Dunia Milik Kita Berdua

Dunia Milik Kita Berdua
Episode 10


__ADS_3

Pagi berganti siang siang berganti sore, jam menunjukan pukul 3 sore sebentar lagi waktunya jam pulang kerja. Zora dan Putri memanfaatkan itu agar nantinya tidak terjebak macet, karena mereka harus pergi ketoko buku langganan putri.


Di mansion Zora tepatnya dikamarnya dirinya sedang bersiap siap dengan memoles sedikit wajahnya agar tidak terlihat pucat sementara Putri masih berada dikamar mandi.


" Put cepetan dong Lo mandi lama amat sih " ucap Zora.


" Iyaa bawelll ni udah mau kelar " jawab Putri.


" Keburu sore banget nanti, Lo yang ngajak malah Lo yang lemot " ucap Zora sambil memakai sepatunya.


" Berisik Lo Ra kayak Lo cepet aja mandinya " ucap Putri.


" Cepet gue tunggu di bawah " teriak Zora sambil keluar kamar.


Tak lama Putri selesai dengan ritual mandinya kemudian iya segera bersiap siap karena Zora sudah menunggunya di bawah. Setelah selesai bersiap Putri langsung turun menghampiri Zora yang duduk dengan wajah kesalnya karena lama menunggu putri.


" Lama bener Lo, " ucap Zora.


" Ye sorry Ra udah kalik jangan cemberut muluk entar cantiknya ilang lho " ucap Putri sambil merayu Zora agar tidak kesal dengannya.


" Kecantikan gue nggak bakal ilang walaupun ue cemberut kayak apa aja " ucap Zora dengan bangganya.


" Yeee songong Lo, udah ayo pergi entar keburu malem " ucap Putri sambil menarik tangan Zora.


Mereka pergi dengan di antar pak Karjo menuju toko buku yang dimaksud.



Penampilan Zora hari ini.



Penampilan Putri hari ini.


🍃🍃🍃🍃


Sementara di rumah keluarga Pratama Arsha sedang duduk di ruang keluarga menunggu adiknya. Sore ini dia berjanji menemani Vania untuk pergi ke toko buku. Tiba tiba mama Wina menghampirinya dan duduk disebelah Arsha.


" Arsha kamu mau kemana kok udah rapi gitu " tanya mama Wina.


" Mau nemenin Vania ke toko buku ma " jawab Arsha.


" Ohh iya nanti kalau pulang mama pesen martabak manis ya, ditempat biasa mama beli " ucap mama Wina.


" Ok ma nanti Arsha beliin " ucap Arsha.


" Ooh iy sha kamu ingat nggak sama sahabat mama dulu Tante Rini? " ucap mama Wina.


" Tante Rini yang mana ma, Arsha nggak inget " kata Arsha.


" Yang itu lho yang dulu sering main ke rumah kita yang dulu yang sering bawa anak bayinya yang cantik dan kamu sering mengajaknya bermain " jelas mama Wina.


" Entah lah ma Arsha lupa " ucap Arsha yang masih berfikir siapa itu Tante Rini.


" Yaudah deh percuma jelasin sama kamu, kamunya nggak inget " ucap mama Wina.


Tiba tiba Vania datang dan langsung memotong pembicaraan mereka berdua.


" Ayok kak nanti kita keburu malam " ajak Vania.

__ADS_1


" Ok ayok, ma kita pergi dulu ya " ucap Arsha.


" Iya ma Vania pergi dulu " sambung Vania.


" Iya baiklah ingat hati hati di jalan jangan pulang larut malam dan inget pesenan mama sha " ucap mama Wina.


" Waalaikumsalam " ucap mama Wina menjawab salam Arsha.


" Iya ma, assalamualaikum " ucap Arsha sambil mencium tangan mama Wina begitu juga dengan Vania.


Kemudian mereka berangkat menuju toko buka yang dimaksud Vania dan juga toko buku itu sama dengan yang di tuju oleh Zora dan juga Putri.



Penampilan Arsha hari ini.



Penampilan Vania hari ini.


🍃🍃🍃🍃


Di rumah mama Wina terlihat sedang berbicara serius dengan seseorang lewat sambungan telephone.


Mama Wina menanyakan apakah tugas yang diberikannya sudah dilaksanakan atau belum.


[ via telephone ]


" Gimana ndra apakah kamu sudah menemukannya? " tanya mama Wina.


" Sudah nyonya, saya sudah tahu dimana sahabat nyonya itu tinggal " jawab Indra ora suruhan mama Wina untuk mencari tau alamat rumah sahabatnya Rini.


" Emm baiklah kerja bagus sekarang kirim alamat tersebut kepadaku " ucap mama Wina.


" Ok terima kasih " ucap mama Wina.


" Sama sama nyonya " ucap Indra.


" Iya " jawab mama Wina kemudian mematikan sambungan telephonenya. Dan perlu waktu lama mama Wina mendapatkan pesan dari Indra yang berisikan alamat rumah dari Rini.


" Akhirnya aku menemukan mu Rin, aku tak sabar ingin segera bertemu dengan mu dan melanjutkan rencana kita untuk menjodohkan anak anak kita " gumam mama Wina.


