DUSUN RAHAYU

DUSUN RAHAYU
Bab 9


__ADS_3

Setelah keluar dari dusun itu, Silvi dan Denis merasa sangat lega. Namun, saat itu mereka tidak sengaja berpapasan dengan salah satu warga dari dusun rahayu yang sedang mencari rumput liar untuk ternaknya.


"Kalian habis dari mana?"


"Kami mau ke dusun Rahayu, Pak?


"Tapi, kenapa kalian keluar dari arah jalan hutan terlarang itu?" tanpa menunggu jawaban dari Silvi dan denis, warga dusun Rahayu itu pun langsung pergi tergesa-gesa meninggalkannya.


"Pak, tunggu Pak" teriak Denis.


"Kenapa ya, Sil. Itu orang kaget banget melihat kita berdua " Tanya Denis


"Mungkin dia kaget saat kita keluar dari jalan hutan terlarang ini, kan kita udah di peringatkan sama pak Sugeng tentang hutan terlarang, dan ternyata isinya cuma dusun terbengkalai"


"Iya, Sil. gue juga heran"


"Gue baru ingat, Den. Dusun Lengger itu dusun yang pernah jadi tempat KKN nya Bus Sri"


"Bu Sri yang jaga perpustakaan?"


"Iya, Den. Tapi kenapa sekarang dusunnya terbengkalai ya?" tanya Silvi.


Mereka berdua pun langsung melanjutkan perjalanannya menuju dusun Rahayu.


Sesampainya di depan gapura dusun Rahayu, mereka berdua merasa ada yang aneh. Karena, ada beberapa warga yang sedang menunggu kedatangan mereka, termasuk Pak Sugeng dan salah satu warga yang berpapasan dengan mereka.


"Assalamualaikum Pak Sugeng" ujar Silvi.


"Waallaikumsalam"


"Maaf pak, saya dan Silvi berkunjung tanpa ngasih kabar terlebih dahulu"


"Tidak apa-apa, Nak"


"Soalnya, masih ada beberapa pertanyaan yang belum kami tanyakan perihal KKN kami nanti" ujar Denis.


"Oh seperti itu, Oh ya, tadi pak Anton melihat kalian keluar dari Jalan hutan terlarang, Apa betul yang di lihat oleh pak Anton?"


"Iya, Pak. Tadi saya habis buang air kecil di arah jalan menuju hutan terlarang itu, Pak!" ujar Denis berbohong.


"Lain kali, kalau sudah kebelet ingin buang air kecil, saya sarankan untuk di tahan saja"

__ADS_1


"Habis gimana, Pak. saya sudah gak tahan, hehe"


"Saya kira Kalian mau pergi ke hutan terlarang itu" Ujar Pak Sugeng.


"Memangnya, di dalam hutan terlarang itu ada apa, Pak. Dan kenapa hutan terlarang itu benar-benar dilarang untuk dimasuki?" Tanya Silvi.


"Nanti saya jelaskan saja di rumah" Silvi dan Denis pun langsung di ajak ke rumah pak Sugeng.


Sesampainya di kediaman Pak Sugeng.


"Silahkan masuk, Nak"


"Terimakasih, Pak" Silvi dan Denis langsung masuk ke dalam rumah.


"Istirahat saja dulu, Sepertinya kalian sangat lelah" ucap istri Pak Sugeng.


"Makasih, Bu" ujar Silvi senyum.


"Langsung saja Pak Sugeng, kami ada beberapa pertanyaan yang harus saya tanyakan ke Pak Sugeng. Karena, waktu itu ada beberapa pertanyaan yang lupa saya tanyakan"


"Oh, silakan saja. Nak"


"Tapi, sebelum saya bertanya perihal masalah KKN. Sebenarnya ada apa sih, Pak. Di hutan terlarang itu" tanya Silvi.


"Sebetulnya, di dalam hutan terlarang itu tidak ada apa-apa Nak."


"Lantas kenapa di sebut hutan terlarang?"


