
Di depan kantor pemasaran, petugas keamanan menghentikan mobil mereka.
" Mau apa kalian? "
Leo menekan jendela mobil dan mengangkat alisnya ," Apa yang bisa kulakukan di sini, tentu saja, untuk membeli rumah! "
Penjaga keamanan melirik ke dalam mobil dan berkata dengan dingin, " Tidak ada tempat parkir di dalam, silakan parkir di luar. "
" Omong kosong! " seru Leo, " ada begitu banyak tempat kosong di sana, kamu bilang tidak ada tempat parkir? "
Di depan kantor pemasaran, hanya ada beberapa mobil, dan masih banyak tempat kosong.
" Aku bilang tidak ada, ya tidak ada, Jika kamu ingin parkir, parkirlah di luar, dan jika kamu tidak mau, pergilah! " kata petugas keamanan itu sambil melirik Leo.
" Sialan " kata Leo sambil memperlihatkan giginya sambil mau menerobos masuk.
" Leo! " Yosua berhenti, " parkir saja di luar. " setelah mengatakan itu, dia meraih tangan Xena, membuka pintu dan berjalan ke luar.
Dengan marah Leo menyetir mobil ke sisi jalan.
Tepat pada saat itu, sebuah Mercedes-Benz S600 hitam melaju lalu Petugas keamanan itu segera membungkuk dan melangkah maju sambil tersenyum.
" Bos, apa anda mau ke sini melihat rumah? aku akan mencari tempat parkir yang Bagus untuk anda. Kemari, lewat sini , baik, belok kiri , ok, mundur, mundur, berhenti, ok bos. "
seorang pria paruh baya dengan perut besar keluar dari Mercedes-Benz, memeluk gadis cantik dengan riasan tebal, melemparkan uang seratus Yuan ke penjaga pengamanan, dan berjalan pergi.
Petugas keamanan itu segera membungkuk dan mengambilnya, " Terima kasih Bos, jangan khawatir, aku akan menjaga mobil anda dengan baik. " setelah mengatakan itu, dia menyemburkan nafas ke arah jendela mobil dan mengelapnya bolak-balik dengan mansetnya.
Melihat adegan ini, Leo tidak tahan lagi, beberapa langkah ke depan dan meraih kerah penjaga itu.
__ADS_1
" Sudah Leo, ini bukan medan perang perbatasan, Jangan sembarangan menghajar orang. " Yosua terkekeh.
Temperamen Leo selalu tenang, kenapa sekarang mirip dengan Mahendra? satu Mahendra aja sudah menarik perhatian. Jika ada yang lain, hal itu akan membuat pusing.
Lia melepaskan tangannya dengan marah dan menatap satpam dengan ganas, tatapannya membuat kaki satpam itu lemas dan jatuh ke tanah.
" Ah ... cih ... " ketika rombongan Yosua pergi, satpam itu meludah ke tanah, " Huh, pura-pura kaya, datang kemari dengan belum punya plat nomor, kemungkinan besar itu mobil curian, jangankan beli rumah, menurutku hanya beli toilet! "
Beberapa orang itu telah memasuki aula, tentu saja tidak mendengarnya, kalau tidak, Leo akan memukuli penjaga keamanan itu hari ini.
Saya harus mengatakan bahwa itu sangat memang bergaya di sini, aula besar yang didekorasi Dengan indah, dan para gadis penjual semuanya mengenakan jas hitam dan rok pendek, terlihat muda dan cantik.
" Apakah Anda ingin melihat rumah? " tanya sales properti, sambil melihat Yosua.
Yosua menatap dan mengangguk setuju.
" Ya benar, kelihatan sekilas saja, mereka hanya menumpang AC. Rumah terkecil di sini harganya lebih dari dua puluh miliar rupiah. Bagaimana orang seperti itu bisa membelinya? " rekan wanita sebelahnya pun tertawa mencibir.
Wanita penjual di sebelah Yosua bernama sherry. Dia baru saja masuk dan bekerja di sini kemarin, dia berusaha susah payah menjelaskan kepada Yosua.
