Engkaulah Takdir Ku

Engkaulah Takdir Ku
bab 19


__ADS_3

setelah mengetahu keberadaan Ana Bian dan yang lain lansung menuju kerumah sakit untuk melihat  keadaan Ana Kian terus aja menangis Bian terus mencoba menenangkan Kian yang terusmenangis setelah 30 menit akhirnya dia sampai juga kami mencari nama Ana tapi tidak ada terus ocha


'' sus atas nama nyonya Mahe '' kata ocha Bian yang mendengar itu hanya tersenyum


'' oh yang baru masuk itu di ruang oprasi lantai 2 mari saya antar '' kat suster tersebut  saat menedekati ruang oprasi betapa kagetnya Bian dan Leo melihat 2 orang yang selama ini di sangka sudah meninggal dalam kebakaran kejadian waktu itu semakin medekat semakin yakin lah mereka bahwa itu memang saudarinya bernama Rianita Mahe dan suami Ryansyah masih hidup di situ Bian tercengan Kian melihat itu mengetahui daddy nya kaget atas kejadian tersebut


'' daddy ayok '' kata KIan brusaha menyadarkan ayahnya bian jalan menuju mereka yang disana kaget melihat Kian dan Bian tapi semua seperti terlihat khawatir


'' gimana kaadan mommy tante Hanna '' kata Kian langsung tampa basa basi menhampiri hanna yang masih menunggu melihat itu hanna memeluk Kian sambil mengusap air matanya


'' sayang maafkan tante gak bisa jaga mommy mu  ya '' kata hanna


'' gimana keadaan adek gue '' kat Juan ke hanna


'' dia masih diruang oprasi '' kata HHana


'' apa yang terjadi'; kata Bian menatap hanna

__ADS_1


'' dia menahan tembakan untukku Bian dia menyelamatkanku '' kata Rianita menangis di pelukan Bian dia bingun harus gimana dian masih bingun kenapa saudarinya dan iparnya masih hidup dia butuh penjelasan dia menatap semuanya dan menatap putranya Kian mengetahui ayahnya bingun menhampirinya dan menari untuk duduk seperti menenangkannya setelah semua terdia tidak ada yang berbicara hanya keheningan  dokter akhir keluar


'' keluarga pasien '' kata dokter


'' saya calon suaminya '' kat Bian langsung mengatakannya


'' gimana keadaannya dok '' kata Bian lagi


'' tenang tuan oprasi berhasil dan peluru untungtidak mengenai jantung saat ini pasien, saat ini pasien masih dalam keadaan koma '' kata dokter


'' apa kita bisa melihatnya '' kata Bian


'' terimaksih dokter'' kata Bian


'' saya permisi dulu tuan '' kat dokter


semua lega Ana tidak apa apa Ana di pindahkan di tempat VVIP di rumah sakit tersebut  Kian terus melihat mommy yang terpejam Bian pergi keluar dan mengabari ayahnya dan ibunya untuk datang ke sini Bian tidak memberitahu kan apa yang terjadi dan suruh datang ke rumah sakit A

__ADS_1


Bian datang menatap Ana dia menyuruh yang lain untuk pulang dan menyuruh Kian untuk makan bersama Leo saat ini mereka hanya berdua


'' kau tau Ana aku hampir gila saat kamu menghilang lagi'' kata Bian berbicara ke Ana sambil mengemgam tangan Ana


'' jadi kumohon sadar lah Ana jangan tinggal kan aku '' kat Bian akhirnya menangis


'' Aku tidak pernah membeci walau aku ingin '' kata Bian terus lagi terus mengecup bibir Ana yang tertutp


'' aku ingin membencimu tapi cintaku lebih besar kepadamu '' kata Bian tampa terasa ada air mata yang keluar dari Ana Bian yakin Ana mendengarnya


'' kau tau bubu aku yakin bukan kamu pelakunya bahkan aku sampai bertengkar dengan mama tentang hal ini '' kata Bian terus bercerita


'' aku bahkan tinggal di sini saat orang tua ku memutuskan untuk pindah dan terus mencarimu selama 8 tahun itu sampai saat itu aku bertemu dengan mu dan Kian aku pikir saat itu kamu sudah menikah namun untung ada Leo yang mengatakan bahwa Kian begitu mirip dengan ku  dan itu menyadarkanku kalau Kian anakku '' kata Bian


'' kau Ana aku sangat bahagia mengetahui itu aku bahkan ingin datang dan lansung melihat Kian tapi aku menunggu waktu yang tepat dan itu saat  caramu karena ku tau kamu pasti sibuk jadi aku bisa mendekati Kiam hahha aku hampir ketawa melihat wajah panikmu '' kata Bian


'' kau tau sifatmu yang keras kepala suka menhindardan hilang kayak setan hahahha '' kata Bian sambil tertawa tiba tiba ada yang mengeplak kepalanya

__ADS_1


'' kau suka menjahili ku '' kata Ana


__ADS_2