
Biarkan orang-orang dari keluarga Gunawan yang terpandang ini merasakan hidup sebagai gelandangan, apalagi penderitaan di perbatasan Utara jauh lebih kejam daripada membunuh mereka.
" Siap, laksanakan, " ucap Leo sambil melambaikan tangannya dan ratusan prajurit berbaju hitam masuk ke dalam.
Pada saat ini, para tamu yang berkunjung baru menyadari keanehan tersebut. Semua nya tidak berani berlama-lama di sini, satu persatu orang meninggalkan tempat karena takut menimbulkan malapetaka.
" Paman mau ke mana? "
Pandangan mata Yosua dengan santai menyapu ke arah kerumunan orang.
Satu orang tiba-tiba berhenti di antara kerumunan yang panik.
Beberapa detik kemudian, Iya perlahan-lahan memberikan badannya dan dua pasang mata saling berpandangan.
Yunus Sanjaya merasa sangat ketakutan dalam hatinya.Dia tadi telah melihat semua yang terjadi di ruang tamu, keponakannya tidak lagi seperti dulu, bahkan dengan mudah menjatuhkan Cakra.
" Wah, Yosua, bener-bener kamu. Kupikir aku telah mengenali orang yang salah, ke mana saja kamu dalam beberapa tahun ini? Paman mencari mu ke mana-mana. Kapan kamu kembali? mengapa tidak memberitahu paman? jadi Paman bisa menjemputmu dan mentraktir mu makan? "ujar Yunus yang berpura-pura seperti tidak ada masalah.
Yosua tercium dingin berkata, " Mengapa Paman muncul di sini? apakah memberikan hadiah ulang tahun kepada musuh keluargamu? "
Terlintas kepanikan dalam mata Yunus, lalu dia buru-buru berkata, " Mana mungkin. Aku hanya lewat . . . lemari saja. Aku sudah lama ingin menjatuhkan bajingan tua ini, sayangnya, kekuasaan keluarga Gunawan terlalu kuat, dan paman sendiri tidak berdaya."
Mendengar apa yang dikatakan dia, tatapan Yosua berubah tajam dan dingin, aura membahayakan pun semakin kuat.
Menurut penyelidikan Leo, setelah orang tuanya terbunuh, pamannya langsung menjadi penjilat keluarga Gunawan.
Di bawah pengaruh keluarga Gunawan, kehidupannya beberapa tahun ini cukup baik. Setiap tahun, dia mempersembahkan setidaknya puluhan miliar lebih untuk keluarga Gunawan.
Kali ini, Iya menghabiskan banyak uang untuk membeli Relik Langit di hari ulang tahun Cakra Gunawan.
Melihat aura yang membahayakan milik keponakannya, Yunus berkeringat dingin dan berkata, "Yosua koma, kamu belum makan 'kan? ayo, kita pulang makan.Aku akan menyuruh bibimu memasak beberapa hidangan khusus untukmu dan minum bersama. Bibi mu juga berulang kali bilang kepadaku bahwa dia merindukanmu. "
Demi melarikan diri, Yunus hanya bisa menggunakan status kerabat, berharap keponakannya dapat melepaskan dirinya.
Dalam beberapa tahun ini, dia berkecimpung di dunia bisnis dengan sukses, menggunakan keterampilan berbicaranya. Dia memang sangat pandai berbicara.
" Makan? Hehe, jika Paman memasukkan obat ke dalam minumanku lagi, bukankah aku akan membuat kesalahan lagi, "cibir Yosua.
__ADS_1
Yunus tersentak, tetapi dia berpura-pura tenang dan memaksa tersenyum, "Yosua, apa yang kamu bicarakan? Aku adalah pamanmu, bagaimana mungkin mencelakai mu. Ada ada aja kamu membuat lelucon seperti ini. "
Yosua senyum ringan, tetapi hatinya sakit bagaikan disayat pisau.
Jika Dia adalah orang lain, Yosua akan segera menghabisinya.
Akan tetapi, orang yang di hadapan nya ini adalah pamannya sendiri.
Dan pamannya inilah yang meracuninya, mencelakai orang tuanya dan kakak kandung serta kakak iparnya sendiri, hanya demi keuntungan.
Tak di sangka, dia berani mencelakai kerabatnya sendiri!
" Ya, bagaimana mungkin Paman meracuni keponakannya sendiri? "Lalu Yosua berhenti sebentar. pandangannya berangsur-angsur menajam, lalu dia menggerakkan giginya sambil berkata.