" Pak , Griya Husada adalah komplek kelas atas dengan fasilitas yang lengkap di dekatnya, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, rumah sakit dan lain-lain. Semuanya bisa ditempuh hanya beberapa menit berjalan kaki. Setelah keluar gerbang komunitas, belok kiri beberapa puluh meter akan ada pintu masuk ke kereta bawah tanah. Akses transportasi yang sangat nyaman. "
Yosua mengangguk, menyatakan kepuasannya, dan berkata, " apakah ada informasi yang lebih terperinci? "
" Ah ada, tunggu sebentar. " Sherry berjalan ke meja depan dan mengambil beberapa gambar dan teks dari meja, bersama dengan beberapa botol minuman dan permen.
" Sherry , kamu terlalu polos. Apakah orang seperti ini datang untuk membeli rumah? apakah kamu tidak lelah? " tanya sales wanita yang lebih tua sambil memutar matanya.
" Iya, Sherry, dilihat sekilas saja sepertinya mereka di sini untuk menikmati AC. Kami telah melihat banyak orang yang seperti itu, kamu marah memberi selembaran dan minuman. Kamu tidak lelah. Aku yang lelah! "
__ADS_1
" Noh ... " kata wanita penjual itu, menuju ke seorang pria dengan perut besar tidak jauh darinya, " apakah kamu lihat orang yang dilayani Monica? orang seperti itu mungkin benar-benar membeli rumah, datang saja mengendarai Mercedes-Benz, kamu baru masuk, belajarlah lebih banyak kedepannya. "
Sherry tersenyum sedikit dan berkata, " Ka Lisa, ka Chenny, aku baru masuk, anggap saja ini untuk mempraktekkan apa yang aku pelajari di kelas pelatihan. Aku pergi dulu, jangan sampai pelanggan menunggu lama. "
" Cih, aku benar-benar tidak habis pikir. " kata Chenny, kemudian melihat ke cermin dan melanjutkan mengatur riasannya. Dia terlalu malas untuk menerima pelanggan seperti itu.
" Tidak usah pedulikan dia, jika dia tidak lelah, biarkan dia melakukannya. Jika dia terus seperti ini, Jangan harap dia bisa menjual rumah selama sebulan ini, tunggu saja sampai dia dipecat. "
" Ayah,ayah, rumah yang kecil ini, kita beli rumah yang ini saja. " teriak Xena sambil menunjuk ke arah maket.
Xena tahu bahwa hari ini ayahnya mau membeli rumah, tetapi setelah melihat maket rumah, semuanya merupakan rumah bertingkat dan rumah yang ditunjuknya itu yang paling kecil sehingga pasti lebih murah dibanding dengan yang lain.
Selama bertahun-tahun, Sena tahu betapa sulit ibunya untuk mencari nafkah sehingga dia tidak mengerti untuk tidak menghambur-hamburkan uang, Jika dia ingin sesuatu atau ingin makan sesuatu, dia juga akan berusaha untuk menahannya.
Yosua terus senyum, mengusap-usap kepala Xena dan berkata, " apakah Xena suka dengan rumah ini? "
Xena sempat ragu, lalu dia memperhatikan maket sekali lagi dan menganggukkan kepalanya.
Xena yakin bahwa rumah ini adalah rumah yang paling kecil, Xena tidak ingin ayahnya menghabiskan terlalu banyak uang.
" Kalau begitu kita membeli yang ini saja. " Yosua mengangkat dagu dan menuju ke arah " Rumah kecil " yang ada di maket.
" Hah " Sherry tercengang, kemudian Sherry tersenyum dan berkata, " Pak , rumah ini adalah satu-satunya rumah mewah di satu komplek sini, juga merupakan bangunan elit di kompleks ini, memiliki dua lantai dan satu basemen, dan halaman juga diberikan secara cuma-cuma, total luasnya delapan ratus delapan puluh meter persegi dengan harga per meter persegi sebesar lima puluh juta rupiah, Apa Anda yakin ingin membeli rumah ini? "
Sherry bukannya tidak memandang Yosua, tapi dia tidak menyangka ada pembeli yang mau membeli rumah ini, bahkan dia tidak menyangka bahwa dirinya dapat menjual bangunan elit itu.
Harga rumah ini tidak murah, bukan rumah yang dapat dibeli orang biasa.
" Iya yang itu , putriku menyukainya. " Yosua menundukkan kepalanya dan memandang putrinya yang lembut.
__ADS_1