
Selama perjalanan, aku hanya terdiam saja,
"dek? "Panggil kak nisa
"Hmm.. " Gumamku tetap fokus pada jalan
"Tumben"ucapnya
"Tumben? Tumben apa kak? " tanyaku tak mengerti
"Tumben diem aja. Biasanya kan kamu ngomong terus, nyampe kesana kesini " jelasnya
"Gk papa" ucapku berbohong padanya
"Bohong!, pasti kamu ada masalah"ucapnya mendesakku, agar aku memberitahunya
"Gk papa ko kak"elakku
"Pasti kamu ada masalah. Jangan bohong, kakak tau kamu biasanya kalo ada masalah diem aja"ucapnya lagi
"Gak papa kok kak"ucapku tanpa menoleh pada kakak iparku, karena aku sudah menahan air mataku. Kak anisa melihat mataku,
"tuh kan! mata kamu berkaca-kaca"
__ADS_1
"Udah cerita aja sama kakak. Kakak dengerin. Sok ada masalah apa? "Tanya kakakku penasaran. Aku hanya pasrah, air mataku sudah tak bisa kutahan, untungnya kami sudah sampai di depan mall. Aku parkirkan dulu mobilku, seusai aku parkirkan mobil, aku langsung memeluk kak nisa,
"Kak... Hiks.. Hiks.. "Tangisku meledak dalam pelukannya
"Iya, sok kamu nangis dulu, kalo kamu udah tenang baru cerita ke kakak"ucap kak nisa membiarkanku menangis di pelukannya.
Setelah aku tenang, aku mulai menceritakan apa yang terjadi padaku.
"Udah dek, kamu yang sabar. Mungkin rizky banyak kerjaan yan g bikini dia pusing makannya gitu"ucap kak Nisa menenangkanku
"I ya ya kak, mungkin kak rizky banyak kerjaan nyampe bikin dia pusing" lontaran fikiranku
"Duh man kamu tai"ucap kak nisa
"HAH! Astagfirullah dek... Dek... Itu kan cuman film, ha... Ha... Ha.. Kamu sih kebanyakan nonton film kadi kaya Gino den ha.. Ha... Ha... "Ucapnya sambil uterus tertawa padaku, "ish, tapi Kan kak bisa aja kan"ucapku. "Iyain Aja deh ha... Ha... Ha... Udah.. Udah mending kita langsung masuk Aja ke mall"ucap kak nisa beranjak keluar Dari Mobil. Aku hanya mengikuti kak nisa.
Selesai berbelanja aku Dan kak nisa sepakat untuk makan siang, karena tadi kami terburu\-buru hingga tidak sempat untuk makan siang.
"Dek mau makan dimana? "Tanya kak nisa. tapi aku hanya diam mematung, sat aku melihat seorang laki-laki yang tak asing bagiku bersama seorang wanita.
"Dek?" Panggilnya lagi, aku tetap tak menggubris panggilannya
"Adek? Ifa? Heh! adikku Kok melamun sih? "Ucapnya mengejutkanku hingga aku tersadar.
__ADS_1
"Hmm, iya kak? Ada APA? "Tanyaku dengan datar
"Ya Allah dek.... Dek.... Kamu kenapa lamun? Lamunin Apa sih? " Tanyanya
"Gak Kok kak! Aku gak melamun kok!" Elakku
"Jangan bohong... Kakak tau kok, kamu lagi mikirin sesuatu. Mikirin apaan siihhh??! "Tanyanya memaksaku agar aku memberitahunya
"Itu kak"ucapku menunjuk Ke tempat "kaya kak rizky tau kak"lanjutku
Kak nisa mencari orang yang ditunjuk olehku. namun, ia tidak menemukan apapun
"Yang mana dek? Gak ada siapa siapa juga disana" mataku terbelalak karena melihat orang yang ada disana hilang.
"Udah deh dek!. Kamu jangan berpikir negatif terus ke suamimu. kasian dia, lagi kerja cari uang buat nafkahin kamu, malah kamu tuduh yang tidak tidak"tutur kak nisa panjang
"Ihhh!! Tapi kak... "Ucapku terpotong oleh kak anisa
"Udah.. Udah mending kita makan di rumah aja, kamu ngawur terus dari tadi"ucapnya. Dilain sisi, aku membenarkan ucapan kakakku. Tapi, disisi lain hatiku mengatakan bahwa yang aku rasakan benar. Aku hanya menuruti kak nisa untuk makan dirumah.
Aku mengantarkan kak nisa terlebih dahulu ke pondok. Usaiku mengucapkan terima kasih dan salam pada kak nisa, aku langsung pulang kerumah. Aku takut kalo kak rizky tidak melihatku saat ia pulang, yang ada ia akan marah habis habisan hingga mengeluarkan makiannya. Aku belum pernah mengatakan masalah rumah tanggaku pada keluargaku maupun kakak dan kak nisa. Karena aku merasa bahwa aku masih sanggup mengatasinya. Meskipun tadi aku sudah ceritakan semua pada kak nisa, ia hanya menganggap bahwa kak rizky suamiku hanya banyak masalah di pekerjaannya.
Saat aku sampai kerumah, aku tak menjumpai kak rizky 'oh iya! Aku lupa kak rizky ada perjalanan bisnis'gumamku dalam hati. Aku langsung menuju dapur untuk membereskan semua belanjaanku ke tempatnya masing masing. Selesaiku membereskan barang, aku langsung menuju kamar untuk mandi dan wudhu karena adzan ashar berkumandang.
__ADS_1