
~~memang aku tak secantik dia, iya aku tak sempurna seperti dia. Tapi cintaku lebih sempurna dari pada dirinya, karena cintaku halal untukmu di dunia dan akhirat mu 🌿🌿
💕💕aiyla asma hanifa💞
Tiga hari berlalu. Hari ini adalah hari kepulangannya. Ada banyak pertanyaan yang ada diotaknya untuk dilontarkan pada suaminya. Sebab, selama tiga hari ia selalu melihat seseorang yang sama persis dengan kak rizky di mall. Entah itu di kafe, di butik, bahkan di toko perhiasan.
Tin... Tin....
Suara mobil kak rizky. Dengan sigap kubukakan pintu untuk menyambutnya.
"Assalamu'alaikum kak"salamku seraya mengambil tas dan mencium tangannya. Namun, kak rizky menolak.
"Wa'alaikum salam"jawabnya dengan ketusseraya masuk dan duduk di sofa
"Ifa, kakak mau mandi. Siapkan air hangat udah pada lengket ini"perintahnya.
aku langsung pergi kekamar untuk menyiapkan air hangat yang diminta suaminya.
####
__ADS_1
Malam harinya, ia sudah berada di tempat tidur, sedangkan suaminya (kak rizky) masih di meja kerja yang di dalam kamar. Ifa berniat untuk menanyakan apa yang ia lihat selama tiga hari lalu.
"Kak! Adek boleh tanya sesuatu gak? "Tanyaku
"Iya"jawabnya singkat
"Kakak selama tiga hari beneran keluar kota? "Tanyaku dengan hati hati.
"Maksudmu apa? "Tanya kak rizky dengan tegas membuat aku merasa takut.
"Em... Itu.. Itu"ucapku terbata bata
"Itu apa? "Tanya kak rizky lagi. Ia sudah menutup laptopnya.
"Itu memang saya. Kenapa? "Jawabnya dengan santai.
Jlebb...
'Ya allah, kenapa hatiku rasanya sakit. Kak rizky lagi bercandakan, ya allah' batinku
__ADS_1
"Kak, kakak bercandakan? Kakak gak mungkin selingkuh bareng wanita itu kan? "Tanyaku dengan perlahan agar air mataku tak jatuh
"Ngapain bercanda?! Itu memang aku dan tasya pacarku. Sebentar lagi aku dan tasya akan tunangan. Makannya aku dan dia pergi ke toko perhiasan"jawabnya dengan dingin.
Seketika tubuhku tak bisa di gerakkan. Sakit, itulah yang kurasakan. Ingin sekali rasanya aku kembali ke turki saja, agar aku tak merasakan rasa sakit ini. Tak terasa air mata yang sudah kutahan, mengalir deras hingga ke kasur. Aku mendekati kak rizky yang masih duduk di tempat kerjanya.
"Kak, kok kakak tega sih berdua duaan bareng cewek yang bukan mahrom dibelakang aku. Itu dosa**** kak, dosa... "Ucapku denganbair mata yang masih deras
""Ngapain bawa bawa dosa, hah! Aku bosan denganmu, yang setiap hari ceramah mulu. Kalo mau ceramah ya di masjid! "Bentaknya
"Astagfirullah kak.... Bukan niatku untuk menceramahimu, aku hanya mengingatkanmu pada allah, agar kau bisa menjadi keluarga nya"tangisanku mengencang
"Halah udah! Jangan ceramah di depanku, san di masjid saja! Jangan di depanku, pergi! Atau aku talak kamu" ancamnya dengan menegaskan kata talak. Ia langsung mengambil koper dan memasukkan semua bajunya.
"Ya allah, kak... Segitu mudahnya kah dirimu mengatakan talak? Segitu mudahnya kah kak?! Ingat kak! Allah benci perceraian kak!"aku hanya melihat kak rizky tanpa menahannya. Kenapa? Karena aku sendiri sudah lelah, aku sudah capek hadapi ini semua.
Kak rizky terus membereskan barang barangnya tanpa memerdulikan omonganku. Saat ia hendak pergi, aku mencegahnya,
"Kak, kakak beneran mau mentalak aku? Aku beneran? "Tanyaku memegang tangannya
__ADS_1
"Iya! Aku beneran mentalak dirimu. Aku mentalak tiga kamu! "Ucapnya menghempaskan diriku hingga jatuh. Aku hanya menangis, melihat ia pwergi dari hadapanku.
Hiks... Hiks.. Hiks.. Ya allah... Kenapa engkau memberi cobaan berat ini padaku.... Hiks... Hiks... Ucapku berteriak dengan mengangkat tangan