🍃🍃🍃🍃🍃


Butuh waktu 45 menit untuk Zora dan Putri sampai di toko buku langganan mereka. Setelah sampai mereka langsung turun dari mobil dan berlalu masuk ke dalam toko buku tersebut. Bersamaan dengan mereka masuk ke dalam toko buku terlihat mobil mewah mamasuki area parkir toko tersebut. Terlihat seorang laki laki tampan dan juga manis turu dari mobil tersebut. Semua orang yang melihat mereka terkagum dengan ketampanan dan kecantikan mereka. Mereka yang tak lain adalah Arsha dan juga Vania.


Setelah turun dari mobil Arsha dan Vania segera masuk ke dalam toko tersebut dan langsung menuju tempat buku yang Vania maksud.



Disaat sedang menemani Vania memilih beberapa buku Arsha mendengar suara perempuan yang tak asing ditelinganya. Dia mendengar dengan seksama suara tersebut, yang semakin lama di dengar suara tersebut mirip dengan suara Zora gadis yang selama ini dia taksir.


" Kenapa aku suara perempuan itu seperti suara Zora " batin Arsha.


Tapi dia segera menepis pikiran tersebut mana mungkin Zora berada di sini pikirnya.


Zora dan Putri sibuk memilih beberapa buku yang akan mereka beli. Disaat mereka sibuk memilih tiba tiba Zora melihat Arsha bersama dengan seorang gadis cantik disampingnya. Zora yang melihat hal tersebut membuat dadanya sesak dan mood berubah menjadi jelek. Apakah itu yang dinamakan cemburu? entahlah dia juga tidak tahu dengan hal itu. Zora belum tahu jika gadis yang bersama Arsha tersebut adalah adiknya sendiri.


" Put masih lama nggak gue udah capek ni pengen pulang " ucap Zora dengan sedikit agak ketus.

__ADS_1


Putri sadar jika temannya ini sedang meresa kesal.


" Iya ni udah dapet bukunya, Lo kenapa sih Ra? " tanya Putri.


" Nggak papa gue udah ayo cepet kita bayar terus langsung pulang " ucap Zora.


" Jangan bo'ong Lo ama gue, muka Lo aja Lo tekuk gitu bilangnya gapapa " kata Putri.


" Beneran gue gapapa put " ucap Zora sedikit menekan nada bicaranya.


" Ok ok gue bayar dulu ni buku teruss baru pulang " ucap Putri sambil berjalan menuju kasir.


Saat sampai di kasir sialnya mereka berbarengan dengan Arsha dan juga Vania. Arsha cukup kaget tapi dia menutupinya dan terlihat seperti biasa saja. Berbeda dengan Zora dan Putri, Zora hanya diam dan seolah tak saling mengenal sedangkan Putri senang bukan main karena bisa bertemu dengan Arsha.


" Hey kak Arsha, ngapain disini kak? " tanya Putri.


" Hay put, ni lagi nemenin Vania beli buku " jawab Arsha.


" Bilang aja kencan pakek alasan nemenin beli buku " batin Zora.


" Pacar kakak ya? " tanya Putri.


" Enggak kok dia..... " belum juga selesai Arsha bicara Putri sudah ditarik oleh Zora.


" Ehhh ni anak main tarik aja " dengus kesal Putri.


" Udah ayo cepet pulang " bisik Zora pelan.


" Ok, kak Arsha kita duluan ya, sampai ketemu bye " ucap sambil melambaikan tangan sedangkan Zora bersikap acuh.


" Ok bye " jawab Arsha singkat.


" Lo apa apaan sih Ra main tarik tarik aja tadi, apa Lo cemburu ya liat kak Arsha sama cewek tadi? " tanya Putri.


" Nggak siapa juga yang cemburu " elak Zora.


" Ngibul Lo Ra " ucap Putri.


" Udah ayo pulang atau mau gue tinggal " ancam Zora pada Putri.


" Ok ok kita pulang " jawab Putri.


Sesampainya di parkiran mereka segera masuk mobil untuk pulang kerumah.


Sementara masih di dalam toko buku tersebut Arsha masih berfikir tumben Zora diam saat bertemu dengannya bahkan bersikap seperti tidak saling kenal. Dia berpikir apakah dia melakukan kesalahan padanya? tapi dia tidak merasa melakukan kesalahan apapun padanya.


" Kakak tadi siapa? " tanya Vania tiba tiba.


" Oh tadi temen sekolah kakak lebih tepatnya adik kelas kakak " jawab Arsha.


" Ohhh temen kakak cantik cantik ya, apalagi yang satu tadi cantik imut banget lagi " yang di maksud Vania adalah Zora.


" Dia memang cantik bahkan paling cantik di sekolah " jelas Arsha sambil tersenyum lebar.


" Cieee kakak suka ya sama cewek tadi? " selidik Vania.


" Apaan sih nggak lah kamu itu belum waktunya untuk mengetahui masalah percibtaan, fokus sekolah aja dulu " ucap Arsha sambil mencubit kedua pipi Vania.


" Iiihhh kak Arsha sakit tauk kebiasaan deh " ucap Vania kesal.

__ADS_1


" Abisnya kamu gemesin banget " ucap Arsha.


Pegawai kasir yang melihat interaksi kakak beradik tersebut ikut tersenyum. Meraka berdua adalah kakak adik yang sempurna tampan dan juga cantik.


__ADS_2