Eksekusi Dari Dewa Perang

Eksekusi Dari Dewa Perang
bab 8


__ADS_3

Ketua! " Leo sangat khawatir, berdasarkan perhitungan Dia, sangat ini ketua sudah mendonorkan dua ribu cc darah.


bagaimana mungkin Yosua tidak tahu, tetapi hatinya sungguh sangat sakit melihat semua bajingan ini hampir mengambil habis darah anaknya.


'' Leo, selidiki yang jelas. aku ingin membuat mereka tahu akibat menyentuh istri dan anakku, " ujar Yosua dengan nada datar tak seperti biasanya.


'' Baik ''


tubuh Leo gemetar, karena dia tahu semakin tenang nada bicara ketua, berarti dia benar-benar murka.


langit kota jaya akan runtuh.


seiring dengan berjalannya waktu, wajah Joshua perlahan-lahan berubah pucat.


dia tidak bisa menggunakan aliran energi untuk memulihkan dirinya, Karena energi tersebut juga akan mengalir ke dalam tubuh putrinya, sedangkan tubuhnya yang masih kecil belum bisa menahannya.


'' Xena ''


Moli menerjang masuk dengan terhuyung-huyung, lalu berhenti di sisi putrinya dan menangis tanpa henti.


'' tidak apa-apa, tenanglah. Xena hanya pingsan sementara karena kehilangan darah yang banyak, sebentar lagi akan sadar, " hibur Yosua.


Moli menangis tersedu-sedu melihat putrinya yang masih dalam koma.


'' Nona Moli, maaf karena telat datang. ''


'' semua yang kalian alami selama tujuh tahun ini, kelak, aku akan menembus semua ini berkali lipat, " ucap Yosua dengan tulus dan matanya berlinangan air mata.


setelah malam itu, dia tidak menyangka poli akan hamil, dan juga tidak menyangka dia akan melahirkan anak tersebut.


hamil duluan sebelum nikah akan membawa tekanan yang besar kepada ibu dan anak dalam kehidupan sosial, apalagi Moli adalah Putri keluarga Gunawan, dan semua keluarga terpandang ini sangat mementingkan martabat.


dia berhutang terlalu banyak terhadap ibu dan anak ini, sungguh banyak.


'' tidak perlu! dikarenakan kamu telah menolong putriku, maka kita tidak ada utang satu sama lain lagi. kelak, kamu tidak perlu mengurusi urusanku, begitu juga denganku, kita tidak berhutang satu sama lain lagi, " ujar Moli dengan nada bicara yang dingin.


saat Yosua ingin mengatakan sesuatu, dia mendadak merasa pusing, lalu buru-buru menggigit ujung lidahnya sampai darah memenuhi mulutnya, kondisinya baru agak stabil.

__ADS_1


saat ini, Moli baru melihat infus mereka saling menyambung satu sama lain dan darah sedang mengalir ke dalam tubuh putrinya.


dalam hatinya sangat rumit.


Dia benci lelaki yang di hadapan nya! benci karena dia telah merusak harga diri nya, menghancurkan hidupnya.


dan lelaki yang dia benci sampai mendarah daging ini, saat ini malah mendonorkan darah kepada anak nya tanpa memperdulikan nyawa nya sendiri.


dia lupa sejenak bawa Xena juga merupakan anak dia, anak mereka bersama.


'' Ibu ... ''


terdengar sebuah suara panggilan yang lemah, Xena membuka matanya perlahan-lahan.


'' Xena, bagaimana kondisimu? " tanya Moli dengan cemas.


'' Xena sudah merasa baikan, ibu ... Ayah kamu sudah pulang. " xena menyeletuk, memasang senyuman yang manis di wajahnya, tangannya menunjuk Yosua.


Moli tercengang dan ekspresi nya berubah dingin, tanpa berkata apapun, dia langsung merebut putrinya dari dalam pelukan Yosua, serta memeluknya erat dalam pelukan.


'' Xena, dia bukan ayahmu. ayahmu telah mati. "


'' Nak, tubuhmu sekarang masih sangat lemah ibu akan mengantarmu ke rumah sakit, " sahut Moli sambil menggendong putrinya berjalan ke luar pintu.


'' ibu, apakah ayah akan pergi? " tanya Xena sambil menatap Yoshua dengan tatapan yang enggan.


