
Ye Yuanshi berhasil diselamatkan oleh ketua Lu dan bisa menghirup udara bebas setelah keluar dari penjara kota Jianghu.
Berdalih hanya karena sebuah kesalahpahaman, Ketua Lu bisa meyakinkan petugas keamanan yang telah memenjarakan Ye Yuanshi.
"Sebaiknya masalah keluarga tidak perlu melibatkan orang lain, Tuan Lu." nasihat penjaga penjara sebelum mengantar Ye Yuanshi dan Lu Tingxiao keluar tempat pengap dan sempit itu.
Di dalam hati Ye Yuanshi terus memaki Lu Tingxiao dengan sumpah serapah. Bahkan dia juga bertekad untuk membalas apa yang dilakukan Lu Tingxiao padanya nanti.
Tentu saja, nanti setelah semua urusan selesai. Setelah semua kembali seperti semula.
Begitu Ye Yuanshi hendak melangkah menuju arah rumah keluarga Ye, Lu Tingxiao menarik tangannya seperti melarang wanita itu agar tidak berjalan ke arah sana.
"Rumah kita tidak di sana, Fu ren!"
Ye Yuanshi menoleh, "Fu Ren?" Dia mengulangi pengucapan Lu Tingxiao padanya.
"Ayo pulang, Fu Ren!" Seperti bermaksud meminta atau menagih janji Ye Yuanshi, Lu Tingxiao mengingatkan kembali persyaratan mereka.
Dan Ye Yuanshi yang sudah kepalang tanggung menerima bantuan dari ketua Lu tidak bisa mengatakan tidak ataupun menolak pria itu.
Keduanya tiba di kediaman ketua Lu tanpa diikuti oleh An Bai. Sedangkan An Bai sendiri tidak berada di kediaman Lu Tingxiao karena masih menjalankan tugas yang diberikan Tuannya.
Pada kali kedua masuk ke dalam rumah Lu Tingxiao ini, Ye Yuanshi terlihat lebih pendiam dari sebelumnya.
Jika pada malam penyerangan itu, Yuanshi berambisi ingin membunuh Lu Tingxiao. Maka, pada hari ini gadis itu hanya diam saja ketika duduk berhadapan dengan Lu Tingxiao.
"Ceritakan padaku, dengan sejelas mungkin!"
"Maksud Anda? Cerita apa?"
"Kehidupan yang kau jalani dari lahir hingga saat ini."
Ye Yuanshi terkesima dengan perhatian Lu Tingxiao. Meskipun hatinya terasa lebih aman, tetapi anak angkat ayah Ye itu harus tetap berjaga di depan Lu Tingxiao.
"Akan panjang ceritanya, bisa berhari-hari."
__ADS_1
Namun, Lu Tingxiao tidak keberatan. Usai meminta pelayan menyajikan aneka cemilan manis dan teh, Lu Tingxiao akan menjadi pendengar untuk istrinya itu.
Kedua tangan pria itu menyangga wajah tampan menghadap tepat di depan Ye Yuanshi. Dari jarak dekat seperti ini, Lu Tingxiao bisa melihat dengan jelas wajah cantik Yang Zi yang tidak berubah dari dulu.
Sedangkan Ye Yuanshi, wanita itu mulai bercerita pada masa kecilnya ketika Zhao Wei menyerang istana.
"Kai tidak berubah, Zi-zi."
"Siapa Zi-zi?" Ye Yuanshi menyela ceritanya karena rasa keingintahuan yang tinggi dengan sosok yang sering disebut oleh Lu Tingxiao itu.
"Dia wanita yang istimewa bagiku."
"Oh," Hanya itu jawaban Yuanshi. Harus jawaban seperti apa? Dia juga paham dengan alur di kehidupan ini.
Ye Yuanshi membatin, "Tidak ada orang yang tulus padaku tanpa embel-embel. Mungkin dia menginginkan tahta."
"Tidakkah kau ingin tahu bagaimana perasaanku pada Zi-zi?" tanya Long Ye Tian kemudian.
Sebelum menjatuhkan diri, Yang Zi pernah bertanya pada Long Ye Tian tentang bagaimana perasaan pria itu padanya.
Long Ye Tian mengakui sama sekali tidak memiliki perasaan lebih untuk Yang Zi. Sehingga, merasa dibohongi selama ini, Yang Zi pun memutuskan untuk meninggalkan sang suami begitu saja.
