
Setelah aku mulai tenang, aku diberi minum dan ditanyai kak nisa,
"Udah tenang? Kalo udah, mau nyeritain gk? "
"Udah kok, kak"jawabku sambil menepiskan senyuman. "Iya kak, aku mau nyeritain"lanjutku.
Aku mulai menceritakan kepada kedua kakakku ini dari awal pernikahanku, perubahan sikapnya hingga semua ku ceritakan. Sesekali aku terisak, hingga membuat kak ahmad dan kak nisa khawatir.
Seusai cerita....
"Ouh... Gitu ceritanya"ucap kak ahmad dengan datar.
"Iya kak, kenapa kak? "Tanyaku heran melihat ekspreksi kak ahmad. Sedangkan kak nisa, hanya memperhatikan.
"Gak papa, emang nya kenapa sama wajah kakak? Nyampe kamu ngeliatnya kaya gitu. Matamu tuh ilang! "Ledeknya padaku. Aku mulai tersenyum seraya berkata "enak aja! Mata aku masih disini lah kak! "Ucapku lalu cemberut manja. Yah.... Itulah kebiasaanku, saat kak ahmad menjahiliku. Lalu, kak nisa dan kak ahmad tertawa bersamaan.
"Iiihh... Apaan sih! Kok malah ngetawain aku! Kak nisa juga ikut ikutan ketawa kaya kak ahmad"ucapkku makin cemberut.
__ADS_1
"Udah lah.... Ngalah aja, ah... Kalo gak nanti pas ditelpon sama ummi di omelin"ucapnya menyindirku
"Biarin, suruh siapa jahilin putrinya ummi yang cantik, imut.... "Belum selessai ku berkata, malah dipotong kak ahmad,
"Pinter, cerdas, muslimah sholeha, juga mmanja"serunya menebalkan kata manja
"Iiihhh... Siapa yang manja? Aku gak manja juga! "Elakku
"Udah... Udah... Dek, waktu awal pernikahan kalian kakak juga ragu. Kakak awalnya mau bilang gak setuju, tapi kakak tau kamu udah suka sama dia dari SMA. Kakak tau kalau hal ini bakal terjadi, dan kakak nyuruh kamu buat balik dulu ke turki, supaya kamu bisa tenangin fikiran kamu"jelas kak ahmad mulai serius lagi
"Iya, kak nisa juga setuju. Mendingan adek pulang dulh ke turki buat nenangin diri duli, atau mungkin kamu mau lanjut kuliah S2 aja biar ada kesibukan gitu disananya"jelas kak nisa mendukung kak ahmad
"Nah! Ummi'nin de seni özlemesi iyi, küçük prensesi (nah! Bagus itu ummi juga merindukanmu putri kecilnya) "ucap kak ahmad dengan antusia
"Tamam ... orada olacağım (baiklah... Aku akan kembali kesana) "ucapku dengan pasrah
"Hei! Kalian ini bicara apa sih! Aku gak ngerti tau! "Ucap kak nisa kesal. Aku dan kakakku melihat ekspreksi kak nisa hanya tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Eh! Sudah... Sudah... Dari pada kalian mentertawakan aku... Yang sama sekali tidak mengerti bahasa kalian... Mendingan kita sarapan aja deh"ucap kak nisa menengahi kami agar tidak tertawa lagi.
Kamipun pergi ke ruang makan,
"Oh iya kak, aku lupa belum masak. Hehehege"ucapku cengengesan pada kak nisa
"Ya allah, yaudah kamu bantuin kakak masak, dan kamu abi nonton tv aja dulu"perintah kak nisa
"Siap bos! "Ucap aku dan kak ahmad sambil memberi hormat, hormatnya kaya hormat ke bendera, hihihi.....
Aku dan kak nisa menuju dapur.
"Kak, aku balik ke turki bulan depan aja ya"ucapku sambil pakai celemek
"Lah sih? Kok bulan depan sih? "Tanya kak nisa
"Kan belum ngurusin perceraian di pengadilannya kak. Terus aku mau di pesantren dulu sama anak kelasku. "Jelasku
__ADS_1
"Yaudah deh, terserah dirimu, yang penting kamu bahagia"ucap kak nisa pasrah.