Moli tidak berbicara.


'' tenanglah, Xena.Ayah pasti akan datang menemui mu, sekarang kamu patuhi kata-kata ibu ya. nanti malam Ayah akan mencari mu. "


Xena baru tidur dengan nyenyak dalam pelukan ibu begitu mendengar Yosua berkata demikian.


melihat sosok kepergian ibu dan anak yang begitu kurus dan kesepian, Yosua merasa semakin bersalah.


Dia mengerti perasaan Moli saat ini, luka tujuh tahun lamanya tidak dapat langsung disembuhkan.


sekarang Dia hanya bisa menebusnya, menebusnya berkali lipat.

__ADS_1


Di sebuah rumah bangsawan yang bobrok, sunyi dan sepi.


Yosua berhenti lumayan lama di tengah halaman. Ini adalah rumah lama keluarga Wijaya, juga merupakan tempat Dia hidup bersama orang tua di waktu itu.


Setelah keluarga Wijaya binasa, rumah ini menjadi rumah angker, jadi tidak ada orang yang berani membelinya.


Sekarang, tujuh tahun telah berlalu, halaman yang besar semuanya penuh dengan semak belukar jangan rusak sana sini, dalam hati Yosua semakin pilu.


Dia sebagai ketua Balai Eksekusi, melindungi jutaan wilayah dan ratusan juta penduduk negara Huma, tetapi dia malah tidak dapat melindungi orang tuanya.


Istri dan anaknya juga hampir dicelakai.


" Ketua " panggil Leo yang berdiri di belakang Yosua, dengan sepasang matanya yang memerah di wajahnya dan tegas.


" Sudah terselidiki dengan jelas? " tanya Yosua tanpa menoleh sambil menyentuh batang pohon delima, ini adalah pohon yang ditanam dengan ayahnya.


" Sudah "


Sepasang tangan Leo mengepal kuat, tubuhnya bergetar dan mengeluarkan aura membunuh yang mengerikan dikarenakan marah. Pepohonan di sekitar bergerak tanpa angin, lalu daunnya jatuh perlahan-lahan.


Yosua termenung melihat dedaunan pohon yang berjatuhan itu.


Leo adalah yang paling tenang di antara kelima dewa perang, ini juga alasan Yosua menyuruhnya tinggal.


Pada saat ini, Leo yang selalu tenang, tidak dapat mengendalikan aura membunuhnya. Untung nya, tidak ada orang di sekitar, kalau ada orang sekitar maka akan ada mayat di mana-mana dalam jarak beberapa ratus meter.


Menurut penyelidikan Leo, Yosua memang dicelakai untuk meminum obat di malam itu. Dan yang tidak pernah diduga, ternyata Yunus Sanjaya, pamannya sendiri yang mencelakainya.


Pada malam perjamuan dewasa Yosua, Ayah Yosua mengumumkan bahwa dia ingin menyerahkan perusahaannya kepada Yosua. Akan tetapi, Paman Yosua, sebagai wakil direktur perusahaan cemburu, jadi mengambil langkah ini untuk memperebutkan perusahaan.


Namun, yang tidak bisa dikendalikan adalah keluarga Gunawan yang marah besar sehingga membunuh satu keluarga Yosua.


Bahkan moli juga dibenci oleh keluarga Gunawan, karena merasa moli telah mempermalukan seluruh keluarga Gunawan, lantas mereka satu keluarga langsung diusir dari rumah.


Setelah menyadari bahwa dirinya telah hamil, Moli tidak tega melakukan aborsi, barulah dia melahirkan Xena.


Akan tetapi, perbuatannya malas semakin membuat murka keluarga Gunawan, kemudian mereka menurunkan perintah kepada seluruh perusahaan di kota jaya supaya tidak menolong mereka, biarkan mereka hidup dan mati sendirian.

__ADS_1


Moli hanya bisa membuka sebuah toko bunga yang kecil untuk bisa bertahan hidup. Namun, tidak menyangka putrinya yang yang berusia tiga tahun diagnosa memiliki penyakit jantung dan memerlukan dana yang besar untuk perawatan setiap tahunnya, serta harus menunggu sepuluh tahun untuk melakukan operasi.


__ADS_2