
Apa yang disukai putrinya, itulah juga yang disukai Yosua.
" Pak , pak, " Sherry tercengang, dia tidak menyangka bahwa pihak pembeli begitu mudahnya akan membeli rumah itu, bahkan tidak meminta potongan harga.
" Suamiku, rumah ini sangat bagus! " tepat saat itu seorang gadis cantik dan juga wangi berjalan mendekat sambil menunjuk ke arah maket, di sebelahnya ada seorang pria yang tampak kayak.
" Iya, lumayan. " Pria itu melihat ke arah maket dan mengangguk kepalanya.
" Wah , memang memiliki mata yang bagus, rumah ini adalah bangunan elit yang kami punya, merupakan satu-satunya rumah mewah di komplek ini, awalnya Bos kami mau menempatinya, rumah sudah direnovasi dengan begitu mewah, lengkap dengan perabotan di dalamnya, sangat mewah. Karena bos saya ingin pindah ke luar negeri , barulah dia mau menjualnya. " sales wanita yang bernama Monica berbicara begitu semangat.
Komisi rumah lain hanya 1-2%, tapi bangunan elit ini memiliki komisi sebesar 4%.
Dan bangunan elit ini harganya sangatlah tinggi, jika berhasil menjualnya saja, komisinya bisa lebih dari enam belas miliar rupiah.
" Eh, ka Monica, bangunan elit ini sudah terjual, " ujar Sherry.
" Apa!? " Monica melongo, karena terlalu kuat, foundation make up di wajahnya pun rusak .
" Kapan terjualnya? bagaimana mungkin aku tidak tahu? " Monica tidak percaya jika bangunan elit tersebut pasti satu kantor pemasaran pasti sudah gempa dan semua orang pasti sudah tahu.
" Baru saja terjual, bapak ini mau membelinya." Sherry menunjuk ke arah Yosua dengan sopan.
" Dia!? " Monica memandangi Yosua dan berkata, " Aku katakan padamu Sherry, orang ini gila, apa kamu juga ikutan gila ? apa kamu tidak bisa melihatnya, pria seperti dia mana mampu membeli bangunan elit ini? "
Monica telah bekerja di kantor pemasaran lebih satu tahun, sudah begitu banyak orang yang dia temui sehingga secara sekilas dia bisa melihat orang yang datang punya uang atau tidak.
Dandanan Yosua seperti ini, tubuhnya mengenakan pakaian di pasar loak, masih berkhayal bisa membeli bangunan elit, sungguh konyol.
__ADS_1
" Ka Monica, kamu salah kalau berbicara seperti itu! " Sherry tampak marah, dia merasa jika Monica memakinya tetapi di depan pelanggan Dia berkata bahwa pelanggannya gila, hal itu sungguh keterlaluan.
" Sudahlah, sudahlah, kamu segeralah pergi! " Monica tidak memperdulikan Sherry dan langsung menoleh ke arah lain dengan senyuman dan berkata, " Bos, bangunan elite ini masih ada, temanku ini adalah orang baru di sini, dia masih belum mengerti apa-apa, apakah anda bisa memutuskan untuk membelinya hari ini? "
" semua tergantung akan harganya dan juga ... " pria tampak kayak itu menjulurkan lidah di hadapan Monica di belakang istrinya.
Mereka yang berada di kantor pemasaran ini, pasti memiliki wajah yang cantik, meskipun Monica bukanlah yang paling cantik tapi dengan pembawaannya yang begitu semangat ditambah dengan riasannya yang tebal, memiliki kharismanya sendiri.
Menjual rumah menghalalkan segala cara, hal ini sudah menjadi rahasia umum di kalangan mereka, anggap saja menjual satu rumah, satu persen dari empat miliar rupiah juga sudah empat puluh juta rupiah.
Nominal itu sudah melebihi dari gaji satu bulan.
Demi bisa menjual lebih banyak rumah, setiap sales wanita menghalalkan segala cara, agar uang berada di tangan mereka, barulah ada manfaatnya.
tentu saja ada juga yang masih bersih seperti Sherry, yang hanya bisa menerima gaji pokok di setiap bulannya. Dibandingkan dengan orang lain Dia tidak memiliki kelebihan lain.
