Engkaulah Takdir Ku

Engkaulah Takdir Ku
Luka


__ADS_3

Saat aku bangun, aku harap kejadian malam hanyalah mimpi buruk. Saat aku sadar itu bukanlah mimpi, aku hanya terdiam kaku.tanpa ku sadari, air mata sudah membanjiri pipiku. lalu segera aku ambil handphone, yang ada diatas kasur untuk menelpon kakak. Karena di indonesia dia hanya memiliki kak ahmad(kakaknya) juga kak nisa(kakak iparnya).


*halo, assalamu'alaikum? *suara seorang wanita dari sebrang telpon yang tak lain adalah nisa, kakak iparnya.


"Wa'alaikum salam"jawabku dengan suara parau


*dek? Kamu kenapa? Kok suaranya kaya abis nangis? *tanyanya dengan khawatir


"(Terisak) kak, kakak bisa kemari tidak? "


*iya.. Iya... Kakak sama kakakmu segera kesana. Kamu tenangin diri dulu*ucapnya


"Yaudah, aku tunggu ya kak. Assalamu'alaikum"


*Iya wa'alaikum salam*jawabnya


~dirumah ahmad~


#khoirotunnisa

__ADS_1


"Siapa yang nelpon pagi-pagi gini mi? "Tanya seorang pria. Ya, itu adalah suara ahmad suami yang paling aku cintai, kakaknya ifa.


"Adikmu bi... "Ucapku dengan raut muka khawatir


"Kenapa dengan ifa? Ummi tenangin diri dulu ya... "


"Gak papa, mending kita kesana aja deh bi. Soalnya pas ifa nelpon suaranya kayak habis nangis gitu lo"ucapku dengan menetralkan suaranya


"Yaudah, sekarang kita ke rumah ifa. Abi panasin mobil dulu, ummi siap-siap"ucap suamiku sambil mengambil kunci mobil.


"Mi? Udah siap belum? "Teriak ahmad memanggil aku, istrinya yang paling ia cintai.


"Ayo bi"ajakku sambil menutup pintu mobil


####


Tak butuh waktu lama, untuk aku dan suamiku sampai dirumah ifa. Rumahnya tidak terlalu jauh dari pondok pesantren, sehingga kami sampai dalam 25menit, tepatnya sekarang kami sampai saat pukul 5 lebih 45menit.


"Tok... Tok... Tok..., assalamu'alaikum"aku mengucapkan salam sambil mengetuk pintu. Sudah menunggu satu menit tidak ada balasan.

__ADS_1


"Tok... Tok.. Tok..., assalamu'alaikum. Adek ifa? "Aku mengulanginya. Namun, sekarang terdengar suara tangisan. Tanpa pikir lama, aku dan suamiku langsung masuk tanpa izin.


"Ya allah dek! Kamu kenapa? "Tanya suamiku pada adiknya


"Hiks... Hiks... Hiks... Kak... Hiks.. Hiks.. Hiks.. "Tangisnya semakin menjadi jadi. Melihat adik iparku yang benar-benar semrawut, tanpa pikir panjang aku memeluknya.


"Hust... Sok nangis dulu, kalo udah puas nangisnya baru cerita ke kita"ucapku sambil memeluk erat adik iparku.


#aiyla asma hanifa


Kedua kakakku sudah sampai dirumahku, aku tidak membuka pintu untuk mereka karena, aku masih dalam keadaan kalut. Merekapun langsung masuk danpergi ke kamarku. Mereka yang melihat keadaanku syok. Lalu kakakku bertanya


"Ya allah dek! Kamu kenapa?"tanyanya. Aku melihat jelas dari wajahnya ada kekhawatiran. bukan hanya kakakku, kakak iparku.


"Hiks... Hiks... Hiks... Kak... Hiks... Hiks... Hiks... "Tangisku semakin menjadi jadi. Kak nisa, kakak iparku langsung menelukku.


"Hust... Sok nangis dulu, kalo udah puas nangisnya baru cerita ke kita" ucapnya membiarkanku nangis dalam pelukannya.


Kak nisa, seperti orang yang menjadi pengganti ummiku di negara ini. Awal aku datang ke indonesia, kak nisa masih kuliah dan belum menikah dengan kakakku. Kak ahmad, kakakku selalu sibuk pekerjaan dan kuliah, hingga kak nisa lah yang selalu mendampingiku, mensupporku, menjagaku saat aku sedang sakit. Oh ya, dia bisa menjagaku dan sangat peduli padaku, karena ia pernah sekali kerumah karena ada tugas kelommpok bareng kak ahmad. Setelah itu, aku memintanya untuk selalu datang dan menemaniku, bahkan aku pernah memintanya untuk menginap, karena kak ahmad pergi keluar kota untuk masalah bisnis.

__ADS_1


__ADS_2