Engkaulah Takdir Ku

Engkaulah Takdir Ku
Bandara


__ADS_3

Satu bulan sudah, aku bercerai dengan kak rizky. aku tau kalo perusahaan kak rizky salam keadaan kritis, karena ia selalu membelikan tasya barang yang mahal. Aku dengar dengar tasya memutuskan hubungannya dengan kak rizky, karena kak rizky sudah tak mampu untuk memenuhi kebutuhannya.


Oh ya, hari ini adalah hari kepulanganku ke turki. Kini aku sudah berada di bandara, dan sudah berpamitan. Orang orang yang mengantarku sudah pulang ke pesantren, termasuk kakakku dan juga kakak ipar.


Saat aku hendak pergi menuju tempat koper, ada yang memanggilku


"Ifa.... Ifa... "Aku menoleh kearah orang yang memanggilku. Mataku malas, melihat siapa yang memanggilku. Aku kembali berjalan menuju tujuanku.


"Ifa tungguin aku"ucapnya menarik lenganku


"Maaf, jangan sentuh saya! "Ucapku menghempaskan tangannya


"Maaf, maaf aku tak sengaja. Ifa aku kesini mau minta maaf sama kamu atas apa yang terjadi, dan... Dan... "Ucapannya terhenti


"Dan apa? "Tanyaku dengan tegas


"Dan aku mau rujuk sama kamu. "Lanjutnya


"Maaf aku gak bisa"jawabku dengan tegas


"Kenapa? Kenapa gak bisa? Bukannya kamu masih cinta sama aku? "Tanyanya


"Kamu tanya ke ifa kenapa! Harusnya kamu sendiri tau jawabannya. Kamu itu sudah mentalak aku mas"

__ADS_1


"Maka dari itu, aku mau rujuk sama kamu"


"Maaf kak, kamu bukan menjatuhkan talak satu dan talak dua yang bisa rujuk. Tapi kamu sudah menjatuhkan talaj tiga terhadapku, dan sudah tak ada lagi kata rujuk"jelasku menahan air mata


"Kamu tau kak, betapa sakit hatiku, saat melihat seseorang yang mirip denganmu dengan wanita lain. Aku berharap bahwa nanti jawabanmu saat aku tanyakan padamu itu 'bukan' tapi jawabanmu tak seperti harapanku" lanjutku


Kak rizky hanya terdiam, dalam hatinya ia membenarkan omonganku.


"Kenapa diam aja? "Tanyaku meledeknya


"Gak bisa jawab ya! "Lanjutku. Lalu aku meninggalkan kak rizky yang masih terdiam kaku. Aku berjalan menuju tempat koper.


Lalu saat aku menoleh, kak rizky sudah berjalan meninggalkan bandara.


Air mataku lolos, membanjiri pipiku.


'Kepada para penumpang pesawat XXX harap segera bersiap karena pesawat akan segera meluncur' ucap petugas mengumumkan pesawat yang akan lepas landas, aku segera masuk kedalam pesawat dan mencari tempat dudukku.


12 jam 30 menit sudah aku berada di pesawat. Saat turun dari pesawat, aku memilih untuk beli dessert untuk mengganjal perutku.


Saat aku hendak membayar dessert yang kubeli, aku melihat kesamping


"Loh, ikhsan! "Orang yang aku panggilpun menengok.

__ADS_1


"Loh, kak hanifa! "Ucapnya. Dia adalah adik kelasku saat aku SMP, meskipun aku kakak kelasnya umurnya tetap tuaan dia dong.


"How are you? "Tanyaku


"Baik kok kak"jawabnya


"Jangan pake kak dong, berasa tuaan aku deh jadinya. Oh ya! Kamu ngapain di turki? "Tanyaku lagi


"Lah! Harusnya aku dong yang nanya ke kamu. Kenapa kamu disini? "Tanyanya balik


"Lah kok nanya balik sih! Wajar dong kalo aku, aku kan asli orang turki" balasku


"Oh iya iya! Aku disini ngajar dosen di B*****t Üniversitesi "jawabnya


"Oh ya? Wah! Hebat banget. Oh ya! Udah mau jam 9,malem banget. Aku pulang dulu ya"ucapku meninggalkannya


"Hanif! Dimana rumah kamu"tanyannya bereteriak


"Öğrettiğiniz üniversitenin yanında (dekat universitas kamu mengajar) "balasku sambil berteriak juga


Saat depan bandara, aku langsung menghentikan taksi


"Pak, ke perumahan XXX"ucapku

__ADS_1


"Siap"balas sopir itu


__ADS_2