Eksekusi Dari Dewa Perang

Eksekusi Dari Dewa Perang
Bab 13


__ADS_3

Selama bertahun-tahun, dia dari seorang putri bangsawan menjadi seperti ini, tetapi dia tidak pernah mengeluh atau menyesal. Ketika dia memikirkan putrinya, akan muncul motivasi dalam dirinya, tidak peduli berapa keras atau lelahnya dia, semuanya adalah kebahagiaan.


Xena adalah seluruh hidupnya!


" Aduh, bukankah aku sudah mengatakan ya tadi, jika kamu ingin putrimu selamat, satu-satunya cara adalah mengoperasinya! "ujar dokter dengan tidak senang sambil berusaha melepaskan sudut bajunya dari cengkraman tangan Moli.


" Ok, ok, operasi. . . operasi, " ucap Moli sambil mengusap air mata Di sudut matanya Asalkan anaknya selamat, dia juga tidak memperdulikan yang lain lagi.


Dokter mengeluarkan kuitansi dari sakunya, dengan cekatan menulis beberapa kata, " Pergilah bayar. "


" Dua . . . dua ratus juta? " Moli terbengong melihat angka di atas kuitansi.


" Kenapa? " Dokter wanita itu menjelingkan matanya dengan sebal dan melanjutkan, " Banyak kah jumlahnya? ini hanya pembayaran anggaran di awal, dan akan ada penambahan biaya nantinya. Operasi jantung bukanlah operasi kecil. "


Ketika mendengar akan ada biaya tambahan, Moli menangis lagi.


Dulu, ketika dia masih Putri bangsawan, jumlah uang ini hanyalah uang untuk beli gaunnya.


Beberapa tahun ini, dia membawa putrinya berobat ke rumah sakit besar dan kecil. Tabungan nya yang sedikit telah lama dihabiskan, sehingga dia harus meminjam uang dari bos Asep.


" Dokter, dokter, aku akan menemukan solusi segera mungkin, bisakah mengatur operasi untuk putriku terlebih dahulu? "mohon Moli.


" Lelucon apa ini! kamu pikir rumah sakit adalah tempat amal. Jika kamu tidak punya uang, maka pulanglah, "ujar dokter wanita itu dengan ekspresi tidak senang.


Setiap hari rumah sakit memiliki pasien yang tidak mampu membayar seperti ini, jadi membayar dulu, baru berobat adalah prinsip layanan mereka.


" Dokter, kumohon, aku pasti akan mencari solusi untuk membayarnya. " Moli memohon dengan susah payah.


" Sudah, Sudahlah, aku tidak memiliki waktu banyak untukmu, masih banyak pasien yang harus ku periksa. Jika jika ada uang, dapat diobati.Tidak ada uang, maka pulang saja, " hujan dokter itu, lalu membalikkan badan dan pergi.


Moli berlutut dan menangis di lantai sampai melihat punggung dokter itu.


Di koridor, dokter yang lewat, semuanya melihat dengan ekspresi acuh tak acuh. Dikarenakan Mereka sudah terbiasa dengan hal seperti ini yang selalu terjadi di rumah sakit.


Saat ini, Diana Wilasa, ibunya datang. Melihat putrinya sedang menangis sesegukan di lantai, Iya segera datang untuk memapahnya putrinya sendiri, bertanya, " Moli, apa yang terjadi? "


" Ibu . . . Xena perlu segera dioperasi, tetapi biaya operasinya adalah 200 juta, " ujar Moli kepada ibunya sambil menangis.

__ADS_1


Bu Diana tersentak kaget mendengarnya. Dua ratus juta merupakan angka selangit bagi mereka.


Semenjak mereka bertiga dikeluarkan dari keluarga Gunawan, hidup mereka sangat miskin.


Keluarga Gunawan menurunkan perintah supaya tidak memberikan mereka pekerjaan, dan mati dengan sendirinya, jadi tidak ada yang berani mempekerjakan mereka.


Demi kelangsungan hidup, Moli berbuka sebuah toko bunga kecil.


Sedangkan bu Diana bekerja sebagai pencuci piring di sebuah restoran kecil, dan Heri Gunawan, Ayah Moli bekerja sebagai petugas keamanan.


Pekerjaan tantangan seperti ini, keluarga Gunawan juga malas mengurusinya.


Penghasilan kecil ketiganya hanya cukup makan. Ketika Xena didiagnosa memiliki penyakit jantung, hidup mereka yang sudah miskin menjadi lebih buruk.


Semua uang habis digunakan, tetapi itu juga tidak cukup.


" Aku juga sudah mendatangi keluarga Gunawan, tetapi Pak Cakra benar-benar tidak berperasaan, "ujar bu Diana sambil menggelengkan kepalanya tanpa daya. Tidak peduli berapa keras dia memohon hari itu, dia diusir tanpa ampun.


