
Siang itu, Silvi sedang menyicil program kegiatan KKN di kantin seorang diri. Denis pun datang menghampirinya.
"Serius benar, Sil?" Tanya Denis yang langsung duduk di sampingnya.
"Gue kira siapa, gue lagi nyicil program kegiatan KKN kita nanti" Ujar Silvi.
"Memangnya masih belum lengkap, Sil?"
"Belum, Den. Oh ya, nanti kalau sudah selesai KKN, loe yang maju buat presentasi ya!" Pinta Silvi.
"Aduh, jangan gue deh. Si Mocil aja, Sil" Mocil pun datang menghampiri mereka berdua.
"Kayanya lagi ngomongin gue, nih" ujar Mocil.
"Nah, kebetulan. Cil nanti loe ya yang maju buat presentasi"
"Jangan gila dong, Sil. Gue kan demam panggung. Mending si David aja, Sil" David pun datang menghampiri mereka bertiga.
"Lagi ngomongin gue, nih"
"Nah, kebetulan lagi. Vid, nanti loe yang maju buat presentasi ya?"
"Gampang itu mah, KKN nya aja belum di laksanakan" ujar David
"Oh, Yaudah kalau gitu, gue cabut duluan. Loe mau ikut gak, Cil?"
__ADS_1
"Ikut, Vid. Lumayan hemat ongkos" ujar Mocil. David dan Mocil pun meninggalkan mereka berdua.
"Den, gue udah nyari informasi tentang dusun Rahayu di google. Tapi, gak ada informasi sama sekali yang gue dapat. Apa jangan-jangan dusun Rahayu itu dusun setan"
"Jangan ngomong sembarangan, Sil. Kalau dusun setan. Sewaktu kita di dusun itu, kita gak akan bisa pulang, Sil"
"Iya juga ya, tapi bentar deh" Silvi pun menunjukkan sesuatu yang dia ketahui.
"Titik ini menunjukan Dusun-Dusun yang ada di kaki gunung kembar. Tapi, gak ada yang namanya dusun Rahayu. Dan yang benar-benar mirip dengan dusun Rahayu itu ada satu dusun. Namanya dusun Lengger. Jarak antara dusun Lengger dengan dusun angkara, kurang lebih 7 jam seperti yang di katakan sama pak Sugeng, kalau jarak dusun Rahayu dengan dusun tetangga jaraknya 7 jam"
"Iya juga, ya. Coba loe cari informasi tentang dusun Lengger, Sil?"
"Justru itu, Den. Informasi dusun Lengger cuma sedikit yang gue dapat"
"Yaudah jangan di pikirin, Sil. Gue cabut duluan ya. Gue ada urusan di rumah" ujar Denis. Denis pun pergi meninggalkan nya.
Dalam hening nya perpustakaan, Silvi terus mencari informasi tentang dusun di kaki gunung kembar. Namun hasilnya nihil.
"Kenapa ya, gak ada satu buku pun yang membahas dusun Lengger maupun dusun Rahayu?" Tanya hati Silvi. Silvi kembali lagi menghampiri lemari perpustakaan untuk mencari buku-buku yang membahas tentang gunung kembar dan saat itu juga dia menemukan sebuah buku yang sangat usang dan berdebu. Silvi pun membersihkan nya.
"Proposal KKN meningkatkan potensi dusun Lengger melalui produktivitas tani tahun 1994" Saat Silvi melihat 6 daftar mahasiswa yang melakukan KKN di dusun Lengger. Terdapat satu nama yang tidak asing untuknya, yaitu Sri Puspita Sari, yang tidak lain nama penjaga perpustakaan dimana Silvi kuliah saat ini. Silvi bergegas menemu Bu Sri di kantornya.
"Assalamualaikum Bu?"
"Waallaikumsalam, Masuk!" Jawab Bu Sri. Silvi pun masuk ke dalam kantor Bu Sri.
__ADS_1
"Kmu nanti mau KKN dimana, Sil?"
"Rencana saya mau KKN di dusun Rahayu, Bu!"
"Dusun Rahayu?"
"Iya, Bu. Dusunnya ada di kaki gunung kembar. Oh ya, Bu. Saya mau nanya, ini proposal milik siapa ya? saya gak sengaja nemu di rak buku perpustakaan?"
"Coba ibu lihat"" Bu Sri mulai melihat lihat proposal KKN yang terlihat usang itu dan Bu Sri pun agak sedikit terkejut.
"Ibu serius, pernah KKN di desa Lengger?" Tanya Silvi penasaran.
"Iya, Sil. Mungkin sekarang dusun itu sudah tidak ada!"
"Maksud Ibu?" Tanya Silvi penasaran. Bu Sri pun beranjak dari bangkunya dan menghampiri jendela.
"27 tahun yang lalu, ibu memang pernah melaksanakan KKN di dusun Lengger dan itu terakhir kalinya KKN yang di laksanakan oleh kampus ini"
"Terakhir, Bu?"
"Iya, Terakhir. Karena setelah angkatan Ibu. Angkatan terbaru dan seterusnya dilarang melakukan kegiatan KKN"
"Lalu, Bu. Kenapa sekarang di adakan KKN lagi?"
"Semenjak Pak Rohim naik sebagai kepala kampus menggantikan pak Usman. Pak Rohim menginginkan kegiatan KKN di adakan kembali.
__ADS_1
Padahal ibu sudah menentang kalau di adakan lagi kegiatan KKN ini" Ucap Bu Sri. Silvi benar benar penasaran dengan apa yang di katakan oleh Bu Sri.
"Lantas kenapa kegiatan KKN bisa di hentikan, Bu? padahal kan KKN sangat bermanfaat" ujar Silvi.