
Sejak saat ini tidak akan lagi keluarga Hermansyah di kota jaya.
Ada sebuah mobil Bentley yang berhenti di luar bandara.
'' tuan, nona muda, di luar terlalu panas ,tunggu di dalam mobil saja. ''
seorang supir berusia lima puluh tahun memayungi mereka berdua sampai keringat bercucuran di dahinya.
sekarang adalah bulan Agustus, suhu di luar mendekati empat puluh derajat Celcius. dia telah melayani keluarga Surya hampir dua puluh tahun, dan ini pertama kalinya melihat tuan Surya bertemu langsung dengan seseorang seperti ini.
'' iya kakek , sebenarnya orang apa yang begitu hebat sampai kakek harus datang menjemputnya sendiri.''
di bawah payung, seorang gadis anggun bersungut dan wajahnya yang cantik terlihat butiran keringat dan meneteskan keringat,
walaupun dia memakai rok mini, tetapi Merasakan panas yang luar biasa di bawah suhu temperatur yang begitu tinggi.
perempuan itu bernama WENY Surya, dan lelaki tua yang di sampingnya adalah kakeknya yang bernama Wahyu Surya. tadi malam, dia menerima pemberitahuan dari kakeknya untuk menemani menjemput seseorang di bandara ini.
Sebelumnya, dia juga pernah menemani kakeknya menjemput orang, tetapi tidak sampai harus berdiri di bawah cuaca yang begitu tarik untuk menunggunya, ini adalah pertama kalinya dia begitu formal.
" kakek, jika anda tidak mau naik ke mobil, maka aku akan naik, '' ujar weny Surya membalikan badannya.
'' Beraninya kamu ! ''
Wahyu Surya mengetukkan tongkatnya yang dengan keras ke lantai, sehingga terdengar ketukan yang keras.
''Kakek ''
Bibir Cherry kecil Weny Surya kembali bersungut, '' kita sudah menunggu hampir empat puluh menit, sebenarnya orang penting apa sih ? ''
'' jangankan empat puluh menit, walaupun harus menunggu satu hari ataupun tiga hari, kita juga harus menunggu! ''
Meskipun Weny tidak bersedia, tetapi tidak akan berani menentang perkataan kakeknya. pada saat ini, gaunnya basah karena keringat, sepasang kaki lurus dan ramping yang terbungkus stoking transparan berwarna nude juga berkeringat, sangat tidak nyaman.
'' Dia telah datang ''
nada bicara Wahyu Surya aga gemetaran dan tangan kanannya memegang erat tongkatnya.
Weny Surya melihat ke arah datangnya suara, alhasil, membuat nya terkejut.
__ADS_1
Biasanya memang banyak orang di pintu keluar bandara, tetapi mereka hanya penumpang biasa yang ramai dan berlalu lalang dengan tergesa gesa.
Namun, pada saat ini, ribuan orang yang ada di dalam bandara berpakaian seragam dan langkah mereka serentak satu sama lain.
Setiap langkah seperti palu yang berat, memukul jantung Weny Surya dengan keras, membuat dia bernapas dengan terengah-engah dan jantungnya berdebar kencang.
Penampakan yang di hadapannya sungguh cetar membahana.
Apakah ini orang yang mau di jemput kakek hari ini.
'' apakah kepulangan ketua kali ini ada hal yang di tangani ? boleh di serahkan kepada saya saja."
Sejauh yang dia tahu, ketua tidak pernah membuang waktu sesukanya,dan kepulangannya kali ini, pasti karena memilki hal penting yang harus di tangani.
Tidak ada keraguan tentang koordinator besar, lagi pula di sini pusat nasional, Leo Yahya sebagai koordinator pengamanan akan lebih mudah dalam mengurus satu hal.
Yosua tidak menjawab, hanya melambaikan tangannya saja.
Dia meninggalkan rumah pada usia delapan belas tahun. selama tujuh tahun ini , dalam hatinya menyimpan sebuah duri yang selalu menusuk hati nya dan menyebabkan dia merasakan sakit luar biasa sepanjang waktu.
Sekarang perbatasan telah stabil dan juga saat yang tepat untuk membalas pada suatu hal.
Leo Yahya tidak berani bertanya lebih lanjut, begitu juga empat orang lainnya, mereka samar samar mengerti kepulangan ketua kali ini untuk mengurusi masalah pribadi.