Setelah berpikir lama, Moli menatap putrinya sedang koma dan berbaring di atas ranjang, lalu menyeka air mata dari sudut matanya bangkit dan berjalan keluar.


" Pergi menemui Kevin Wilasa, " jawab Moli tanpa ekspresi.


" Apa,? Moli, Kevin bukan orang baik, untuk apa kamu mencarinya! "seru bu Diana.


Kevin wilasa adalah Playboy kaya generasi kedua yang terkenal. Ayahnya yang bernama Saka wilasa adalah direktur dari wilasa group yang terkenal. Dia yang membangun setengah bangunan dari kota ini, kekayaannya ada di dalam peringkat sepuluh besar kota jaya. Dulu, kepala keluarga Gunawan juga harus hormat kepadanya.


Bagaimana mungkin Moli tidak tahu Kevin suka bertindak sembrono mengandalkan kekayaan ayahnya. Setidaknya ada ratusan gadis yang dipermainkan nya dengan uang, sungguh bajingan yang penuh dengan nafsu birahi.


Namun, dia benar-benar tidak ada jalan lain lagi. Demi putrinya, dia hanya dapat menemui Kevin, jangankan menjual dirinya, bahkan menukar dengan nyawanya sendiri, dia pun bersedia.


Diva karaoke, di dalam sebuah ruangan VIP yang sangat mewah. Ada dua puluh orang gadis yang berpakaian mini menari di bawah iringan musik yang keras.


Di tengah sofa, seorang lelaki muda yang sedang menghisap rokok, tangannya mencabuli kerumunan gadis-gadis itu dengan senyum cabul di wajahnya.


" Aaaah, Pak Kevin, kamu sungguh menyebalkan. "


" Aaaah. . . pak Kevin, tanganmu menyentuh payudaraku. "

__ADS_1


Ucap para gadis yang disentuh dengan manja.


Semua gadis di sini tahu kalau bayarannya sangat tinggi jika terpilih oleh pak Kevin. Biasanya mulai dari dua puluh jutaan Dan adalah bayaran yang jauh lebih banyak daripada yang mereka dapatkan biasanya.


Makanya, semua gadis itu sebisa mungkin menonjolkan tubuh mereka yang montok.


" Oh ya? maaf kalau begitu, " ujar Kevin sambil menarik gadis itu ke dalam pelukannya. Lalu, dia mengeluarkan setumpuk uang ratusan ribu dan memasukkannya ke dalam pakaian garis yaitu sekalian menyentuhnya serta berkata, " nanti malam akan dapat lebih banyak lagi. "


" Duh . . . sebel deh, " ucapkan Di situ, tetapi tubuhnya menyukai sentuhannya.


Pada saat ini, seorang pengawal berjalan ke arah Kevin dan membisikkan sesuatu di telinganya.


Mata Kevin langsung bersinar dan tersenyum dingin, "biarkan dia masuk."


Pintu ruang VIP terbuka perlahan, Moli dikejutkan oleh situasi di dalam, ia berdiri di pintu dan ragu-ragu untuk masuk.


Dia pernah ke tempat karaoke, tapi hanya sekedar bernyanyi bersama sahabatnya, tidak pernah memikirkan situasi seperti ini.


Akan tetapi, ketika dia teringat akan putrinya yang masih berbaring di rumah sakit, ia menggigit bibir dan berjalan masuk.


" Nona Moli ada keperluan apa mencari ku? " Kevin melepaskan gadis dalam pelukannya, lalu merapikan bajunya dan memasang wajah tersenyum lelaki sejati.


" Aku . . . aku . . ." Moli menggigit kuat bibirnya, malu untuk mengatakannya.


" Apakah Nona Moli mengalami kesulitan? Asalkan aku bisa membantu, pasti akan ku bantu. duduklah, mari kita bicarakan bersama," ujar Kevin sambil menepuk tempat duduk di sampingnya.


Moli duduk sedikit jauh, Kevin juga tidak menghiraukannya, lalu berkata kepada bawahan di sebelahnya, " Cepat tuangkan segelas air untuk Nona Moli! "


Bawahannya langsung mengerti maksudnya, lalu memberikan badan dan pergi.


" Kalian semua juga keluar, ambil dan lagi sendiri, " ujar Kevin sambil mengeluarkan beberapa gulungan ratusan ribu dan melemparnya ke atas meja.


" Terima kasih Pak Kevin. "


Sekelompok gadis menjawab dengan suara manja setelah mengambil uang tersebut.


Mereka paling menyukai pemuda kaya seperti ini, karena sangat murah hati, sehingga mereka dapat menghasilkan uang lima kali lebih banyak dari biasanya dalam satu malam.

__ADS_1


__ADS_2