
Di pagi yang cerah sinar matahari masuk melalui celah-celah jendela. Seorang gadis cantik yang masih dengan nyamannya tertidur pulas dibawah selimutnya. Jam telah menunjukkan pukul 06:15 WIB. Tok tok tok....terdengar orang mengetuk pintu kamarnya, yang tak lain adalah bunda Rini. " Zora bangun sayang....waktunya mandi dan segeralah turun kebawah untuk sarapan" ucap bunda Rini. " Hoaammm...ya bun Zora udah bangun ni " jawab Zora. Bunda Rini terbiasa membangunkan Zora lebih awal agar nantinya terbiasa jika dia sudah berumah tangga nantinya.
Di bawah tepatnya dimeja makan ayah Hadi sedang menikmati secangkir kopi sambil membaca koran. " Gimana bun..Zora udah bangun?" tanya ayah Hadi. " Udah yah bentar lagi juga turun kok" jawab bunda Rini sambil membatu pelayan menyajikan sarapan diatas meja.
Dikamar Zora segera bangkit dan menuju kamar mandi, tak lupa dia melakukan konser mini dilamar mandi dan hanya dirinyalah yang mendengar suaranya yang pas pasan itu. Untung saja kamarnya Zora kedap suara jadi suara sekeras apapun tidak akan terdengar hingga luar kamar. Setelah selesai dengan ritual mandinya Zora segera ke ruang ganti untuk memakai seragam sekolahnya. Tak lupa memoles wajahnya dengan sedikit make up karena dia tidak suka yang menor-menor, dan membiarkan rambut sedikit ikalnya terurai membuat Zora semakin cantik. Emang dari orok udah cantik kalik ya jadi mau didandanin kayak apa juga tetep cantik. Setelah selesai Zora segera turun ke bawah untuk sarapan bersama ayah dan bundanya. " Selamat pagi ayah bunda..." sapa Zora sambil mencium kedua pipi ayah bundanya. " Pagi sayang " jawab ayah Hadi. " Pagi juga anak bunda, duduklah segera habiskan sarapanmu sayang " sambung bunda Rini. Zora pun segera melahap sarapannya, setelah selesai ia pun segera pamit untuk berangkat ke sekolah. Karena hari ini di harus berangkat pagi dikarenakan dirinya ada jadwal piket." Yah..Bun..Zora berangkat dulu ya....assalamualaikum.. " ucap Zora sambil mencium kedua tangan ayah bundanya. " Waalaikumsalam sayang hati-hati dijalan ya " jawab ayah Hadi. " Waalaikumsalam kasih tau ama pak Karjo jangan ngebut ya Ra.. " ucap bunda Rini. " Siap ayah bunda " ucap Zora. Dia pun segera keluar menuju mobil karena sudah ditunggu oleh pak Karjo sopir pribadi keluarga Zora.
🍃🍃🍃🍃🍃
Di kediaman Pratama Arsha sudah siap dengan seragam sekolah barunya. Hari ini adalah hari pertama disekolah barunya tersebut. " Kak udah ditunggu papa mama dibawah " ucap Viona yang tiba-tiba nongol di depan pintu kamar Arsha. " Ya ampun dek...ngagetin aja kamu, ya baiklah kakak akan segera turun " jawab Arsha. " Emm baiklah cepat ya gak pakek LAMA " ucap Viona dengan sedikit menekan kata lama. " Iya ya bawel " jawab Arsha. Setelah memanggil kakaknya Vania segera turun menuju meja makan. " Apakah kakakmu sudah bangun Vi? " tanya mama Wina. " Sudah ma " jawab Viona. Tak lama kemudian Arsha turun munuju meja makan, dia terlihat tampan menggunakan seragam barunya.
" Selamat pagi semua " sapa Arsha. " Pagi " ucap mereka secara bersamaan. " Duduklah sayang, habiskan sarapanmu kemudian baru berangkat " ucap mama Wina. " Emmm baiklah ma " ucap Arsha dengan datar dan segera duduk di samping adiknya. Memang Arsha sedikit dingin jadi tidaklah salah kalau terkadang dia berekspresi datar.
Setelah selesai sarapan Arsha pun pamit untuk berangkat sekolah. " Ma pa Arsha berangkat dulu ya...dek kamu sekalian berangkat ma kakak?" tanya Arsha. " Nggak kak nanti aku berangkat ama ayah aja " jawab Viona. " Emmm.. baiklah " ucap Arsha. " Aku berangkat dulu ma pa...assalamualaikum " ucap Arsha sambil mencium kedua tangan orangtuanya. " Waalaikumsalam hati-hati dijalan sha " jawab papa Heru. " Waalaikumsalam sayang ingat jangan ngebut ya naik mobilnya " ucap mama Wina.
" Siap ma pa " jawab Arsha. Arsha segera menuju garasi untuk mengeluarkan mobil kesayangannya Lamborghini Aventador dan segera berangkat menuju sekolah.
