Eksekusi Dari Dewa Perang

Eksekusi Dari Dewa Perang
Bab 14


__ADS_3

Pada saat ini, Kevin hanya menaruh perhatiannya terhadap Moli. walaupun tidak sedikit gadis yang dipermainkan nya, tetapi dia belum pernah mencoba Putri bangsawan seperti ini, meskipun Moli telah diusir dari keluarga Gunawan.


" Nona Moli, silakan diminum dulu airnya. " Kevin mengambil air dari bawahannya dan memberikannya kepada Moli.


Dia mencari info keberadaan Kevin di sepanjang jalan, sehingga dirinya sekarang sangat haus, lalu dia minum beberapa teguk tanpa berpikir banyak.


Melihat Moli meminum nya, dalam hati Kevin merasa senang. Di dalam air ini ada banyak obat bius dan dia tahu jelas efek obatnya, pasti cukup untuk bermain satu malam.


" Nona Moli, katakanlah apa yang bisa ku bantu, " ujar Kevin yang ekspresi wajahnya berubah. Lalu, dia menyalakan sebuah rokok dan duduk bersandar di sofa sambil mengangkat kakinya.


Saat ini, Dia sangat yakin akan mendapatkan Moli. Dia hanya perlu menunggu obatnya bereaksi.


" Aku . . . Aku ingin meminjam 200 juta darimu, " ujar Moli, lalu menundukkan kepalanya. Dia tahu konsekuensi jika meminjam uang dari orang seperti ini.


" Oh gitu, kupikir masalah besar apa, ternyata hanya meminjam uang. Segala hal yang dapat diselesaikan dengan uang bukanlah masalah bagiku, " ujar Kevin sambil mengeluarkan sebuah kartu bank dari dalam kantong dan melemparkannya ke atas meja. Lalu, dia melanjutkan, " Di dalam kartu ini ada dua miliar, ambillah. "


" Tidak. . . tidak perlu, pak Kevin. Aku tidak memerlukan sebanyak itu, hanya dua ratus. . . dua ratus juta saja . . . "


Moli belum selesai berkata, tetapi dibantah duluan oleh Kevin.


" Nona Moli, Aku punya banyak uang. Tips yang kuberikan setiap malam bahkan lebih dari nominal ini. "


" Dua ratus miliar ini sebagai uang untuk menjadi kekasih gelap ku selama satu bulan dan kamu harus hadir setiap saat diperlukan."


" Jika kamu tidak setuju . . . maka jangan salahkan aku tidak bisa membantumu, " ujar Kevin sambil memiringkan bibirnya dan mengangkat tangannya.


Sebelum datang, Moli sebenarnya sudah mempersiapkan diri nya, tetapi saat mendengar Kevin berkata demikian, tubuhnya bergetar karena hinaan tersebut dan matanya seketika penuh dengan air mata.


Dia membutuhkan uang untuk pengobatan anaknya. Andai saja Dia memiliki cara lain, dia tidak akan memilih jalan ini.


" Aku, aku menyetujuinya . . . "


Usai berkata, Moli menggigit bibirnya sampai berdarah. Saat ini, hatinya sangat putus asa dan air matanya mengalir keluar.


Kevin tersenyum puas. Dulu, gadis-gadis didapatkannya dengan mudah menggunakan uang, tetapi Moli berbeda dan inilah yang membuat dia semakin bergairah untuk menaklukkannya.

__ADS_1


Kevin menjilat bibirnya sendiri, lalu mengulurkan tangannya dan tidak sabar untuk membuka pakaian Moli. Dikarenakan Moli telah menyetujuinya, dia tidak mau menunggu reaksi obat lagi, bagaimanapun inisiatif lebih bagus daripada menunggu.


Sebuah kancing di kerah bajunya dilepas,dan memperlihatkan kulitnya yang seputih salju. Kevin langsung menelan ludah begitu melihatnya.


Kecantikan Moli yang tiada taranya di kota jaya ini, ditambah dengan identitas Putri bangsawan, itu membuatnya jauh lebih baik daripada selebgram.


Moli sangat putus asa, seketika dia merasa bersalah terhadap Yosua.


Meskipun dia dan Yosua bersetubuh karena dicelakai orang, meskipun dia membencinya, tapi tubuhnya tetap milik Yosua dan mereka juga memiliki seorang anak. Di dunia ini, tubuhnya hanya milik Yosua.


