
"Aku akan memberimu waktu untuk berpikir," Lu Tingxiao memberinya waktu agar Ye Yuanshi bisa memikirkan bagaimana seharusnya sikapnya.
Pria itu kemudian membalik badannya dan meninggalkan Ye Yuanshi seorang diri kembali di dalam penjara.
Sebenarnya naluri hati Lu Tingxiao tidak tega melihat wanita itu menderita di dalam sana. Tetapi, Ye Yuanshi masih berpendirian teguh dengan sikapnya.
Sikap Ye Yuanshi ini sangat disayangkan oleh Lu Tingxiao, "Seharusnya dia menurut dan meminta perlindungan padaku."
Lu Tingxiao masih terus menggerutu, dan dia juga terus tidak terima dengan Ye Yuanshi.
"Sikapnya yang keras kepala sulit diubah sejak dulu, wanita itu tetap saja menyebalkan."
Ocehan Lu Tingxiao yang keluar dari bangunan penjaga di kota Jianghu didengar oleh An Bai.
"Apa yang terjadi, Tuan?"
An Bai melihat raut wajah tuannya semakin tersulut emosi. Dia sendiri masih juga belum paham mengapa Lu Tingxiao hanya memenjarakan saja orang yang berniat membunuhnya dan tidak menuntut balas seperti menghabisi nyawa wanita itu saja.
Sejenak An Bai teringat ucapan Lu Tingxiao ketika dia memberi ide untuk membalas dendam pada Ye Yuanshi, "Apa kau ingin mati menggantikannya?"
"Sepertinya suasana hati Tuan tidaklah bagus,"
"Wanita itu terus bersikukuh tidak menerima bantuanku, An Bai."
Anak buahnya tercengang, "untuk apa Tuan ingin membantunya?" An Bai bertanya dalam hati.
Kemudian dia berniat memberi bantuan pada tuannya, "Lalu apa yang bisa hamba lakukan, Tuan?"
Lu Tingxiao kini bisa membenarkan ucapan dari Dewa Bai Ming beberapa waktu yang lalu. Dia harus bersabar pada kehidupan ke sembilan Yang Zi ini. Pria itu juga tersadar bahwa sikap tidak dewasanya hanya akan memperburuk keadaan dan bisa menyebabkan Yang Zi gagal mencapai kehidupan abadinya kelak.
"Tidak masalah, aku bisa mengikuti alur kehidupan kalian di sini." ucapnya sembari pergi begitu saja melewati An Bai tanpa menjawab anak buahnya sama sekali.
Tak lama, Lu Tingxiao menugaskan An Bai untuk menyelidiki keluarga kerajaan.
Meskipun pekerjaannya di kota Jianghu telah usai, pria itu belum berkeinginan untuk meninggalkan kota Jianghu seperti yang sudah terjadwal.
"Apa ini tidak berlebihan, Tuan? Ini bisa membahayakan bisnis tuan di masa depan karena mengusik negera Wulin." tutur An Bai dengan sangat hati-hati.
Lagipula, Lu Tingxiao sudah tahu seperti apa akibatnya nanti jika dia memasuki masalah Ye Yuanshi.
__ADS_1
"Aku harus melindungi istriku, An Bai."
"Istri? Tuan sudah memiliki istri?" An Bai sungguh kaget, dia tidak pernah menduga jika target penjagaan dirinya telah berkeluarga.
"Dia istriku di masa lalu,"
Bahkan kini, An Bai semakin dipusingkan dengan jawaban Lu Tingxiao.
Dia tahu yang dimaksud dengan kata wanita itu oleh tuannya, "Maksud Anda, Nona Ye?"
"Kau jangan banyak bertanya, lakukan saja apa yang kuperintahkan! Dan aku sendiri yang akan memancing orang itu keluar untuk bertindak."
**
Benar saja, tak lama dari penugasan An Bai. Susana di istana kian gempar.
Istana negara Wulin memiliki raja yang diktator. Bergelar Baginda raja Zhao Wei, dia adalah adik dari raja terdahulu yang telah wafat.
Pria berkumis itu geram sehingga memerintahkan orang kepercayaannya untuk bertindak. "Segera pastikan Ye Yuanshi untuk tutup mulut dan patuh."
Meskipun masih memiliki hubungan darah yang kental, Zhao Wei tidak segan untuk melukai ataupun mengancam keponakannya itu.
Terlebih lagi, di tangannya masih ada ibu suri yang juga merupakan nenek Ye Yuanshi.
"Sialan ... Sungguh tega!" Ye Yuanshi menjerit histeris di dalam penjara ketika potongan pesan itu sampai padanya.
Dia tidak akan menyangka jika seorang paman yang selama ini telah dia patuhi akan berani melakukan hal seperti ini.
"Sungguh keji!" ucapnya dengan terisak.