"Tidak, Tuan. Aku hanya orang lain. Aku tidak ingin merusak perasaan ataupun hubungan Anda dengan kekasih Anda."
Andai dia tahu bagaimana perjuangan dan penantian Long Ye Tian untuk menemuinya, mungkin Ye Yuanshi tidak akan mengucapkan kata seperti itu.
"Tidak apa-apa, aku akan menunggumu. 900tahun saja aku sanggup. Lalu kenapa tidak jika aku harus menambah satu atau dua tahun lagi."
Kembali Ye Yuanshi menatap Lu Tingxiao dengan dalam-dalam, "Sepertinya Anda sangat mencintai wanita itu, Tuan. Aku mendoakan agar kalian segera bertemu kembali dan bersama selamanya."
Wajah Long Ye Tian tidak bisa dibohongi, dia sangat menderita. Meskipun bisa melihat sang istri tetapi dia tidak bisa menyentuh tubuh dan hatinya. Itu membuat Long Ye Tian tersiksa.
Rasa sakit itu melebihi sakitnya tusukan ribuan pedang yang menghujam jantung pria itu.
"Iya, cepat atau lambat dia akan kembali padaku dengan suka cita."
__ADS_1
Ye Yuanshi kemudian melanjutkan ceritanya ketika sang nenek menugaskan Ye Binchen untuk membawa pergi Ye Yuanshi dari istana agar aman dari serangan Zhao Wei.
Cerita demi cerita Ye Yuanshi menjadi sebuah cambukan rasa penyesalan di hati Lu Tingxiao. Dia hampir menitihkan air mata mendengar bagaimana kesulitan yang dialami oleh Ye Yuanshi.
"Mari kita selamatkan nenekmu terlebih dahulu, setelah itu kita bawa beliau dan ayahmu ke tempat aman."
"Tuan terima kasih, entah bagaimana caraku untuk membalas budi Anda." Ye Yuanshi bangkit dan membungkuk di depan Lu Tingxiao.
Dia sama sekali tidak menyangka masih ada satu orang yang peduli padanya meskipun dia tahu jika Lu Tingxiao memiliki maksud lain padanya.
"Kalau begitu, kau bisa mengabdi padaku untuk membayarnya."
"Aku bersedia mematuhi Anda jika Anda bisa membunuh orang itu. Aku berjanji akan mengikuti Anda jika Anda bisa menyelamatkan nenek dam ayahku."
"Benarkah? Ingat itu baik-baik!"
Begitu Ye Yuanshi hendak berdiri tegak dari sikap hormatnya, Lu Tingxiao sempat mengelus lembut kepala Yuanshi. "Lakukan apapun yang membuatmu bahagia," Perintah ini sama sekali tidak berubah. Baik di dunia fana ataupun di istana roh, Long Ye Tian tidak akan melarang Yuanshi melakukan apapun. Dia menginginkan istrinya melakukan apa saja yang bisa membuatnya bahagia.
"Terima kasih, Tuan." Kemudian Ye Yuanshi diantar ke kamar yang sudah di siapkan untuknya.
"Istirahat lah, Nyonya. Hamba akan melayani Nyonya muda dengan baik." Seorang gadis muda meminta Yuanshi untuk beristirahat dengan baik di kediaman ketua Lu.
Karena besok, dia akan berdiskusi dengan Lu Tingxiao.
Tanpa disadari oleh Yuanshi, sebenarnya Lu Tingxiao telah banyak melakukan hal untuk melindungi keluarga Ye Yuanshi.
Dia juga meminta dukungan diplomasi dengan wilayah lain untuk memboikot negara Wulin. Dengan token ketua serikat, Lu Tingxiao bisa mengutus anak buahnya untuk mengirim surat dengan stempel ketua serikat Lu ke negara lain.
Dia kini mulai belajar dari Dewa Bai Ming bahwa menyelesaikan sesuatu tidak harus menggunakan emosi dan kekerasan saja. Dia ingin melindungi Ye Yuanshi atau Yang Zi dengan caranya agar tidak lagi menyakiti hati Yang Zi.
"Gěi wǒ yī gè jī huì zhào gù nǐ ba."
"Beri aku kesempatan untuk melindungimu lagi,"
"Aku mencintaimu sejak dulu, Yang Zi. Di setiap kehidupanmu."
__ADS_1
"Aku akan menebus semua kesalahanku padamu, istriku."