Rombongan orang tersebut berjalan keluar bandara.
Wahyu Surya langsung mengenali Yosua yang berjalan paling depan, dan melangkah maju dengan tangan gemetar.
Yosua bergegas maju beberapa langkah untuk memapahnya,'' Kakek Surya, ''
Panggilan begitu umum malah membuat Wahyu Surya berkeinginan air mata. Dia menatap pria tegap depannya, membuat perasaannya campur aduk.
Karena hanya dia tahu beberapa banyak penderitaan yang di alami Yosua di perbatasan selama tujuh tahun.
Mata Yosua sedikit memerah, jika bukan karena pria tua yang di hadapannya, dia sudah mati pada malam tujuh tahun yang lalu.
Di perjamuan, Yosua di jebak oleh seseorang, sehingga minum obat bius, yang di masukan secara diam diam, dan menjalin hubungan dengan seseorang perempuan Tampa sadar.
Perempuan tersebut bernama Moli Gunawan, putri dari keluarga Gunawan.
__ADS_1
Keluarga Gunawan adalah keluarga ternama di kota jaya. Begitu mengetahui putri mereka di nodai, mereka marah besar dan langsung menurunkan perintah untuk membunuh keluarga Wijaya, kemudian ratusan pengawal segera mengepung lobi hotel.
perjamuan jadi Medan perang.
orang tua Yosua berjuang mati Matian untuk membiarkan dia melarikan diri.
Malam itu, hujan deras, Yosua terus berlari di tengah hutan sendirian, dan terdengar teriakan pembunuh terus mengejar di belakang.
Dia terus berlari, dan pada akhirnya jatuh kelelahan di pinggir jalan. saat pembunuh menghunuskan pisaunya, ada mobil lewat menghalangi di depan pembunuh.
Orang di dalam mobil tak lain adalah Wahyu Surya, temen kakek Yosua. si pembunuh hanya mengucapkan beberapa kata, tetapi tidak berani bertindak gegabah, karena takut dengan kekuasaan keluarga Surya. jadi, Dia hanya pasrah menatapi mobil yang menghilang di tengah hujan malam.
Keluarga Gunawan memiliki pengaruh besar di kota jaya, jadi Wahyu Surya dapat mengirim Yosua ke perbatasan supaya aman.
'' Sudah tujuh tahun, Yosua, akhirnya kamu kembali, '' ujar Wahyu Surya yang terisak Isak .
Selain orang tua Yosua,di dunia ini hanya Wahyu Surya yang memanggil namanya seperti ini.
Beberapa tahun ini, kondisi keluarga Surya juga tidak baik, hanya karena menyelamatkan Yosua pada tahun itu, keluarga Surya dan keluarga Gunawan bermusuhan, jadi keluarga Surya selalu di tindas, Jika bukan keluarga Surya ada sedikit pengaruh di kota jaya, mungkin nasibnya akan sama dengan keluarga Wijaya, musnah dalam satu malam.
'' Bener, kakek Surya, aku telah kembali. ''
Dia akan ingat utang budi ini selamanya. karena itu, begitu dia datang, orang pertama yang dia jumpai adalah Surya.
Wahyu Surya merupakan keluarganya.
'' Baguslah sudah pulang. oh ya, ini adalah Weny Surya cucuku, '' ujar pak Surya sambil menyeka air mata dari sudut matanya dan menarik cucunya ke depan.
'' Kamu adalah orang yang di jemput kakek hari ini ? muda sekali, '' ujar Weny yang merasa sedikit kecewa.
Dia berpikir yang di jemput kakek hari ini adalah orang penting, tapi dia tidak menyangka bahwa yang di jemput adalah lelaki muda, pada usianya yang begitu muda, pastilah tidak banyak prestasi yang di capai.
'' Panggilan aku Yosua saja.'' Yosua tidak menyalahkan.
'' Kakek, orang yang telah kamu jemput, ayo masuk mobil, '' ujar weny Tampa panjang lebar sambil membuka pintu mobil. Dia sudah tidak tahan lagi karena sekujur tubuh ny berkeringat basah.
Pak Surya sedikit malu, ''uhuk ... uhuk... Yosua, kamu jangan salahkan cucuku, dia telah di manjakan oleh ku ''
Yosua terkekeh, dia tentu tidak akan menyalakannya.
__ADS_1