
Key POV
Kali ini aku nggak mau lagi telat ke sekolah. Lagian bisa-bisanya aku sial banget kemaren. Pagi-pagi udah telat, nabrak cowok mesum, dimarahin Pak Zamrud, disuruh bersihin toilet, ditambah lagi hukuman tu cowok aku yang jalanin, dan parahnya lagi dilabrak kakak kelas songong di depan sekolahan. Aisshh, sumpah rasanya pengen ngilang dari muka bumi ini.
“Pagi Kay”. Sapa Sherra padaku.
“Hmm, Pagi Sher”. Balas ku singkat.
“Kamu kenapa Kay, pagi-pagi kok udah cemberut aja”. Tanya Sherra dengan alis naik sebelah.
“Aku malu Sher sama tuh cowok”. Bisikku sambil menunjuk Sean yang sedang memainkan ponselnya.
“Malu kenapa, lagian kan kemarin yang kamu ceritain ke aku, kamu nggak sengaja nabrak dia, kamu kan nggak ada niatan modus sama dia”.
“Ya tetap aja malu, aku yakin dia pasti juga udh liat foto yang beredar di forum siswa sekolahan ini”. Balasku yang sedikit khawatir jika nanti guru tahu foto itu.
“Kay istirahat nanti lo disuruh nemuin Bu Inez di Ruang Guru, Sean lo juga”. Panggil ketua kelas yang mengangetkan ku.
“Hah, Bu Inez manggil, seriusan??”. Tanyaku yang benar-benar kaget karena dugaanku tadi benar.
“Iya, ngapain juga gue bercanda, hati-hati ya lo Key ntar dilabrak vlogger sekolah kita lagi”. Ledek Zean si ketua kelas rese diikuti tawa anak sekelas.
Jam istirahat
__ADS_1
“Kalian benar-benar ya, apa yang kalian lakuin kemarin, berani- berani sekali kalian mesra-mesraan di sekolah”. Tegur Bu Inez saat kami baru saja melangkahi kaki mendekat ke mejanya.
“Mesra-mesraan? Astaga Buk siapa yang mesra-mesrain sih, nih cewek yang kemarin tiba-tiba nabrak saya Buk”. Bela Sean tentunya utuk dirinya sendiri.
“Iya bener Buk, saya akui saya salah kemarin saya panik gara-gara telat, makanya saya jadi nggak fokus dan akhirnya kepeleset terus nabrak Sean Buk, dan emang saya nggak sengaja jatuh ke atas Sean kemarin Buk, suwerr deh Buk”’. Belaku juga sambil memelas.
“Ooh nggak sengaja, kalian yakin nggak sengaja?”. Tanya Bu Inez sekali lagi dan sedikit menekan kan kata-katanya.
“ Halah, paling nih cewe mau modus sama saya Buk, Secara saya kan ganteng”. Jawab Sean dengan pedenya.
“Whatt, modus, gila aja kali gue mau modus sama lo, pede amat lo jadi manusia”. Balas ku dengan gaya yang dilebih-lebihkan.
“Kenyataannya emang gue ganteng kan”. Balas Sean lagi dengan bibir naik sebelah alias smirk.
“Udah-udah kalian ini, ribut aja terus, Ibu nggak mau tau kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi, sekarang kembali ke kelas, DAN INGAT YA JANGAN SAMPAI DIULANGI LAGI”. Tekan Bu Inez.
“Iya Buk”. Ucap kami serentak.
Akhirnya Aku dan Si Cowok mesum bin pede ini keluar dari ruang guru. Malu banget lagi diliatin sama guru-guru lain. Udahlah dipermaluin sama siswa-siswa disini ditambah lagi malu didepan guru. Lengkap sudah kebahagian ini.
“Eh kemana Lo?”, tanya ku pada Sean.
“Noh”. Jawabnya singkat dan melongsong pergi begitu saja. Aku yang penasaran akhirnya mengikuti kemana Sean pergi dan ternyata dia ke Lapangan Sekolah yang saat ini sudah dikerumuni banyak orang.
__ADS_1
“Kay”. Panggil Sherra membuat ku kaget.
“Gimana, Bu Inez ngomong apa sama kamu?”. Tanya Sherra.
“Nggak gimana-gimana sih, biasa aja, Cuma disuruh nggak boleh diulang lagi aja, oh ya Btw ni ada apa rame-rame?”. Tanyaku penasaran.
“Aku juga nggak tau nih Kay, tiba-tiba aja kantin sepi eh tau-taunya anak-anak pada disini semua”. Jawab Sherra celingak celinguk.
“Oke semua, sorry kita buat keributan lagi disini, tujuan kita disini, mmm, mmm, itu tujuan kita”. Ucap seseorang menggunakan toa, orang itu tak lain adalah senior yang melabrak aku kemarin. Ngapain dia.
“Ah kelamaan lo”. Ucap Mira sembari merebut toa yang tadi dipegang Chatrine.
“Gue to the point aja, kita disini ngaku salah dan minta maaf sama siapapun yang merasa kita gangguin dan gue akui emang selama ini kita udah kasar dan juga udah gangguin kalian, jadi gua akuin kesalahan gue dan siapapun itu orang yang kita sakiti dan ganggu selama ini, gue benar-benar minta maaf dengan tulus”. Ucap Mira sambil menundukkan kepalanya.
“Iya sekarang kita udah sadar sama kesalahan kita dan pastinya uang ataupun barang-barang kalian yang kita ambil kemaren-kemaren itu pasti bakal kita ganti”. Tambah Poppy yang juga ikut berlutut.
“Dan satu lagi anak kelas 10-A kemarin yang gue tampar, gue juga mohon maaf sama kalian berdua, kalian boleh bales nampar kita sekarang, karena emang seharusnya kemarin Gue nggak ngelakuin itu ke kalian dan gue yakin kalian malu banget kemarin, kalau kalian ada di lapangan ini sekarang tolong maju kesini dan silahkan tampar gue biar rasa malu kalian terbayarkan”. Ucap Mira yang suaranya sudah mulai melunak dibandingkan awal tadi.Ya aku dengan senang hati maju kedepan dong, kan Kakak kelas itu sendiri yang nyuruh, haha, jiwa-jiwa dendam ku keluar juga.
“Kalian mau maafin gue dan teman-teman gue kan?kalian boleh tampar gue sekarang, silahkan”. Tanya Mira dengan mata penuh harapan dan memegang tangan Sherra agar segera menamparnya.
“I-iya aku maafin kakak kok, ta-tapi aku nggak mau nampar kakak, aku nggak bisa kak”. Sherra menolak untuk menampar Si senior songgong ini.
“Hmm, iya kita udah maafin kakak kok, tapi untuk balas nampar kakak aku nggak bakal bisa, emang sih kemarin tamparan kakak itu sakit banget tapi lebih sakit lagi karena malunya, tapi aku bukan orang yang mau balas yang dilakukan orang ke aku, setidaknya kakak bertiga ini udah mau ngakuin kesalahan dan mau berubah itu aja udah bisa dijadiin alasan aku maafin kakak kok. Jawab ku yang sedang berusaha menahan ngakak dalam hati.Wah akting ku bagus juga bwahahaha.
__ADS_1
Haha senang juga lihat mereka kaya gini, kapan lagi ye kan. Lagian nih ya mana mungkin aku nampar mereka balik, ya aku harus jaga image sebagai anak baik dan polos dong.