
3 tahun kemudian....
Nggak terasa waktu berjalan begitu cepat. Dulu Sherra dan Kay hanya seorang siswa, dan sekarang mereka sudah menjadi mahasiswa yang sebentar lagi akan segera memasuki semester 4. Sherra sendiri sudah berniat setelah lulus kuliah akan membantu Inez untuk mengurusi perusahaan, karena itulah Sherra mengambil jurusan manajemen.
Sedangkan kay, dia sangat ingin sekali menjadi desainer dan ingin bisa punya brand dan butik sendiri. Kay mengambil jurusan fashion design. Sedangkan, Poppy tentu dia mengambil kursus memasak, tapi dia tetap melanjutkan kuliah di jurusan tata boga, dia berharap bisa menjadi chef yang mendunia. Chatrine memilih masuk sekolah model dan sekarang sudah tahun ketiganya. Dan Mira yang membuat mereka benar-benar terkejut saat itu dengan pilihannya, dia memilih hukum, alasannya dia ingin menegakkan keadilan, sebagai generasi penegak hukum. Melihat dari kasus-kasus yang pernah terjadi disekitarnya, termasuk masalah bokapnya dan pastinya kejadian antara Sherra dan keluarga Kay dulu. Dan Inez, seperti yang Sherra katakan dulu, beberapa hari sebelum kejadian penculikan Mami Papi Kay, Inez sudah mengundurkan diri dari sekolah itu setelah 2,5 tahun menjadi guru disana, dan sekarang Inez sedang sibuk-sibuknya dengan perusaahan, yang sebentar lagi akan membuka cabang, dan Sean?
“Lihat siapa yang datang," teriak Poppy dan semuanya kecuali Sherra hanya tetap berdiam diri di rooftop rumah sambil menatap banyaknya pepohonan lebat ditengah-tengah hutan ini. Sherra sama sekali tidak peduli siapapun yang datang, karena dia hanya butuh kedatangan satu orang.
“Dek," DEG...suara itu, suara yang sangat Sherra tunggu-tunggu untuk memanggilnya.
“Kamu nggak senang kakak pulang," tanya orang itu mulai mendekat ke Sherra yang masih membelakanginya, karena saat ini air mata Sherra akan segera membasahi pipinya.
“Kamu nggak kangen sama kakak?," tanya orang itu lagi mulai berjalan ke hadapan Sherra dan berlutut agar setara dengan Sherra yang sedang duduk memegang pipinya, dan menatap orang tersebut penuh makna.
“Kamu nggak kangen sama kakak," untuk ketiga kalinya orang itu bertanya dan Sherra hanya bisa menangis memeluknya, cukup lama Sherra memeluknya dan menangis, itu adalah tangisan pertama Sherra setelah hampir 3 tahun belakangan ini.
“Aku kangen, sangat sangat sangat kangen sama kakak," akhirnya Sherra mengeluarkan suaranya setelah melepaskan pelukan itu.
“Kenapa, kakak nggak ngasih tau aku kalau pulang hari ini," ucap Sherra terbata-bata karena tangisan itu.
“Karena kakak mau kasih kejutan ke kamu,". Ya, orang tersebut adalah Sean yang baru bebas dari penjara hari ini.
“adek jahat," ucap Sean cemberut
“Kenapa?," tanya Sherra kaget.
“Kenapa? Kamu ini, apa kamu nggak ingat punya kakak. Masa iya kamu nggak pernah lagi ngunjungin kakak ke penjara. Kakak pikir kamu lupa sama kakak. Kakak sedih tau," ucap Sean seperti anak-anak.
“Maafin aku kak, aku nggak sanggup lihat kakak saat itu. Aku bener-bener ngerasa bersalah," ucap Sherra yang tidak berani menatap mata Sean.
“Kenapa kamu merasa bersalah dek?," Tanya Sean lagi.
“Ya aku nggak sanggup aja. Aku sedih lihat kakak, itu bikin aku ingat semuanya, Kakak banyak berkorban buat aku”.
__ADS_1
“Ya, nggak papa lah sayang. Emang seharusnya gitu kan, seorang kakak melindungi adik dan adik yang menyayangi kakaknya," ucap Sean sambil menoel hidung Sherra.
“Tapi kamu juga buat kakak kesal tau nggak. Kak Inez sering mengunjungi Kakak ke penjara dan dia selalu cerita tentang kamu. Kamu kenapa kaya gitu, kakak nggak suka ya kalau kamu jadi penyendiri kaya gitu. Kakak nggak suka adik kakak satu-satunya ini menjadi pemurung dan pendiam. Kakak mau kamu seperti dulu lagi, jadi adik yang ceria dan selalu ada menyemangati kakak-kakaknya," Sean mengelus-elus kepala Sherra dengan penuh kasih sayang.
“Maaf kak".
“Kan maaf lagi. Nggak ada apa kata-kata selain maaf dek," ucap Sean terkekeh.
“Ya nggak ada," ucap Kay dengan nada yang mulai kesal.
“Ekhemm, jadi ini kalian Cuma mau berduaan aja. Nggak ngajak-ngajak kakak gitu," tiba-tiba Inez datang menghampiri Sean dan Sherra dan mereka mulai saling meneteskan air mata dan berpelukan.