__ADS_1
~ Di sekolah SMA Nusa Bangsa ~
Sesampainya disekolah Zora pun segera masuk untung ini masih pagi jadi belum banyak siswa lainnya masuk. Saat berjalan menuju koridor kelas putri sahabatnya datang menghampiri dirinya " Eh Ra gue panggil-panggil dari tadi juga nggak dengar ya Lo " ucap putri sambil ngos-ngosan karena mengejar Zora. " Sorry nggak kedengeran gue put " jawab Zora. " Tumben Lo jam segini udah berangkat biasa juga siang baru masuk Lo " ucap putri yang masih mengatur pernafasannya. " Enak aja berangkat siang gue itu selalu tepat waktu ratu halu, lagian hari ini gue ada jadwal piket " ucap Zora. " Ohhhh gitu....tadi apa kamu bilang apa gue ratu halu? " tanya putri yang mendengar dirinya dipanggul ratu halu oleh Zora. " Iya kan emang fakta hhhh udah ayuk aht masuk keburu anak-anak pada masuk kelas nih " ucap Zora sambil pergi meninggalkan putri. " Ehh main ninggal-ninggal aja nih bocah, woyyy tungguin gue Ra " ucap putri sambil mengejar Zora.
Setelah selesai melakukan jadwal piketnya Zora pun mengajak putri untuk ke kantin masih ada waktu sekitar 10 menit sebelum bel berbunyi. Untuk membeli minuman karena tugasnya tadi udah cukup buat tenggorokannya kering. Dalam perjalanan menuju kantin samar-samar Putri anak-anak sedang bergosip tentang anak baru. Seketika jiwa kepo Putri pun meronta-ronta, untuk mengetahui apa yang sedang mereka bahas.
" Hey sil ada berita AP sih kok kayaknya Lo seru banget gosipinnya " tanya Putri pada temannnya sebut saja namanya Sisil. " Oh..itu put nanti ada siswa baru pindahan dari Korea, katanya sih anak dari pemilik sekolah ini " jawab Sisil. " Whattt anak baru? anak pemilik sekolah ini? " tanya putri dengan rasa penasaran yang meningkat. " Terus terus gimana tuh cowok Sil " tanyanya lagi. " Katanya sih dia ganteng banget kayak oppa-oppa Korea " sambung Sisil. Zora pun hanya jadi pendengar setia karena dia tidak begitu tertarik dengan yang namanya cowok.
" Hehehe bener juga Lo put " tawa Zora dengan songongnya. " Ehh makasih ya sil atas infonya " ucap Putri sambil berlalu pergi kekantin. " Sama-sama put " jawab Sisil. Putri tak sadar jika dia meninggalkan Zora " Ehh ni anak main ninggal orang aja " ucap Zora. " Gue duluan ya sil bye.. " sambung Zora sambil mengejar putri. " Bye " balas Sisil.
Perlu waktu 30 menit untuk Arsha sampai disekolah barunya. Setelah tiba di sekolah Arsha langsung memakirkan mobilnya diparkiran sekolah banyak anak\-anak yang memandang dengan takjub siap gerangan pemilik mobil mewah tersebut. Lalu Arsha pun turun dari mobilnya dan langsung segera berjalan menuju ruang kepala sekolah. Saat berjalan melewati koridor kelas X Arsha dibuat bingung dengan cewek\-cewek yang berteriak histeris saat melihatnya. Mereka melihat Arsha dengan tatapan takjub mana ada si yang nggak tertarik ama cowok yang cakepnya minta ampun. Dengan gaya coolnya Arsha berjalan tanpa memperdulikan cewek\-cewek yang menatapnya.
__ADS_1
Bahkan ada yang Sampek mengajaknya berkenalan tapi Arsha hanya menanggapinya dengan senyuman tipis. Dan itupun sukses membuat cewek\-cewek terpana. Setelah sampai di depan ruangan kepsek Arsha pun segera masuk. Tok tok tok " selamat pagi permisi pak " ucap Arsha. " Selamat pagi silahkan masuk " ucap pak Roni selaku kepala sekolah SMA Nusa Bangsa. " Ehh nak Arsha ya anaknya tuan Heru Pratama " tanya pak Roni. " Iya pak perkenalkan nama saya Arsha Handika Pratama " jawab Arsha.
" Silahkan duduk nak Arsha bapak akan mengurus surat\-suratmu tersebut dahulu " sambung pak Roni. Setelah selesai pak Roni pun mengantar kan Arsha menuju kekelasnya. Sepanjang jalan koridor kelas banyak para murid khususnya cewek berjejer di depan kelas. Karana mereka penasaran akan sosok murid baru tersebut. Arsha hanya menunjukkan wajah datarnya saat dirinya jadi bahan perhatian para murid\-murid. Ia merasa risih atas tatapan \- tatapan para murid perempuan.
Sesaat Zora dan juga Putri kembali ke kelas sehabis dari kantin. Nampak di koridor depan banyak murid berkumpul dan itupun membuat Zora dan juga Putri penasaran.
" Eh put ada apaan sih didepan? " tanya Zora penasaran.
" Mana gue tahu Ra mungkin ada artis nyasar kalik " jawab Putri seenaknya. " Sembarangan aja Lo put mana ada artis nyasar kesini " ucap Zora. " Ya udah kita kedepan aja dari pada kita penasaran " ajak Putri sambil menarik tangan Zora.
Saat sampai didepan mereka tidak melihat apapun karean terhalang oleh banyaknya para murid. Tanpa aba\-apa Putri menarik tangan Zora untuk masuk ke baris depan. Dia tidak menghiraukan teman"nya yang kesal karena asal nylonong aja. " Gilak Lo put main nylonong aja " ucap Zora. " Biarin gak perduli gue " jawab Putri. Memang Putri adalah cewek yang sikapnya agak sedikit bar\-bar.
Tunggu episode selanjutnya ya......
__ADS_1