Dunia Milik Kita Berdua

Dunia Milik Kita Berdua
Episode 14


__ADS_3

Arsha yang tidak tahu rencana mereka hanya menurut saja, dia juga tidak tahu bahwa nantinya dia akan bertemu dengan Zora.


Disaat mereka sedang asiknya mengobrol lebih tepatnya hanya para orang saja tiba tiba gadis cantik menghampiri mereka.


" Maaf lama menunggu ayah bunda " ucap Zora.


" Eh sayang, tidak papa kok " kata bunda Rini.


Arsha belum menyadari jika ada Zora didepannya, karena dia sibuk bermain ponsel. Dan juga dia tidak begitu perduli dengan keadaan.


" Apakah dia putrimu Rin? " tanya mama Wina.


" Iya win dia putri tunggal ku " jawab bunda Rini.


" Kau sangat cantik sayang seperti bunda mu dulu " ucap mama Wina.


Kemudian Zora menyalami kedua tangan papa Hadi dan bunda Rini. Zora menyadari jika ada seorang lelaki di depannya tapi di tak berani menyapa. Hingga mama Wina mencolek pundak putranya tersebut agar berhenti bermain smartphonenya. Arsha pun berhenti dan menatap mamanya seolah bertanya ada apa.


" Udah dong sha lihat didepanmu ad gadis cantik apakah kamu tidak ingin berkenalan " ucap mama Wina.


Arsha pun melihat kedepan betapa terkejutnya dia bahwa gadis yang ada dihadapannya adalah Zora. Begitu juga dengan Zora, dia tidak menyangka bahwa didepannya adalah Arsha.


" Zora " ucap Arsha.

__ADS_1


" Kak Arsha " kata Zora.


" Apakah kalian sudah saling kenal? " tanya ayah Hadi.


" Dia adalah kakak kelas ku ayah " jawab Zora.


" Benarkah itu Arsha? tanya papa Heru.


" Iya pah " jawab Arsha singkat.


" Kebetulan sekali ya " ucap mama Wina.


Tak lama pesanan mereka datang tak menunggu waktu lagi mereka langsung menyantap hidangan tersebut. Setelah selesai mereka pun segera melanjutkan keinti dalam acara makan malam tersebut.


" Ya yah zora ingat " kata Zora.


" Dan kamu Arsha tujuan ayah mengajakmu makan malam kesini adalah untuk bertemu dengan calon istrimu " ucap papa Heru.


" Maksud papa apaan sih? " tanya Arsha kaget.


" Maksud papa kamu udah papa jodohin dengan anak dari om Hadi sha " jawab papa Heru.


" Kenapa papa nggak ngasih tau Arsha kalau Arsha mau dijodohin, lagian Arsha kan maaih sekolah pah masak udah mau nikah aja " ucap Arsha dengan nada kesal dia tidak tahu bahwa yang akan dijodohkan dengannya adalah Zora.

__ADS_1


" Apakah kamu tahu bahwa yang akan dijodohkan dengan mu adalah Zora " ucap papa Heru.


Sontak ucapan papa Heru tadi membuat Zora dan juga Arsha kaget bukan main mereka tak menyangka jika mereka berdua sudha dijodohkan.


" Maksud papa Zora adalah calaon istri Arsha? " tanya Arsha.


" Iya sayang Zora adalah calon istrimu " jawab mama Wina mewakili papa Heru.


" Apakah kau menerima perjodohan ini sha? " tanya mama Wina.


" Arsha terserah papa mama aja " ucap Arsha pasrah tapi juga bahagia.


" Berarti Arsha sudah pasti menerima bagimu dengan mu nak Zora? tanya mama Wina.


Zora hanya mengangguk tanda kalau dirinya menerima perjodohan tersebut, dia tidak berani berkata karena dia sangat malu dengan Arsha. Mendapat anggukan tersebut dari Zora membuat para orangtua sangat bahagia karena apa yang mereka harapkan dapat terlaksanakan. Begitu juga dengan Arsha dia bahagia walaupun dia harus menikah di usia muda, tapi tak apa jika istrinya adalah wanita yang selama ini dia sukai.


" Emm ok baiklah 3 hari lagi kalian akan menikah, bukan begitu her? " ucap ayah Hadi.


" Benar kata om Hadi lebih cepat lebih baik, soal sekolah kalian tidak usah pikirkan, karena sekolah tersebut milik keluarga kami sendiri " jelas papa Heru.


" Tapi Zora ingin pernikahannya sederhana saja yah om, dan juga jangan dipublikasikan, karena menurut Zora ini belum saatnya " ucap Zora tiba tiba dengan segala keberaniannya.


" Baiklah nak kami akan mengatur semuanya " ucap ayah Hadi.

__ADS_1


" Kalau begitu kalian sekarang juga bertunangan " mama Wina sambil menyerahkan kotak kecil yang berisi cincin kepada Arsha. Kemudian Arsha dan juga Zora memakaikan cincin di masing masing jari mereka. Ada rasa aneh dihati mereka masing masing, apalagi Zora kini mukanya sudah seperti tomat karena malu, tapi tidak dengan Arsha walaupun dia gugup tapi dia bisa menyembunyikan perasaan tersebut.


__ADS_2