"Menurut cerita dari nenek kakek kami terdahulu, di dalam hutan terlarang itu memang hutan angker dan banyak penghuni kasat matanya, seperti setan dan semacamnya. Jadi, kami dari warga Dusun Rahayu sepakat untuk menamai Hutan itu dengan hutan terlarang"


"Oh, seperti itu, Pak" ujar Silvi. Silvi dan Denis pun merahasiakan tentang Mbok Ayu yang mereka temui.


"Ya sudah Pak kalau gitu, kita kembali ke topik pembahasan aja Pak tentang KKN saya nanti" ujar Silvi.


Menit demi menit pun berlalu. Hari sudah mulai sore. Setelah mendapatkan jawaban perihal tentang KKN yang akan mereka lakukan nanti. Silvi dan Denis pun pamit untuk pulang.


"Saya rasa sudah cukup, Pak. kami berdua mau ijin pamit pulang" ujar Denis.


"Hari sudah mau Maghrib, Nak. lebih baik kalian berdua nginap saja di sini, besok pagi baru kalian pulang" Ujar Pak Sugeng.


"Saya ada keperluan Pak, jadi gak bisa lama lama disini"

__ADS_1


"Ya sudah kalau gitu, nanti Pak Anton akan mengantar kalian berdua"


Sore itu Pak Anton pun mengantar Silvi dan Denis meninggalkan Dusun Rahayu.


Menit demi menit pun berlalu.


"Terima kasih ya Pak Anton sudah mau mengantarkan kami berdua, padahal dari sini Samapi ke dusun Rahayu lumayan juga pak jalannya"


"Nggak apa-apa, Nak. Ini sudah tanggung jawab saya" ujar Pak Anton. Pak Anton langsung pergi meninggalkan mereka berdua kembali ke dusun rahayu.


Setelah melalui jalan yang cukup melelahkan. Pak Anton memutuskan untuk istirahat sejenak di persimpangan jalan antara dusun Rahayu dan Curug ayu.


Pak Anton terdiam sejenak dan memikirkan sesuatu. Karena dia yakin kalau Silvi dan Denis pasti dari hutan terlarang itu. Tiba-tiba terdengar suara aneh dari dalam semak semak yang tidak jauh darinya. Saat Pak Anton sedang mengamati semak-semak itu, seekor babi hutan keluar dari semak semak itu yang langsung menerjangnya.


"Sialan" keluh Pak Anton. Setelah babi hutan itu pergi, Pak Anton pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya lagu. Namun, Tiba-tiba dia ditarik oleh sesuatu dan langsung menghilang seketika.


Malam itu pukul 21.00 wib. Setelah selesai melaksanakan shalat isya. Tiba-tiba ada ketukan pintu yang membuat pecah keheningan malam.


"Assalamualaikum, Pak Sugeng"


"Waalaikumsalam" jawab pak Sugeng. Ternyata yang bertamu malam itu isteri dari Pak Anton.


"Permisi Pak Sugeng, Apa Bapak melihat suami saya"


"Seingat saya, Pak Anton mengantar pulang anak kuliah yang mau KKN di desa ini" jelas Pak Sugeng.


"Tapi, Pak. Suami saya belum pulang"


"Seharusnya pak Anton sudah pulang dari tadi" ujar Pak Sugeng. Raut wajahnya seketika menjadi cemas.


"Ya sudah, nanti saya cari dengan warga yang lain. " tegas Pak Sugeng.


Malam itu pak Sugeng di bantu dengan beberapa warga mulai mencari keberadaan Pak Anton.


"Pak Anton" teriak warga yang sedang mencarinya. Mereka Terus mencari keberadaan Pak Anton, namun hasilnya nihil. Sudah berjam-jam Pak Anton belum di ketahui keberadaannya.


"Bagaimana ini Pak Sugeng, sudah mau larut malam. Tapi, Pak Anton belum ditemukan" tanya salah satu warga.


"Bagaimana kalau kita cari di dalam area hutan terlarang itu!"


"Kalau kita cari di hutan terlarang itu apakah kita akan balik dengan selamat?" sahut salah satu warga.

__ADS_1


"Hari sudah larut malam, besok pagi saja kita cari lagi keberadaan Pak Anton" Ujar Pak Sugeng cemas.


__ADS_2