Semua itu tidak mudah bagi Ye Yuanshi, ibu suri adalah keluarga yang begitu peduli padanya.
Bahkan selama pelariannya, hanya nenek yang sangat memedulikan Ye Yuanshi. Neneknya pula yang menugaskan Lao Ye atau Ye Binchen untuk mengadopsi Ye Yuanshi agar keluar dari istana.
Karena pada saat itu, terjadi perebutan tahta yang dilakukan oleh Zhao Wei terhadap raja terdahulu sekaligus ayah kandung Ye Yuanshi.
Nenek tidak diam saja, dia segera memerintahkan Ye Binchen untuk membawa Ye Yuanshi yang masih bayi keluar dari istana dengan sembunyi sembunyi agar tidak diketahui oleh Zhao Wei.
Berbekal seadanya, Ye Yuanshi dibawa kabur oleh Ye Binchen dan sampai saat ini menjadi putrinya.
__ADS_1
Hanya saja, keberatan Ye Yuanshi bisa dengan mudah diketahui kembali oleh Zhao Wei. Dan Zhao Wei bisa menaklukkan keponakannya dan menjadikan gadis itu salah satu anggota sekte terlarang.
Sebagai salah satu anggota sekte, Ye Yuanshi harus patuh dalam menerima misi apapun dari ketua sekte mereka. Dan sekte terlarang itu juga menjadi alat tunggangan Zhao Wei untuk merebut tahta dari ayah Ye Yuanshi.
Berulangkali Ye Yuanshi memutar otaknya agar bisa keluar dari penjara ini. Bahkan ketika ayah angkatnya datang menemuinya saja, Ye Yuanshi masih kesulitan untuk mencari ide.
Dia meminta ayah Ye untuk segera meninggalkan Jianghu agar Zhao Wei tidak menangkapnya. Tetapi, "Terlambat anakku, dia sudah mengutus prajurit untuk menemui ayah."
"Ayah mendapat ancaman?" tanya Ye Yuanshi dengan nada bergetar menahan amarah.
Ayah Ye mengangguk, dia harus mengikuti keinginan sang raja dan tutup mulut agar rahasianya tidak diketahui oleh orang lain. Jika tidak, maka nyawa Ye Yuanshi adalah alat tukarnya.
"Ayah menyayangimu, Nak. Biarkan ayah saja yang menggantikanmu di dalam sana. Kau tinggalkan tempat ini. Ayah akan cari cara."
"Tidak ayah, jangan bahayakan dirimu."
Tiba-tiba Ye Yuanshi teringat dengan kesepakatan dari Lu Tingxiao palsu. "Hanya menjadi istrinya saja bukan? Itu tidaklah sulit. Apa dia akan membantu kami?" Ye Yuanshi membatin.
"Ayah, pergilah ke tempat Ketua Lu. Katakan padanya bahwa aku menyanggupi syaratnya!" Ye Yuanshi telah memilih. Dia akan membalaskan dendam kedua orangtuanya melalui tangan orang lain.
"Apa maksudmu, Nak? Bukankah orang itu juga yang memenjarakanmu karena hampir membunuhnya?"
"Kita tidak punya waktu lagi, Ayah. Segera temui dia, karena hanya dia yang bisa membantu kita."
Ayah Ye segera menemui ketua Lu seperti yang diinginkan oleh putri angkatnya. Dalam perjalanannya, dia banyak mendapatkan umpatan dan cacian dari orang di jalan yang menyebutnya sebagai ayah seorang pembunuh.
Tetapi, Ye Binchen tidak menanggapi sama sekali. Langkah kakinya terus bergegas ke kediaman ketua Serikat Dagang.
Di luar dugaannya, ketua Lu yang dia kira tidak bersahabat, saat ini menjamu kedatangan Ayah Ye dengan baik seperti seorang ayah sendiri.
"Putriku berkata kau bisa menyelamatkan kami? Benarkah, Tuan?"
"Tentu saja, ayah mertua." jawab Lu Tingxiao dengan sekenanya.
"Apa maksud dari perkataan Ketua Lu tadi dengan ayah mertua?"
"Karena putrimu sudah dengan senang hati menjadi istriku, maka aku akan memanggilmu dengan sebutan ayah mertua."
Sekonyong-konyongnya ayah Ye Yuanshi terduduk karena terkejut mendengar penjelasan Lu Tingxiao.
__ADS_1
"Be-benarkah? Maaf merepotkan Ketua Lu." ucapnya kemudian.
Pria tua itu berpikir tidak ada salahnya jika putri kesayangannya menjadi istri salah satu pejabat terkemuka. Karena selain memiliki jabatan dan pengaruh, Lu Tingxiao juga tampak berwibawa karena dia juga mendengar dari mulut Ye Yuanshi bahwa Lu Tingxiao pandai dalam bela diri.