Eksekusi Dari Dewa Perang

Eksekusi Dari Dewa Perang
Bab 11


__ADS_3

Untuk meningkatkan ilmu seni beladiri, sering dilakukan adu ilmu diantara para ahli bela diri. Meskipun ilegal, tetapi Divisi Patroli juga tidak terlalu menghiraukannya, karena tidak mengakibatkan hal yang parah.


" Oh? "


Begitu Wilson mendengarnya, muncul ekspresi kaget di wajahnya.


Tidak mudah untuk menjadi seorang ahli bela diri, karena dibutuhkan gen bawaan, dan latihan terus-menerus di kemudian hari. Ini adalah hal yang sulit dicapai tanpa latihan bertahun-tahun.


Dan orang di depannya sudah menjadi ahli bela diri di usia yang begitu muda?


Bagaimanapun Pak Cakra adalah kepala keluarga, bagaimana bisa dirinya berkata sembarangan? Apakah Iya tidak takut ditertawakan orang?


Meskipun Wilson adalah kepala Divisi patroli, Iya tidak pernah melihat wajah Yosua, karena posisi jabatannya masih jauh dari tingkatan ketua Balai.


" Pak Cakra, apakah kamu beranggapan Aku adalah orang yang tak berwawasan? Siapa saja yang bisa menjadi ahli bela diri? "


" Ketika kamu seusianya, jangankan ahli bela diri, bahkan sebagai murid seni bela diri juga bukan. Jika karena bisnis besar keluarga kamu dan adanya panduan buku ilmu, kurasa dirimu masih sebagai murid seni bela diri yang tak memiliki kemajuan, " cibir Wilson. Demi mengurangi kesalahan, beraninya dia mencari alasan yang tidak masuk akal seperti ini.


Cakra langsung terdiam. Sebenarnya dia juga kesal dan heran, pada waktu itu, Yosua hanya seorang pemuda biasa yang berusia delapan belas tahun. Mengapa Iya sekarang bisa menjadi seorang ahli bela diri hanya dalam waktu tujuh tahun?


Jika Yosua adalah ahli bela diri pada saat itu, maka dia juga tidak akan berani membinasakan seluruh keluarga Wijaya.


Ahli bela diri merupakan simbol kekuasaan dan status, juga merupakan rakyat yang diperebutkan oleh setiap keluarga terpandang.


Beberapa keluarga yang tidak memiliki gen sebagai ahli bela diri akan memperkerjakan ahli bela diri dan memuja mereka untuk mempertahankan status kedudukan keluarga mereka.


" Giliran ku untuk menyerang. " Terdengar suara Yosua yang seperti Dewa Kematian, dia memberikan satu telapak tangannya dan hendak menebas.


Perkataan Yosua yang begitu tiba-tiba, mengejutkan Wilson. mungkinkah orang ini benar-benar seorang ahli bela diri? akan tetapi, walaupun dia seorang ahli bela diri, juga bukan nama Cakra Gunawan.


Namun, kejutan berubah menjadi kemarahan, karena Yosua beraninya bertindak di hadapannya dan tidak menganggap Divisi Patroli.


" Lancang! "


Wilson meraung dengan keras, menerjang dan mengeluarkan tangan kirinya untuk menghadang, sedangkan tangan kanannya maju menyerang. Satu serangan ini sangat kuat, dimaksud untuk menghukum nya.

__ADS_1


Melihat adegan di hadapannya, Cakra merasa senang di dalam hatinya.


Wilson adalah seorang ahli bela diri yang luar biasa dan termasuk pesilat tinggi Wushu. Jika dia yang menyerang, maka Yosua akan langsung mati di tempat. dia juga tidak perlu mengotori tangannya sendiri dan menambah kesalahan.


Tepat ketika tinju hendak mengenai Yosua, terasa sebuah tekanan tak terlihat yang begitu mengerikan.


Ekspresi Wilson berubah drastis, tubuhnya terbang ke udara secara tak terkendali, lalu menghantam dinding dengan keras, dan darah di seluruh tubuhnya mengalir berlawanan, hingga akhirnya menyembur dari mulutnya.


" Dewa . . . Dewa Perang . . . "


Mata Wilson penuh dengan kengerian. Sebagai pesilat wushu, dia tahu betapa kuatnya dewa perang.


Begitu Dewa Perang mengeluarkan serangan, maka tidak orang yang bisa hidup.


