
Sherra POV
“Aku masih binggung dengan kejadian tadi, ada apa memangnya dengan kakak-kakak itu. Aneh banget, tiba-tiba mereka minta maaaf gitu aja. Eh, Sher kamu nggak boleh negative thinking gitu, mungkin mereka emang pengen minta maaf”. Celotehku pada diri sendiri.
“Nah iya , akupun juga binggung kok tiba-tiba mereka minta maaf ya, karena setauku selama ini mereka orang yang kasar dan nggak berperasaan, kerasukan apa mereka sampai bisa aneh gitu ya”. Tanya Kay menimpali aku yang berbicara sendiri sambil menggaruk-garuk kepalanya
“Udahlah lupain aja yang penting mereka udah tobat”. Kataku terkekeh
“Iyaa iya lupain aja mereka, oh iya hampir kelupaan jadi hari ini mami papi aku lagi ke luar kota 3 hari, dan aku mau ngajak kamu nginep dirumah aku mau nggak Sher”. Tanya Kay
“Hmm aku sih mau aja tapi aku tanya Mama ku dulu ya”. Aku mengeluarkan HP ku dan menelepon mama tapi tidak diangkat akhirnya aku chat saja.
“Gimana, boleh”. Tanya Kay penasaran
“Nggak diangkat mama, tunggu mama bales pesan ku aja, semoga nanti dibales”
“ okey deh”. Balas Kay dengan mengangkat jari jempolnya.
Kringgg.....kriingggg.....krringgg
Bel sudah berbunyi tiga kali yang menandakan waktu pulang. Aku cek lagi HP ku mana tau sudah dibales sama mama dan ternyata mama mengizinkan ku untuk nginap dirumah Kay.
__ADS_1
“Kay mama ngizinin aku nginep di rumah kamu”.
“ Yeayy, akhirnya aku ada yang nemanin, sebenarnya aku takut dirumah sendirian”. Ucap Key menyengir
“Eh bukannya kamu ada bibi dirumah yaa?’. Tanyaku.
“Ada sih tapi Bibi lagi ngambil cuti sejak 8 hari yang lalu dan baru balik lagi seminggu lagi”. Key menjelaskan dan Aku hanya mengangguk mengiyakan
Di rumah Kay
“Sher kan Bibi nggak ada nih dan aku juga nggak bisa masak, gimana untuk makan malam nanti kita pesan online aja”. Tawarku pada Sherra.
"Di dapur ada persediaan bahan nggak?”. Tanyaku.
“Yaudah kalau gitu biar aku yang masak aja”. Tawarku.
“Kamu bisa masak Sher?”. Tanya Kay
“Bisa lah dikit-dikit, kebiasaan nolong Bibi masak di rumah”. Jawabku malu-malu.
“Yaudah kalau gitu aku ke dapur dulu Kay?”.
__ADS_1
“Kamu ggak mau bersih-bersih dulu, ganti seragam gitu?”. Tanya Kay lagi.
“Nggak ah nanggung ntar aja kalau dah selesai masak, nanti keringetan lagi”.
"Oke deh ntar aku nyusul selesai mandi ya Sher”.
Di Dapur
Aku mengeluarkan daging yang ada di freezer dan sayur di kulkas bagian bawah. Setidaknya ini bisalah untuk makan berdua. Aku juga agak binggung letak bumbu-bumbu dan perlengkapan masaknya, ya kan ini rumah Kay bukan rumahku, mana tau aku tata letak alat dan bahannya.
Kay POV
“Uh segarnya, gini kan enak, bersih wangi lagi”. Aku berbicara sendiri
Tiba-tiba ponselku berbunyi menandakan pesan masuk dan saat kulihat itu dari nomor asing yang tak terdaftar di ponselku. Aku berfikir untuk membukanya nanti setelah selesai berpakaian. Dan setelah berpakaian aku langsung ke lantai 1, lebih tepatnya ke dapur menghampiri Sherra.
“ Gimana Sher, kamu kesulitan nyari bumbu masaknya?” tanyaku yang melihat Sherra yang asik memotong sayuran. Karena jujur aku juga tidak tahu letak-letak bumbu dapur, jangankan letaknya akupun tidak bisa membedakan bumbu itu. Hehe. Sembari menunggu Sherra selesai memasak aku duduk di kursi meja makan dan membuka pesan tadi.
+628*******496: Saya memperingatkan kamu untuk berhati-hati. Jangan pernah kamu berfikir hidupmu bebas dan bahagia setelah kejadian itu. Jangan pernah bertindak diluar pikiran. Dan jangan pernah kamu berusaha menghubungi siapapun. Berhati-hatilah hingga hari itu tiba saya mengawasi setiap langkahmu.
“AAAAAA”. Teriakku membaca pesan ini dan tanpa sengaja aku menjatuhkan Ponselku.
__ADS_1
Sherra yang terkejut langsung mematikan kompor dan menghampiriku.
“Kay kenapa?”. Tanyanya panik melihatku yang tiba-tiba teriak. Aku masih shock dengan pesan itu. Sherra yang penasaran mengambil ponselku yang sudah retak dan membaca pesan itu dan Sherra langsung memeluk menenangkanku.