“Oh jadi ini Cuma acara keluarga doang ya. Kami cuma jadi penonton aja nih ceritanya, kami tau kok kalau kami cuma ngontrak disini," goda Mira ikut-ikutan.
“Emangnya lo mau pelukan juga," Sean balik menggoda.
"Boleh sih, kalau Sherra ngizinin," Canda Mira menaik-naikan sebelah alisnya.
“lemes amat mulut lo Sher, Mira Mira aja. Berapa lama lagi lo mau manggil gue kaya gitu, pake embel-embel kakak kek. Gue kan tuaan 2 tahun dari lo," ucap Mira kesal.
“ogah banget gue," ucap Kay mulai bermain-main dengan Mira.
“Halo semuanya. Apakah masih mau bermelow-melowan disini. Makanannya udah siap, yuk makan," panggil Poppy merusak suasana kesedihan ini.
“Nah iya, kebetulan gue juga udah lapar. Lo tau aja Pop," ucap Sean.
Dimeja makan....
“Tadaaa. Inilah masakan chef Poppy yang paling enak dari yang terenak. Siapapun yang makan pasti ketagihan dan nggak bisa berhenti," ucapnya berlebihan dan kami yang melihat kelakuannya hanya melihatkan ekspresi julid.
“Udah nggak usah drama lagi lo, langsung makan aja, ayo ayo makan," Mira merusak mood Poppy.
“Anjir emang lo Mir. ngerusak suasana hati gue aja," ketus Poppy dan terus mengomel selama makan.
__ADS_1
“Oh iya sampai sekarang jujur gua kepo banget deh, tapi gua nggak berani nanya-nanya juga kemarin, kok lo dipanggil Kakak sih, padahal kan lo sekelas sama Sherra?," tanya Chatrine pada Sean sesaat setelah kami selesai makan.
“Lo juga seharusnya manggil gue kakak. Gue seharusnya udah lulus SMA, tapi untuk memperlancar rencana kita waktu itu, gue ubah identitas gue jadi lebih muda biar bisa ngulang di kelas 10 nemenin Sherra. Gue kelahiran 1999, dan seharusnya gue waktu itu udah kuliah. Ya untung wajah gue mendukung seperti anak SMA baru. Sampai sekarang pun gue awet muda kan," ucap Sean percaya diri.
“Iya-iya tau sipaling awet muda," ucap Inez seolah-olah menertawai Kak Sean.
“Nah, mulai sekarang lo, lo, lo dan lo khususnya Mira, panggil gue kakak, Kak Sean ganteng," kepedean Sean semakin meningkat setelah keluar dari penjara.
“Lah kok gue dikhususkan sih Se," Mira menyolot.
"Ya iyalah , kan dulu lo yang pernah ngejar-ngejar gue. Sampai-sampai lo permaluin adik gue di sekolahan," Sean ikut menyolot.
“Yaudah iya," Mira akhirnya menyerah dan pasrah.
“Tapi, btw Se, eh Kak Sean, Lo emang beneran suka dulu sama Kay?!," tanya Poppy ceplas ceplos membuat mereka semua terkaget terkhusus Kay yang sedang diam.
“Ya nggak lah anjir. Kan itu Cuma salah satu rencana kita aja," ucap Sean dengan nada sedikit ngegas.
“Ya santai aja kali. Gue kan Cuma nanya," Ucap Poppy.
“Lo gimana Kay. Lo yakin nggak jatuh cinta beneran sama Sean?," tanya Chatrine ikut-ikutan yang membuat Kay tersedak.
“Nah iya, gimana gimana," excited Poppy. Sean terlihat kebingungan dan menatap Kay. Mungkin Kay takut untuk menjawab karena mengingat perasaan Sherra.
“Udahlah, lo ngaku aja Kay. Gue juga udah tau kok lo emang suka sama Kak Sean. dan Kak aku juga tau sebenarnya kakak menaruh hati juga kan sama Kay. Mata kalian nggak bisa bohong. Aku tau kok. Kalau kalian nggak mau ngakuin itu, kalian juga kan yang akan tersakiti. Lo Kay, gue tau lo mikirin perasaan gue, tapi setelah gue pikir-pikir lagi, gue nggak masalah kalau lo suka sama kakak gue. Perasaan nggak bisa dipaksain apalagi ditahan. Gue nggak bakalan benci juga sama lo karena lo suka sama kak Sean dan kalau emang kakak laki-laki sejati, kakak ungkapin aja semua perasaan kakak," ucap Sherra pada akhirnya, melihat kedua orang ini bersusah payah menyembunyikan perasaannya.
“Kamu serius Sher?," tanya Kay akhirnya mengeluarkan suaranya untuk memastikan apa yang barusan Sherra katakan.
“Emang gue pernah bercanda selama ini," ucap Sherra sedikit tersenyum kecil.
Dan pada akhirnya mereka semua tersenyum dan mungkin inilah saatnya mereka mulai merubah semuanya pada diri masing-masing. Sherra pun seakan ingin mereset ulang semuanya, mulai dari masa depan, kepribadian, lingkungan, dan tentunya masa lalunya. Sherra bahagia, bahwa sekarang Tuhan masih mengizinkannya menjadi orang baik, Sherra sangat tenang setelah menghilangkan dendam dan kebencian ini. Sherra bisa berkumpul dengan mereka yang selalu ada untuknya.
...END...
__ADS_1