Eksekusi Dari Dewa Perang

Eksekusi Dari Dewa Perang
bab 9


__ADS_3

Moli berkali-kali meminta bantuan dari keluarga Gunawan, tetapi mereka menolak dan memarahi nya.


Moli merasa sangat tidak berdaya. Demi menyelamatkan putri nya, dia hanya bisa meminjam dari lintah darat seperti Bos Asep.


" Keluarga Gunawan! dasar keluarga Gunawan! " pandangan Yosua memancarkan sepasang tatapan yang dingin.


" Ketua, besok malam adalah pesta ulang tahun Cakra Gunawan, kepala keluarga Gunawan. Besok saya akan membawa orang untuk membunuh mereka semua tanpa sisa," ujar Leo keren geram.


Yosua melambaikan tanga nya.


" Aku sendiri yang akan melakukan pembalasan dendam orang tua."


Area pusat kota jaya ramai lalu lintas adalah pusat CBD kota jaya.


Tepat di seberang jalan, sebuah rumah bangsawan dengan luas lebih dari 100 hektar dan puluhan ribu meter persegi terlihat sangat megah. Di dalam nya memiliki taman, kolam renang, dan lapangan golf, semua nya lengkap tersedia, sehingga terlihat perbandingan yang sangat kontras dengan gedung bertingkat di sekitarnya.


Ini adalah kediaman keluarga Gunawan, keluarga nomor satu di kota jaya.


Pada saat ini, pintu masuk rumah penuh dengan mobil mewah, semua nya adalah mobil mewah edisi terbatas yang jarang terlihat.


" Apakah Jaka sudah diamankan? " tanya Cakra Gunawan yang memakai setelan baju tunik. Di usianya yang ke enam puluh ini, dia sama sekali tidak terlihat tua, tubuh nya yang tegap malah memancarkan +C618 aura wibawa.


" Ya Pak, sudah diamankan dan dikunci di kamar, " jawab kepala pelayan.


Tatapan Pak Cakra sangat dingin. Kaki cucu tertuanya dipotong oleh Yosua. Selain marah, ini benar-benar memalukan bagi keluarga Gunawan.


Hari ini adalah pesta ulang tahun nya. bagaimanapun, dia tidak memperbolehkan orang luar mengetahui hal tersebut.


Manajer dari sebuah Sedan Grup tiba dan mempersembahkan Dewa Emas.


Direktur Louis Grup tiba dan mempersembahkan sebuah Porselen Tiga Warna Dinasti Tang.


Direktur Hilda Grup tiba dan mempersembahkan Lukisan Bunga Teratai, karya Zhang Daqian.


. . .


Semua hadiah dari para tamu yang datang sangat berharga, harga nya tidak ada yang di bawah puluhan juta, tepat dipastikan keluarga Gunawan memiliki pengaruh yang kuat di kota jaya.


" Tuan, tolong pinjami saya dua ratus juta, seratus juta juga boleh. Saya benar-benar tidak punya pilihan lagi. "


Pak Cakra sedang duduk di tengah ruang tamu dan merapikan pakaiannya, bersiap bangkit berdiri untuk menyambut para tamu. Namun, ketika dia mendengar suara itu, wajahnya langsung berubah serius.


" Ngapain kamu datang? Siapa yang membiarkannya masuk, usir dia! "

__ADS_1


Dua pengawal bergegas datang dan mengangkat wanita itu dan menyeretnya ke luar pintu.


" Tuan, Xena sakit jantung dan membutuhkan perawatan segera. Saya mohon, selamatkan dia, karena dia juga keturunan dari keluarga Gunawan. "


Diana Wilasa, dia adalah ibu Moli dan nenek Xena.


Dia berkali-kali datang ke keluarga Gunawan untuk meminta bantuan, tetapi ditolak. Dia pikir datang menemui Pak Cakra pada pesta ulang tahunnya akan lebih mudah, tapi tak disangka dia tetap begitu tak berperasaan.


" Wadah, Kakak Ipar Kedua, bagaimana kamu bisa seperti ini? pada hari ulang tahun Pak Cakra, yang lain pada memberikan hadiah, tetapi kamu malah datang meminta uang, " ujar tamu baik.


" Kamu benar-benar datang untuk meminta uang, " cibir Nyonya Surya.


" Ya, beraninya kalian datang. Kalian kalau tidak malu, kami yang malu, "


" Cepat pergi, jangan merusak kesenangan kami. "


. . .