Akan tetapi, iya jelas hanya menggunakan setengah tenaganya, jika tidak, tekanan mengerikan tadi pasti sudah menghancurkan organnya dan mengakhiri hidupnya.


Wilson tidak tahu bahwa tiga tahun yang lalu, Yosua telah melewati hambatan Dewa Perang dan dipromosikan menjadi Raja Perang.


Jika bukan karena ini, bagaimana mungkin Dewa Perang bintang tujuh negara firdos bisa dikalahkan dengan mudah dan mengejutkan dunia.


Para Junior dari keluarga Gunawan tercengang melihatnya, mereka tidak tahu yang dimaksud dengan Dewa Perang dan seberapa kuatnya dia. Sebaliknya, mereka merasa bahwa Yosua sudah gila, beraninya memukuli orang dari Divisi Patroli, apalagi orang tersebut adalah kepala Divisi Patroli. Yosua telah menyinggung kepala Divisi Patroli, tiada bedanya dengan orang yang sudah bosan hidup.


Mereka diam-diam merasa senang.


" Dewa Perang . . . hehe . . . "


Cakra terduduk lemah di tengah ruang tamu dan tersenyum menyeringai seperti orang gila.


Orang biasa tidak tahu, tetapi dia sebagai orang ahli bela diri otomatis tahu bahwa keberadaan Dewa Perang adalah tingkat tertinggi di antara para ahli bela diri.


Dewa Perang sendiri dapat menghancurkan puluhan ribu ahli bela diri dengan mudah.


Jika dia menerima kejadian tahun itu, dan membiarkan cucunya menikah dengan Yosua, cucu menantu laki-laki dengan tingkatan d


Dewa Perang, maka keluarganya akan berada di puncak teratas di seluruh keluarga kota jaya.

__ADS_1


Dia menyesal telah membinasakan keluarga Wijaya dan membiarkan Yosua pergi.


Jika Yosua tidak diburu tahun itu dan melarikan diri ke perbatasan, maka dia tidak akan menjadi Raja Perang.


Di dunia ini, Siapa yang dapat menebak hal seperti ini?


" Ketika kamu menjebak orang tuaku, semua orang dari keluarga Gunawan juga di sana melihatnya, tetapi tidak ada satupun yang menghentikannya, kalian semua adalah satu komplotan. "


" Hari ini aku akan membuat kalian membayar semua ketidakadilan tahun itu! "


Yosua mengayunkan serangan tangan pisaunya.


" Tidak "


Mata Cakra Gunawan melotot tajam dan menonjol keluar. Dia tahu dirinya akan mati hari ini, tetapi dia tidak pernah berpikir bahwa Yosua akan melakukan hal yang sama dengan semua keluarganya.


Kepala dan tubuh terpisah, lalu akhirnya jatuh berguling ke lantai, sedangkan di wajahnya terlihat ekspresi ketakutan.


" Aaaah "


Semua orang di keluarga Gunawan menjerit ketakutan, beberapa orang pengecut bahkan ketakutan sampai kencing di celana.


" Leo! " seru Yosua.


" Hadir, " jawab Leo yang muncul seketika bagaikan hantu, sambil memberi hormat.


Dia terus berada di sekitar, hanya saja ketua sedang mengurus dendam pribadi, makanya dia tidak berani muncul tanpa perintah dari ketua.


" Leo, Leo Yahya, Duta pengamanan. . . " ucap Wilson dengan ketakutan. Dia mengenali lima Dewa Perang, terutama Leo Yahya, Duta pengamanan pusat Nasional, yang memiliki wewenang langsung atas Divisi Patroli dari enam provinsi dan enam puluh delapan kota. Yang berarti bahwa dirinya juga merupakan prajurit dari Leo Yahya.


Keberadaan lima Dewa Perang bagaikan puncak di Negara Huma dan Yahya ada satu orang yang bisa membuat mereka menundukkan kepala dan menjadi bawahan, jangan-jangan. . .


Udara di sekitar wiyoso menjadi dingin dan jantungnya berdetak kencang dalam sekejap.


" Buang mayat Cakra Gunawan ke sungai, sedangkan orang-orang dari keluarga Gunawan diasingkan ke perbatasan Utara sebagai pengemis. Jika ada yang berani melarikan diri, langsung eksekusi di tempat! "

__ADS_1


__ADS_2