" Namun, kamu bisa! "
" Bang! "
Tekanan mengerikan Dewa Perang berkecamuk. Yunus merasa dirinya seolah-olah ditekan oleh sebuah gunung yang besar, tiba-tiba dia jatuh berlutut di lantai sampai lantainya retak seketika dan samar-samar terlihat tulang dalam dagingnya.
Sebuah suara petir tiba-tiba terdengar di langit malam, diikuti lapisan Awan gelap dan hujan yang lebat.
" Aaah! Kakiku! " teriak Pak Yunus bagaikan hewan yang disembelih.
" Yosua, Aku . . . aku paman mu, kamu . . . kamu berani-beraninya memperlakukanku seperti ini, kamu. . . kamu akan dihukum oleh Dewa Langit! "
Yunus berkeringat dingin karena kesakitan, dapat dipastikan kakinya benar-benar lumpuh.
Yosua mendongkak ke atas langit, " Di hukum Dewa? "
Kemudian, Iya perlahan menunduk kepalanya, " tujuh tahun yang lalu, ketika kamu menyakitiku, apakah kamu pernah berpikir bahwa kamu akan dihukum oleh Dewa? "
" Apakah kamu memikirkannya ketika mencelakai kakak iparmu? "
" Apakah kamu pernah memikirkannya ketika mencelakai kakak kandungmu? "
Yosua berteriak dengan merusak, matanya merah dan air mata menetes dari sudut matanya.
__ADS_1
Balas dendam besar telah di balaskan, tapi Yosua sama sekali tidak senang, hanya karena orang di depannya adalah kerabat terakhir yang dimiliki hubungan darah dengannya di dunia ini.
" Ketua, biarlah saya yang menghukum orang ini, "ujar Leo yang berdiri di belakangnya, sambil mengepalkan tangannya dengan hormat.
Dia tahu Yunus adalah paman ketua dan dalam hati ketua pasti sangat sakit sehingga dia tidak tega untuk melakukannya.
" Tidak perlu! "
" Biarkan dia berlutut di sini untuk menyesali perbuatannya, sampai darah dan dagingnya membusuk dan menjadi abu. Jangan ada yang menolongnya, melanggar akan dihabisi!"
Usai berbicara, Yosua berjalan pergi tanpa menoleh, meninggalkan Yunus yang menangis di belakang dan memohon belas kasihan.
Sebuah rumah sakit umum di kota jaya.
Moli sangat cemas akan putrinya yang, karena demam tinggi.
Setelah seorang dokter wanita melakukan pemeriksaan, harusnya berkerut dan berkata dengan marah, "Putri anda memiliki penyakit jantung bawaan, sebagai seorang ibu, tidakkah kamu mengetahuinya? Malah membiarkannya mengalami luka yang begitu parah! "
Moli tidak menjawab dan menggigit bibirnya dengan kuat, air mata pun terjatuh seketika.
Bagaimana mungkin dia tidak tahu bahwa putrinya memiliki penyakit jantung. Dia selalu menyalahkan dirinya sendiri karena tidak memberinya tubuh yang sehat.
Sekarang putrinya menderita begitu banyak luka, dia sebagai seorang ibu, sangat menyesalinya. Jika Yosua tidak menyelamatkannya tepat waktu, takutnya putrinya sudah . . .
" Cepat urus prosedur untuk rawat inap, putrimu harus segera dioperasi, " ujar dokter itu dengan dingin.
Begitu mendengarnya, Moli segera menjawab, " Na . . . namun, harus menunggu Dia berumur sepuluh tahun, baru bisa dioperasi . "
Anak perempuannya terlalu kecil untuk menanggung trauma akibat operasi, dan operasi hanya dapat dilakukan setelah Dia berumur sepuluh tahun. Ini adalah kesimpulan yang diberikan oleh banyak rumah sakit.
" Baiklah, kalau begitu, tunggu sampai anakmu berumur sepuluh tahun baru dioperasi. " setelah dokter selesai bicara, dia berbalik dan pergi, dan ketika dia sampai di pintu, dia menoleh dan berkata dengan dingin, " Kondisi putrimu saat ini, jangankan menunggu sampai sepuluh tahun, bahkan dia kemungkinan tidak bertahan lewat dari tiga hari. "
ngung . . .
Ketika Moli mendengar bahwa putrinya tidak dapat bertahan lebih dari tiga hari, Iya merasa dunia di sekelilingnya Tengah berputar, buru-buru dia menopangkan badannya ke dinding sebelahnya supaya tidak jauh.
" Dokter, tolong . . . tolong selamatkan putriku." Moli bergegas maju, mencengkeram sudut pakaian dokter dan menangis.
__ADS_1