DUSUN RAHAYU

DUSUN RAHAYU
BAB 12


__ADS_3

Sore itu Silvi baru saja pulang dari kampus dan dari kejauhan dia melihat Bu Sri keluar dari rumah nya. Silvi tidak berpapasan dengan Bu Sri. Karena, Bu Sri mengambil arah jalan lain untuk pulang.


Sesampainya di rumah


"Tadi ada tamu, Mbok?" tanya Silvi penasaran.


"Gak ada, Non"


"Beneran, Mbok!"


"Iya, Non!"


"Tadi sebelum Silvi sampai ke rumah. Silvi kayak ngelihat Bu Sri, deh"


"Bu Sri siapa, Non?"


"Yang kemarin Silvi ceritain, Mbok. Dia kepala perpustakaan di kampus Silvi kuliah, Mbok "


"Mungkin hanya perasaan non Silvi aja" Ucap Mbok Mirna. Mbok Mirna langsung pergi meninggalkannya menuju dapur.


"Mbok Mirna kenapa ya?" Tanya hati Silvi. Silvi merasa lelah dan memutuskan untuk beristirahat sejenak di ranjang sofa dan akhirnya dia pun tertidur pulas.


"Non, bangun. Waktunya makan malam" ucap Mbok Mirna membangunkan Silvi. Silvi pun terbangun dari tidurnya.


"Jam berapa, Mbok?" Tanya Silvi sambil meregangkan tubuhnya.


"Mau jam 8 malam, Non" mengetahui hari sudah malam, Silvi agak sedikit kaget. Karena, dia merasa tidur hanya sebentar saja.


"Yang benar, Mbok. Perasaaan Silvi tidur cuma sebentar, deh"


"Yaudah sana mandi, Non. Habis mandi, makan, baru lanjut istirahat lagi"


"Iya, Mbok" Silvi bergegas pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan seluruh badan nya yang sudah lengket dengan keringat. Setelah selesai mandi, Silvi menghampiri Mbok Mirna yang sedang mempersiapkan makan malam untuknya. Setelah menaruh handuk di bangku dekat meja makan, Silvi pun mulai melahap makan malam yang memang sudah di sediakan Mbok Mirna.


"Oh ya Mbok. Di dusun Lengger kenapa di tinggal sama penduduk nya ya?"


"Mbok kurang tahu, Non. Oh ya, Non kok bisa KKN di dusun Rahayu?"


"Yang milih Dusun Rahayu untuk KKN temen Silvi, Mbok."


"Memangnya, gak ada tempat lain selain Dusun Rahayu, Non?"

__ADS_1


"Sebenarnya ada sih, Mbok. Dusun Muara, malah Silvi pernah mampir ke dusun itu. Masih di kaki gunung kembar juga"


"Kalau dusun Muara, Mbok tahu. Mbok masih punya saudara di sana. Kenapa gak di sana aja, KKN nya?"


"Sudah gak bisa, Mbok. Soalnya udah Silvi daftarin nama dusunnya ke Kampus. Besok juga udah hari pembekalan untuk KKN"


"Kalau Mbok saranin, mending di Dusun Muara aja, Non. Nanti biar di bantu sama saudara mbok yang tinggal di sana!"


"Kalau pun bisa, Silvi engga enak sama kepala dusun Rahayu, Mbok" ujar Silvi. Setelah makan malam selesai Silvi pun bergegas menuju kamarnya untuk beristirahat.


***


Keesokan harinya.


Pagi itu Silvi sudah berada di kampus untuk melaksanakan pembekalan KKN. Silvi sudah bersama kelompoknya, Denis, David dan Mocil. Namun baru saja kegiatan pembekalan di mulai, kelompoknya Silvi di panggil untuk menghadap ke Dosen pembimbing lapangan.


Sesampainya di kantor Dosen Pembimbing Lapangan.


"Ada apa ya, Pak. Manggil kita-kita ?" Tanya Silvi.


"Jadi gini, Sil. Untuk KKN kelompok kamu di dusun Rahayu itu di batalkan"


"Kok, di batalkan, Pak?" Tanya Silvi.


"Alhamdulillah di batalin" ujar Mocil.


"Setuju" papar David.


"Kok, loe berdua malah senang!" Ujar Silvi.


"Memangnya kenapa di batalin, Pak?" Tanya Denis.


"Bukannya di batalin, tapi ganti lokasi. Bapak sudah memilih tiga lokasi dusun untuk kalian. Dusun Langkat, dusun seruni dan dusun Muara. Kalian tinggal pilih dusun yang mana untuk kalian melaksanakan KKN"


"Alasannya di batalin kenapa Pak, ada yang salah dengan dusun Rahayu?"


"Tidak ada yang salah, hanya saja kemarin Bapak survey ke dusun Rahayu, warga di sana sangat cetus dan tidak ramah menyambut Bapak. Jadi untuk kebaikan kalian bapak ganti ke dusun yang lain"


"Kalau itu keputusan, Bapak. Saya sangat setuju" jawab Mocil.


"Apa lagi gue" sahut David.

__ADS_1


"Gimana, Den?"


"Yaudah, ikutin aja gimana baiknya" ujar Denis.


"Jadi, gantinya kalian mau KKN di dusun apa?"


"Di dusun Muara aja deh, Pak. Di sana masih ada keluarga Mbok saya"


"Ya udah kalau begitu, besok kalian bapak jadwalkan untuk Observasi di dusun Muara"


Setelah mendapatkan penjelasan, mereka pun langsung pamit pergi untuk melanjutkan kegiatan pembekalan KKN nanti.


***


Siang itu di kampus, Silvi, Denis, David dan Mocil sedang membahas masalah KKN mereka.


"Akhirnya, gak jadi KKN di dusun Rahayu" ujar Mocil.


"Loe malah senang, Cil" sahut Denis.


"Gue juga ikut senang, Cil. Lagian yang bikin gue gak betah itu bukan dusun Rahayu nya, tapi kalau mau ke dusun Rahayu nya. Jalannya serem"


"Namanya juga dusun di bawah kaki gunung, Vid"


"Gue jadi gak enak sama pak Sugeng"


"Iya, Sil. Padahal waktu kita ke sana warga nya ramah banget"


"Iya, Den. Aneh banget. Tunggu dulu deh. Waktu itu gue sempet lihat pak Sugeng, lihat Bu Sri mampir ke rumah gue, semalam Mbok Mirna nyaranin pindah lokasi buat KKN dan sekarang KKN benar-benar pindah lokasi, kok gue merasa ada yang janggal ya"


"Itu perasaan loe aja kali, Sil" ujar Mocil.


"Yaudah, besok mau berangkat jam berapa ke dusun Muara?" Tanya David.


"Siang aja, Den. Dusun Muara Deket, sejam juga nyampe. Soalnya gue pernah ke sana"


"Loe pernah ke dusun Muara, Sil?"


"Pernah, Cil. Tempatnya gak kayak dusun Rahayu, dusun Muara masih terjangkau sama kendaraan roda empat"


"Kenapa gak dari kemarin kemarin aja lokasinya di dusun Muara, Sil"

__ADS_1


"Bener tuh, kata si Mocil."


"Sudah-sudah jangan di bahas lagi, Yaudah, fix besok kita observasi ke dusun Muara" ujar Denis.


__ADS_2