
Setelah tujuh tahun berlalu, Yosua kembali, tetapi dia jauh lebih kuat dari sebelumnya.
Para penonton yang melihatnya tanpa ketakutan dan juga terkejut.
Mereka tahu dengan sangat jelas betapa kuatnya Gabriel.
Sejauh mata memandang, di kota jaya hanya ada sedikit orang yang bisa mengalahkan Gabriel.
Yang paling terkejut adalah Gabriel sendiri.
Tidak ada orang yang lebih mengerti akan kejadian barusan dari Gabriel, bahkan dirinya tidak bisa menyentuh Yosua tapi seketika ada kekuatan yang begitu besar tiba-tiba menyerangnya.
Gabriel telah bertarung dengan begitu banyak master tapi dia tidak pernah merasakan kekuatan yang begitu mengerikan dan mematikan seperti itu.
" Ka-kamu ... Kamu adalah dewa perang! "
Tubuh Gabriel bergetar hebat, getaran tersebut berasal dari ketakutannya.
Menjadi Dewa Perang adalah tujuan hidup Gabriel, ia mengikuti pertandingan ini juga untuk mendapatkan hadiahnya yaitu obat-obatan langka yang dapat mempercepat kultivasinya.
" Sudah terlambat bagimu untuk mengetahuinya! "
Selanjutnya, Yosua memberikan Gabriel sebuah pukulan sampai Gabriel mengeluarkan darah dari mulutnya dan hampir menutup matanya.
Orang jahat sepertinya tidak layak menjadi seorang kultivator.
Ketika Gabriel meninggal, Kevin seketika panik.
Bahkan Gabriel yang sudah tingkat tujuh pun bukanlah tandingan Yosua, sisa pengawal lainnya sudah tidak perlu disebut lagi.
" Yos, Bos, Bos, aku salah! aku tidak akan menyentuh Nona Moli, bawalah dia pergi. "
" Oh iya, Nona Moli, apa kamu butuh uang, ambillah kartu ini, tidak perlu lagi kembalikan, jika tidak cukup, aku masih ada lagi. "
Sambil mengatakannya, Kevin mengeluarkan beberapa kartu bank lagi dari sakunya dan memberikannya kepada Moli.
Selama nyawanya bisa selamat, apalah arti dari uang ini.
" Yosua, Sudahlah, hari ini akulah yang berinisiatif datang memohon padanya, dan lagi dia juga tidak melakukan apa-apa padaku, ayo kita pergi. "
Moli tidak ingin membesar-besarkan masalah, dia takut akan melibatkan Yosua lebih lanjut maka dia menghiburnya.
Kemarahan Yosua masih belum reda, orang-orang ini harus mendapatkan hukuman mati, sekarang Moli sedang berusaha menenangkannya tapi mereka yang telah melakukan kejahatan ini tetap harus mendapatkan hukuman.
Yosua melangkah ke arah Kevin dan melakukan sesuatu terhadapnya.
__ADS_1
" Ah! tangan ku! "
Jeritan Kevin bagai babi yang mau disembelih, tangan kanannya lemah terkulai.
Tak berhenti di situ saja, Yosua menendang Kevin sebanyak tiga kali, setiap tendangannya begitu kuat sampai mematahkan tiga tulang lainnya.
" Ah!!! "
Rasa sakit yang luar biasa di sekujur tubuhnya membuat Kevin berteriak histeris sampai di keadaan dia mau pingsan tapi Yosua tidak memberikannya kesempatan untuk pingsan sama sekali.
Orang seperti Kevin ini harus diberikan hukuman yang paling kejam.
Tidak beberapa lama, Kevin tidak bisa mengeluarkan suara apapun lagi, dia sudah sekarat tapi ketika dia sudah mau pingsan, Yosua kembali menendangnya dengan kuatnya.
Kevin terbelalak Karena rasa sakit yang begitu luar biasa sekali lagi terasa di tubuhnya sampai jadi tidak mampu lagi bersuara, seketika ia langsung jatuh pingsan.
Kalaupun Kevin masih bisa bangun, dia pasti menjadi orang yang tidak berguna.
Orang biadab seperti dia benar-benar tidak berguna, jika tidak dibunuh maka harus diberi hukuman sepuluh kali maupun seratus kali lipat.
