi melihat Viona dan juga Arsha saling melempar bantal sambil meneriakan nama mereka masing masing. " Kakak yang mulai duluan ma...."ucap Viona. " Kok kakak sih vi kan dari tadi kakak diem diem Baek terus kamu yang mulai melempar bantal" ucap Arsha memebela diri. " Tauk aht aku kekamar dulu ma capek ngaldenin kakak gilak kayak kak Arsha" ucap Viona yang berlalu ke kamarnya untuk tidur. Sementara Arsha yang dikatin gila oleh adiknya hanya tersenyum karena dia tahu bahwa adiknya hanya bercanda. Mama Wina yang melihat tingkah kedua anaknya hanyalah menggeleng kepala. " Apakah kamu juga tidak pergi tidur sha" tanya mama Wina. " Bentar lagi ma...nanggung" jawab Arsha. " Ya sudah mama sama papa kekamar dulu ya.. ingat jangan lupa untuk cepat tidur agar tidak terlambat besok" ucap mama Wina. " Siap ma..." jawab Arsha masih tetap fokus dengan laptonya. Kemudian mama Wina dan juga papa Heru pun pergi menuju kamar untuk beristirahat. Tak terasa pekerjaan kantor Arsha sudah selesai dia pun langsung bangkit dari tempat duduknya menuju kamar untuk tidur.


__ADS_2