Tepat ketika kancing keduanya hendak dilepaskan, terdengar suara dentuman keras dan pintu mendadak hancur.


Kevin belum melihat jelas orang yang datang, satu botol air melesat dengan cepat ke arahnya.


" Plak! "


Terdengar suara nyaring, dan botol kaca tersebut yang terkena cipratan darah jatuh ke mana-mana.


" Aduh! "


" Yo . . . Yosua! "


Moli kaget bercampur senang. Ini adalah kedua kalinya Yosua menolong dia saat dalam bahaya, kedatangannya bagaikan Dewa yang turun dari langit.


Tak tahu mengapa, setiap kali melihat Yosua, ia merasa sangat aman. Walaupun langit akan runtuh, seolah-olah dia akan menopangnya.


" Bajingan! Ternyata kau, si gelandangan itu! " Kevin melihat orang yang datang dari celah jari-jarinya.


Para keluarga terpandang mengetahui kejadian waktu itu, di mana Yosua diburu oleh keluarga Gunawan.


Seorang gelandangan yang telah bersembunyi selama tujuh tahun, berani-beraninya kembali dan melukai dirinya sendiri, ini membuatnya sangat marah.


" Pengawal! "


Mendengar teriakan Kevin, sekelompok pengawal langsung masuk ke dalam, dipimpin oleh seorang pria yang tingginya dua meter.

__ADS_1


Pria ini bernama Gabriel, pengawas pribadi Kevin wilasa, yang juga pesilat tinggi dengan wushu tingkat lanjut yang dipekerjakan oleh wilasa group dengan bayaran dua puluh miliar setiap tahun.


" Gabriel, bunuh dia! "


Kevin berpikir sejenak dan berkata, " Oh, tidak, potong empat anggota tubuhnya dulu jangan biarkan dia mati. Perempuan ini adalah istrinya, Aku ingin dia melihat dengan matanya sendiri, bagaimana aku bermain dengannya wanitanya, hahaha . . . "


Gabriel tidak tertarik dengan wanita, tetapi pengawal lainnya diam-diam merasa senang di dalam hati karena adegan asmara tersebut bukanlah sesuatu yang dapat sering dilihat. Apa lagi perempuan tersebut memiliki paras yang sangat cantik, kali ini mereka dapat melihatnya dengan puas.


" Cari mati! "


Mata Yosua sangat dingin, karena dia telah menganggap Moli sebagai wanitanya sendiri.


Menghina wanita ketua Balai Eksekusi sama dengan menghina ketua Balai sendiri.


" Kamu adalah orang pertama yang begitu tenang dalam menghadapi ku, " ujar Gabriel yang sedang meregangkan ototnya. Tubuhnya yang setinggi dua meter bagaikan tank di hadapan Yosua.


Detik berikutnya, dia meraung dan sepasang matanya berubah menjadi cakar, targetnya adalah sepasang tangan Yosua.


" Yosua, cepat pergi! " teriak Moli dengan cemas dan ekspresi khawatir di wajahnya. Menurutnya, Yosua sama sekali bukan lawan Gabriel, di tambah jumlah lawan yang banyak, keberuntungan tidak sama memihak padanya.


" Pergi? Hehe ... Belum ada yang bisa lepas dari serangan Gabriel sampai sekarang, " cibir Kevin dengan tatapan kejam. Dia ingin melihat langsung anggota tubuh Yosua yang di potong di hadapan nya.


Gerakan Gabriel sangatlah cepat, hanya dalam sekejap saja beberapa puluh meter dapat di tempuh oleh nya.


Melihat lawan masih berdiri di tempat yang sama dengan tenang, Gabriel mencibir dalam hati, bahwa seperti nya pihak lawannya ketakutan sampai tidak bisa bergerak.


Buk!


Terdengar suara benturan yang membuat semua mata terpana ke pemandangan di depan mereka.


Arena seketika hening, semua orang tercengang dan tidak mempercayai apa yang telah terjadi di hadapan mereka.


" Ba-bagaimana mungkin ini bisa terjadi! " Kevin tercengang dan tidak memperdulikan darah yang bercucuran itu.


Moli menutup mulutnya, matanya terbelalak, ia sangat terkejut sampai mau berteriak.

__ADS_1


Tidak ada satu orang pun di arena yang mengenal Yosua lebih dari Moli. Kala itu Yosua mau di bunuh, Yosua hanya bisa pergi melarikan diri.


__ADS_2