" Yosua, Jika kamu mempermalukan Kevin seperti hari ini, Gavin tidak akan membiarkanmu begitu saja, dia begitu kuat ditambah lagi keluarga Gunawan telah memberikan hadiah bagi siapa saja yang bisa menangkap mu, cepatlah pergi, semakin jauh semakin baik dan jangan kembali ke kota jaya untuk selamanya ! "
Moli masih belum tahu bahwa keluarga Gunawan telah runtuh, ditambah lagi dengan Gavin yang memiliki kekuasaan yang begitu kuat sehingga membuat wajah Moli tampak begitu khawatir.
Terdengar suara yang genit dan wanita itu pun jatuh ke pelukannya.
Moli merasa hangat dan aman berada di pelukan Yosua.
Saat ini Moli tidak bisa mengeluarkan kebenciannya, dia hanya ingin dipeluk erat oleh Yosua.
Tapi seketika mata Moli yang menawan berangsur-angsur tertutup, kulitnya yang seperti salju pun memerah dan dia mulai hilang kesadaran.
Yosua terdiam, lalu dia mengalihkan pandangannya dari Moli dan menatap dengan niat membunuh.
Yosua begitu familiar akan kejadian ini, tujuh tahun yang lalu maulid juga terlihat seperti ini, ini adalah efek dari obat bius.
" Awalnya Aku ingin membiarkanmu hidup, tetapi ternyata kamu yang ingin mati! "
Mata Yosua memelototi Kevin, lalu sebuah aura berbentuk bambu muncul dan langsung diarahkan ke jantung Kevin.
Kevin yang sudah tidak berdaya tidak bisa bereaksi sama sekali jantungnya langsung tertusuk dan berhenti berdetak.
Kemudian Yosua mengangkat tubuh Moli dengan lembut, di bawah gedung sudah ada mobil yang menunggu dengan Leo yang sudah menunggu di dalamnya.
" pergi ke rumah sakit. " Yosua memerintahkan begitu masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"baik!"
Leo menyalakan mobilnya dan menyetir dengan cepat menuju rumah sakit.
Di dalam mobil, wajah Moli tampak linglung dan memerah. Lalu Yosua menggunakan kedua tangannya untuk mengeluarkan tenaga dalam, sedikit demi sedikit merasa obat itu keluar dari tubuh Moli
Sesampainya di pintu rumah sakit, obat bius yang berada di tubuh Moli telah hilang sepenuhnya.
Hanya saja hal itu masih tidak cukup untuk menyadarkan Moli, dia masih butuh istirahat semalam.
Di pintu bangsal, wajah Diana masih penuh dengan air mata, Iya masih menunggu dengan cemas. Xena masih koma dan putrinya juga masih belum kembali. Diana tahu seperti apa Kevin, dia takut jika putrinya pergi dengannya, pasti bisa terjadi sesuatu yang tidak baik.
Semua cara sudah dipikirkan, uang yang bisa dipinjam pun sudah dipinjam, tapi sejak diusir oleh keluarga Gunawan, semua kerabat maupun teman mereka pergi menjauhi mereka, karena mereka semua takut karena imbasnya juga.
Yang bisa dilakukan Diana sekarang hanyalah berdoa dan terus berdoa, berdoa agar Kevin melihat putrinya itu sebagai mantan dari keluarga Gunawan sehingga dapat meminjamkannya sejumlah uang tanpa terjadi apapun.
Di koridor, sebuah bayangan yang berada di kejauhan berkedip mendekat.
" Moli! "
Melihat putrinya berada di pelukan orang, Diana lekas pergi memeriksanya.
" Moli akan baik-baik saja, dia cukup beristirahat semalam. "
" Oh, Dewi murah hati memberkati, Dewa memberkati, terima kasih, terima kasih ... kepadamu! " Saat itu Diana baru mendongkrak untuk melihat orang yang datang ini.
" Iya Tante, aku Yosua, " Celetuk Yosua sampai tersenyum.
Seketika amarah Diana langsung berkobar dan memarahinya, " Yosua! kamu masih berani kembali! kamu! dasar bajingan, kamu apakan putriku? "
Situasi mereka bertiga sekeluarga begitu menjadikan dikarenakan orang-orang yang mereka pandang.
Wajah Leo tampak muram, dia menyentuh pedang yang ada di pinggangnya.
" Moli di bius, tapi tidak usah cemas karena sebagian besar obatnya sudah dihilangkan sehingga tidak akan membahayakan nyawanya. " Yosua menjelaskannya kepada Diana.
Plak!
Terdengar suara tamparan yang begitu nyaring, ia menampar Yosua di wajahnya.
" Berani-beraninya kamu! cari mati ya! "
Swosh!
Leo mengeluarkan pedangnya tanpa banyak bersuara ia siap menebas Diana.
__ADS_1