Ekspresi anggota keluarga Gunawan penuh dengan rasa jijik.


" Huh! Kalian telah dikeluarkan dari rumah, nama kalian juga telah dihapus dari silsilah keluarga. Otomatis, anak haram itu bukan anggota keluarga kita. "


" Aku memperingatkan mu untuk terakhir kalinya, Jangan datang ke sini lagi. Jika tidak, jangan salahkan aku kejam! Usir dia! "


Di gerbang halaman, orang-orang yang datang untuk memberi selamat tak kunjung habis.


" Keluarga Wijaya, menghadiahkan Maybach . . . bagaimana bacanya ? Oh, sebuah mobil maybach Uranus! " pria kepala pelayan.


Usai berbicara, sebuah mobil maybach baru di parkir di depan rumah keluarga Gunawan.


" Apa? Maybach Uranus? " seru seorang bangsawan muda.


" Kenapa? Bukankah hanya sebuah Maybach?" Gadis di sampingnya mencibir. Dia berasal dari keluarga kaya raya dan memiliki banyak mobil mewah di keluarganya, tentu saja ada Maybach diantaranya!


Bangsawan muda itu menelan ludah dan berkata dengan penuh semangat, " Tahukah kamu, Maybach Uranus bukan mobil biasa! "


" Maybach Uranus adalah mobil yang sangat mewah, hanya ada satu di dunia. Dengar kabar, itu dirancang khusus untuk satu orang dan ini benar-benar simbol status yang luar biasa! berapa banyak jumlah uang juga tidak dapat membelinya. "


" Apa? siapa orang ini? bisa-bisanya mengirim barang yang begitu berharga, " ujar gadis itu dengan terkejut.


" Barusan kepala pelayan sepertinya mengatakan . . . keluarga Wijaya? "


" Keluarga Wijaya? "

__ADS_1


Keduanya berseru di saat yang ada satu keluarga Wijaya di kota jaya yaitu keluarga Wijaya yang dihancurkan tujuh tahun yang lalu.


Tidak hanya mereka berdua, tetapi orang-orang di sekitar mereka juga membicarakannya dan melihat ke arah pintu.


Yang membingungkan semua orang adalah sebuah mesin pengeruk mendekat perlahan, mengulurkan lengan mesin dan melewati pagar dan menggali sebuah lubang yang besar di halaman.


Yang lebih mengejutkan semua orang adalah mesin pengeruk itu menyekop mobil Maybach dan membuangnya ke dalam lubang tersebut.


" Apa? "


Semua orang tercengang.


" Siapa yang berfoya-foya seperti ini? jika tidak mau mobilnya, harusnya berikan padaku saja, "


Ujar bangsawan muda itu sambil memukul dadanya dan merasa sayang. Orang yang memiliki satu-satunya mobil ini di dunia, tak akan bisa diukur dengan uang.


Keluarga Gunawan juga merasakan keanehan, seorang pria paruh baya yang bermuka persegi berjalan ke pintu dan melihat sekeliling dengan tatapan dingin.


" Siapa yang berani-beraninya membuat masalah? "


Dia adalah Bayu Gunawan, kepala generasi kedua dari keluarga Gunawan. Selain Pak Cakra, dialah orang kedua yang memiliki kekuasaan dalam keluarga.


Melihat tidak ada jawaban, Bayu Gunawan mengambil daftar buku tamu.


" Keluarga Wijaya "


" Sepertinya gelandangan itu telah datang. "


" Aku tidak mencarinya, malah dia sendiri yang datang. "


Ekspresi wajah Bayu Gunawan sangat berat, melihat sepasang kaki anaknya dipotong Yosua. Tadinya, dia ingin pergi mencarinya usai pesta ulang tahun ayahnya selesai.


" Apakah kalian menyukai hadiah ini? "


Kerumunan orang-orang membuka jalan Yosua muncul dari kerumunan tersebut.


" Ini . . . ini adalah anak dari keluarga Wijaya? " orang-orang kaget melihat lelaki yang muncul itu.


" Ya, memang dia. "


" Dengar kabar, pada malam tujuh tahun yang lalu, dia memaksa bersetubuhan dengan Putri keluarga Gunawan sehingga seluruh keluarga ny hancur binasa. "


" Psst . . . apakah kalian tidak mau hidup lagi? Beraninya kalian membicarakan masalah ini di sini. "

__ADS_1


. . .


__ADS_2