Eternal Regret 2

Eternal Regret 2
Bab 5


__ADS_3

Ye Yuanshi mengernyitkan dahi. Kedua alisnya tertaut. Semua itu terjadi ketika seorang dengan pakaian serba hitam menemuinya.


"Apa itu benar? Haruskah aku melakukannya?" Dia bermonolog dalam hati.


Sudah hampir sepanjang malam dia terjaga tanpa tidur sedetikpun. Barulah menjelang pagi, wanita muda itu bisa mendapatkan rasa kantuknya.


**


Pertemuan serikat pedagang antar kota dilaksanakan hari ini. Lu Tingxiao sebagai ketua akan memberikan sambutan pertama kepada para diploma atau perwakilan serikat kota lain.


Tugasnya memang tidak berat. Pertemuan rutin tahunan seperti ini sudah biasa. Hanya saja, menurut informasi yang dia dapatkan, Lu Tingxiao yang asli adalah putra dari serikat dagang terdahulu. Sehingga anggota serikat dagang yang lain banyak yang belum mengetahui seperti apa rupanya.


Hal menguntungkan seperti ini, segera dimanfaatkan oleh Long Ye Tian. Dengan identitas barunya, dia akan berpura-pura menjadi Lu Tingxiao ketua Serikat Dagang.


Anggota serikat dagang yang umumnya memiliki pengaruh besar di dunia bisnis memang sangat ditakuti oleh rakyat lain. Selain itu, raja juga harus mendapatkan dukungan politik dari anggota serikat untuk mendapatkan pajak dari dunia perdagangan.


Banyak anggota yang mengeluh bahwa pihak kerajaan telah semena-mena menaikkan jumlah upeti yang harus mereka setorkan.


Sehingga, pada pertemuan kali ini. Akan dibahas poin penting itu. Dalam hal diskusi seperti ini, tentu saja terdapat pro dan kontra.


Dan tugas Lu Tingxiao adalah mencari jalan keluar untuk menyelesaikan masalah ini. Dia berinisiatif akan membicarakan hal ini dengan penguasa istana.


Selesai memimpin pertemuan, Lu Tingxiao kembali ke kediaman sementara di kota Jianghu. Sebelum pulang, pria itu ingin menyempatkan diri ke kediaman keluarga Ye untuk menemui Ye Yuanshi.

__ADS_1


Namun, Lu Tingxiao harus menelan pil pahit karena ketika pelayan rumah mengatakan jika Ye Yuanshi tidak ada di rumah.


"Xiaojie pergi dari pagi tadi," kata perempuan paruh baya yang ditemui oleh Lu Tingxiao.


"Kau tahu dia ke mana?"


"Saya tidak tahu, Tuan. Nona muda dan Tuan besar pergi dengan tergesa-gesa." Penjelasan dari pelayan di rumah keluarga Ye tidak melegakan hati Lu Tingxiao sama sekali.


Sudah beberapa hari belum bertemu dengan Yang Zi, membuat hati Long Ye Tian dihinggapi rasa khawatir.


Ketakutan terbesarnya adalah kehilangan Yang Zi untuk kedua kali. Tak ingin hal itu terjadi, raja roh yang menyamar sebagai ketua Lu itu akan mencari jawaban pada orang yang tepat.


Segera Lu Tingxiao berbalik dan pergi dari kediaman keluarga Ye. Dia akan memanggil Dewa yang selalu menjaga bumi. Dari Dewa yang terus mengawasi apa saja yang berada di areanya itulah, Long Ye Tian akan menemukan jawaban.


"Hamba tidak tahu Yang Mulia, keluarga itu pergi ke arah ngarai Zedong."


"Tempat apa itu?"


Dewa Bumi mengatakan jika ngarai Zedong adalah wisma dari salah satu sekte paling berbahaya di negara ini.


"Mungkin Lao Ye diancam atau diculik, ataukah dia akan mengorbankan putrinya agar bisnisnya lancar." tebak Dewa Bumi.


"Jaga ucapanmu Dewa tua! Siapa yang berani mengancam nyawa istriku?"

__ADS_1


"Yang Mulia ingatlah. Di kehidupan ini, Putri ketiga harus menjalani ujian. Entah bagaimanapun itu, Yang Mulia akan menjalani takdirnya untuk kembali ke bentuk immortal."


"Tidak akan kubiarkan dia menderita. Aku akan melindunginya, kau jangan asal bicara. Jika kau masih ingin hidup abadi, maka bantu aku tunjuk jalannya. Berapapun jumlah sekte itu, tidak akan bisa mengalahkan aku." Long Ye Tian sesumbar dengan sombongnya.


Sebelum Dewa bumi membantu Long Ye Tian karena ancaman pria itu, Seorang Dewa agung turun ke bumi dan mencegah raja roh agar tidak terlalu jauh mencampuri urusan duniawi.


"Tian er ... Berhenti. Tidak semua hal bisa kau lakukan untuk merubah takdir. Ada yang bisa kau lakukan dan ada yang tidak. Aku yakin kau bisa memusnahkan semua itu dengan satu tangan saja. Tetapi, jika kau memusnahkan satu sekte, maka takdir akan berubah sangat jauh. Tolong bertindaklah lebih dewasa lagi. Biarkan Yang Zi menjalani apapun takdirnya."


Nasihat Dewa Bai Ming tidak meredam amarah Long Ye Tian. "Aku bisa terpisah seperti ini juga karena takdir busuk yang kau tulis Pak Tua."


"Aku sudah menganggap istrimu cucuku sendiri, ini adalah pilihannya."


"Ini salahmu, kau selalu menuruti kemauannya. Kau sudah memanjakan dia. Sehingga dia berani meminta hal aneh-aneh."


"Tian er, Yang Zi akan baik-baik saja. Dia akan segera kembali ke kehidupan abadinya. Jadi tenanglah."


Atas ucapan dari Dewa Bai Ming yang repot-repot turun ke Bumi demi mencegah Long Ye Tian murka dan menghancurkan satu kaum, amarah Lu Tingxiao pun mereda. Dia sepakat untuk kembali ke kediaman sementara di kota Jianghu. Dan menunggu kepulangan Yang Zi.


Bersambung...


Awalnya semuanya terasa indah. Candamu, tawamu, manis senyum bibirmu membuat duniaku berbeda. Namun, kini semuanya telah berubah. Sejak kau pergi meninggalkanku tanpa sebait kata pun. Aku tak tahu apa yang kau pikirkan


Apa maksud dari semua perlakuanmu dulu. Aku tak mengerti dengan perasaan ini. Yang kutahu kini Hatiku terus merindu. Merindu akan hadirmu datang kembali. Menemaniku, mencintaiku.

__ADS_1


__ADS_2