Monica mengerti maksud pria itu, tapi bagaimanapun juga, istri pembeli masih ada di sana, jadi dia tidak bisa menjelaskan, " Bos, Jika anda sudah membelinya, apapun bisa diatur, mengenai harganya, harga bangunan elit ini di empat triliun empat ratus miliar rupiah, Aku akan pergi mengajukan permohonan, Apa mungkin masih bisa dapat potongan harga. "
Monica melirik, mengerti apa maksud dari tatapan pria itu dan melanjutkan perkataannya, " Bos, bagaimana jika tidak aku pergi meminta potongan harga, mungkin masih bisa lebih murah. "
tanpa menunggu pria Mercedes-Benz itu menanggapinya, Yosua langsung mencela, "Apa kalian tidak mendengar atau kalian tuli, Apa kalian tidak mendengar baru saja ibu Sherry katakan bawa rumah ini sudah ku beli."
Perkataan Yosua membuat beberapa orang di sekitar terkejut.
Pria Mercedes-Benz itu memperhatikan Yosua dengan dingin dan berkata," kamu masihlah sangat mudah, tapi nada bicaramu sungguh sombong! Apa kamu tidak takut memakan omonganmu sendiri, Jika kamu sungguh membeli rumah ini, aku akan memakan paket ini. "
Pria Mercedes-Benz itu mencibir, empat triliun empat ratus miliar rupiah, jumlah uangnya bukan main-main, jika semua uang tersebut diletakkan di sini, beratnya bisa mencapai 2,5 ton!
__ADS_1
Yosua mengabaikannya, mengeluarkan kartu bank dan menyerahkannya kepada Sherry, "Gesek kartu ini, tidak ada kata sandi."
Dengan tangan yang gemetar, Sherry mengambil kartu itu dan dengan hati-hati bertanya, " Pak, pak aku bisa mengajukan permohonan agar anda bisa dapat harga yang lebih murah. "
Yosua hanya bisa melambaikan tangannya.
Susah payah sampai dia dapat membeli sesuatu kesukaan putrinya, Yosua tidak peduli beberapa banyak uang yang dia keluarkan untuk membuat putrinya itu senang.
Uang sesedikit itu, Yosua juga tidak peduli.
Sherry masih tidak berani percaya bahwa dirinya bisa menjual bangunan elit ini, Iya perlahan berjalan menuju ruang finance.
Di dalam aula, tidak hanya pria Mercedes-Benz itu dan istrinya, masih ada ka Chenny dan ka Lisa yang berada di depan resepsionis, mereka semua sedang menunggu, mereka semua menunggu Sherry keluar dengan wajah yang kecewa.
Dengan cepat, Sherry keluar dari ruangan finance.
Dua orang yang berbeda di resepsionis melihat terlebih dahulu, mereka semua terkejut, ternyata hal itu tidak sesuai dengan yang mereka harapkan, orang baru ini masih baru, juga dialah yang hanya percaya bahwa Yosua bisa membeli bangunan elit ini, sungguh konyol, Sherry sampai tidak bisa berjalan lurus.
Sherry berjalan ke arah Yosua, ketika semua orang melihat bahwa Dia memegang banyak kunci dan faktur di tangannya.
"Pak, pak ini kunci dan bukti pembayaran mu," Sherry masih terkejut, tapi dia benar-benar menjual bangunan elit ini.
Ada komisi sebesar enam belas miliar rupiah
" Terima kasih" Yosua mengambil kunci dan tagihannya, menoleh ke putrinya dan berkata, " Xena, pasti kamu sudah lapar, ayah akan mengajakmu makan malam. "
" Iya! " Xena mengangguk senang, Ayah membeli sebuah rumah kecil sehingga Xena dan ibunya tidak perlu lagi setiap hari tidur di ruang bawah tanah yang lembab itu dan tidak perlu mencium bau busuk itu lagi.
__ADS_1
" Oh, ngomong-ngomong, Leo kamu tetap di sini dan lihat dia memakan maket ini. "
Setelah Yosua selesai bicara, dia meraih dengan kecil Xena dan berjalan keluar kantor pemasaran.