Engkaulah Takdir Ku

Engkaulah Takdir Ku
Bab 15


__ADS_3

setelah mendpatkan peringata dari Juan Bian berfikir untuk menyelidiki kejadian 8 tahun yang lalu walau bukti telah jelas mengarah ke Ana tapi Bian merasa ada hal yang aneh, apa alasan Ana membunuh kakaknya, Ana tidak memiliki motif untuk membunuh kakaknya, setelah lama berfikir Bian di kejutkan dengan suara putranya Kian yang menyusul daddy nya karena tak kunjung kembali menemuinya Kian berfikir dady nya menyadari ketidak hadiran mommynya .


'' daddy kenapa melamun disini aku dari tadi menunggu daddy di dalam'' kata Kian


'' maafkan daddy son daddy hanya sedang berfikir pekerjaan daddy yang banyak sekali'' kata Bian sambil meraih putanya untuk duduk di pangkuannya


daddy dan anak itu saling bercanda dan tidak terasa acara hampir selesai dan tidak ada yang menyadari kepergian Ana semua mengira Ana sedang istirahat di kamarnya karena asisten Ana mengatakan Ana sedang sakit namun saat Bian mengantar Kian keruangan Ana betapa kagetnya bahwa yang terbaring di situ bukan Ana melainkan clining servis yag dibuat pinsang Bian menyadari bahwa Ana kabur dan yang tidak sangka bahwa Ana tega meninggalkan putranya demi ke egoissannya Bian sangat marah apa lagi melihat putranya yang hanya dian dia tidak menanyakan ataupun menangis dia hanya diam seperti putranya sudah menebak jalan pikir mommynya


'' apa yang kalian lakukan bagaaimana kalian bisa ceroboh '' kata Bian memarahi para anak buahnya

__ADS_1


'' maaf kan kami tuan kami tidak menyadari kepergian nona Ana'' kata salah satu pengawal dari Bian


'' Kian apa mommy mengatakan sesuatu sebelum pergi nak '' kata paman Juan di kamar sudah berkumpul keluarga Ana semua orang begitu kaget dan marah kepada Ana saat ini semjua menatap sedih Kian yang hanya diam


'' mommy tidak mengatakan apapun tapi yang pasti jika mommy memilih untuk pergi itu pasti ada alasannya dan aku yakin mommy akan kembali jika urusannya selesai'' kata Kian dengan mata yang begitu datar


'' tetap saja mommy tidak seharus melakukan ini paman akan mencari ibu sampai dapat paman tidak mau mopmmy mu malakukan hal yang salah cukup dia menjauhkan seorang anak dari ayahnya sekarang dia menjauhkan seorang anak dari ibunya entah apa yang dipikir kan oleh Ana melakukan hal bodoh ini '' kat Juan dengan kesal apa lagi melihat respon dari keponakannya yang seperti tidak masalah jika mommy nya pergi


'' cari terus Ana dimana pun dian cari dia di semua negara leo '' kata Bian

__ADS_1


'' baik tuan'' kata leo sangat marah kepada Ana mengapa dia bisa pergi dari tuannya aku tau saat ini sangat kacau dan pasti sangat marah


'' leo kamu masuk kedalam dan bawa Kian pulang mulai saat ini Kian akan dirawat olehku '' kata BIAN dengan datar leo balas menganggukkan wajah dan masuk kedalam untuk membawa tuan mudanya namun saat ingin membawa Kian di halangi oleh keluarga Ana tapi perdebatan itu selesai karena Kian memilih ikut daddnya dan sat ini Kian berada di gendongan Bian di saat perjalanan ini tidak ada suara apapun Kian yang biasanya ceria kii hanya diam Bian paham putranya hanya dian dia tau putranya ingin menangis namundia menahannya oleh karena itu saat Bian sudah sampai di masion nya yang di miliki oleh nya sendiri saat sampai dikam Kian mandi dibantu oleh Bian di saat sudah di tempat tidur Bian berbisik kepadanya


'' menangislah putraku daddy tau kau sangat ingin menangis menangislah di pelukan daddy tidak apa apa'' kata Bian sambil mengusap punggung putranya


'' hua daddy aku rindu mommy aku ingin bertemu mommy aku ingin bersama mommy tapi hiks hiks hiks jika aaaku ikut aku akan menyusahkan mommy daddy'' kata Kian


'' mo mo my sangat sayang Kian daddy karena itu mommy menyerah Kian daddy'' kata Kian Bian ter mendengar kan putranya

__ADS_1


'' mmommy tau ji ka kian ikut Mommy nyawa Kian jadi taruhannya dan hal itu yang bikin bunda membiarkan aku bersama daddy'' kat Kian mendengar kata Kian Bian menjadi merasa bingunKian terus menangis dan akhirya tertidur.


__ADS_2