Eternal Regret 2

Eternal Regret 2
Bab 10


__ADS_3

Pada malam sebelum operasi penyelamatan nenek Ye Yuanshi, gadis itu tampak murung di kamarnya. Kamar yang ditata dengan rapi serta dihiasi oleh hiasan berupa ornamen bunga itu menjadi tempat di kediaman Ketua Serikat yang telah diberikan untuknya.


Meskipun upacara pernikahan keduanya belum juga dilaksanakan. Tetapi, Ketua Lu terus menekankan kepada semua pelayan di kediamannya agar menghormati Ye Yuanshi sebagai nyonya muda di kediaman ini.


Bahkan kedatangan Lu Tingxiao di kamar itu tidak disadari oleh Yuanshi. Dia terus melamun dalam duduknya.


"Ehem ... " Lu Tingxiao menguatkan tanda-tanda kedatangannya.


Barulah, Ye Yuanshi menoleh ke arah pintu masuk yang telah terbuka itu.


"Ketua Lu," Gadis itu masih terus memanggil Lu Tingxiao dengan sapaan formal.


"Sudah hampir tengah malam, lalu kenapa kau masih terjaga Yuanshi?"


Bohong jika Ye Yuanshi tidak merasa khawatir, bahkan saat ini jantung masih terus berdetak dengan kencang meski berulang kali dia coba tenang.


"Ayahmu telah aman di suatu tempat, lalu kenapa kau masih tampak cemas?"

__ADS_1


"Aku mengkhawatirkan ibu suri, bagaimanapun juga dia adalah kerabat terdekatku."


Sesuai rencana, besok menjelang sore Lu Tingxiao akan membantu Ye Yuanshi untuk menyelinap masuk ke dalam istana Wulin.


Dengan cara halus dan tanpa menggunakan kekerasan, Lu Tingxiao hanya ingin Ye Yuanshi dan neneknya bisa keluar dari tempat itu tanpa terluka dengan adanya peperangan.


Ye Yuanshi menghela nafas, "Aku terus saja memikirkan hari esok,"


"Percayalah padaku! Bukankah aku sudah berjanji padamu?"


Benar, kini Ye Yuanshi semakin kerasa berpikir. Hatinya bertanya-tanya tentang sebab apakah hingga Ketua Lu sampai repot-repot membantunya. Bukankah dia hampir membunuh pria itu atas perintah Zhao Wei.


Hampir saja Lu Tingxiao terbahak mendengar tuduhan dari Ye Yuanshi. Tetapi dia menahannya agar tawa itu tidak keluar darinya. "Bagaimana bisa dia berpikiran seperti itu?" pikirnya.


"Yuanshi, aku hanya ingin kau bahagia." jawabnya singkat lalu pergi begitu saja.


Kepergian Lu Tingxiao menyimpan banyak pertanyaan di benak Yuanshi. Gadis itu terus saja berpikir bahwa Lu Tingxiao pasti sedang merencanakan sesuatu padanya di masa depan. Setidaknya rencana itu pasti akan merugikan Yuanshi, menurut gadis itu.

__ADS_1


**


Siang sebelum penyelamatan.


Lu Tingxiao menjelaskan cara menerobos istana tanpa harus menggunakan cara mencolok. Pria itu tidak berkenan jika terjadi perkelahian.


"Kenapa harus menyamar? Aku bisa berkelahi." Yuanshi keberatan ketika Lu Tingxiao memintanya untuk bersandiwara menjadi seorang pesuruh istana agar keduanya serta orang suruhan Lu Tingxiao sendiri bisa masuk ke istana dengan mudah.


"Jangan membuat keributan, Yuanshi. Kita harus menyimpan banyak tenaga untuk menyelamatkan ibu suri."


"Tetapi--"


"Kau harus percaya padaku! Semua ini demi keamanan kalian berdua."


Lu Tingxiao telah membuat rekayasa peristiwa agar dia dan Ye Yuanshi bisa masuk dengan mudah ke istana dalam dan membawa nenek Yuanshi dari harem istana.


"Baiklah, asal nenekku bisa keluar dari sana apapun akan kulakukan."

__ADS_1


"Aku hanya ingin kau selalu bahagia, Yuanshi." Kalimat yang terdengar manis itu nyatanya terasa hampa di hati Ye Yuanshi.


Selama ini, dia selalu menemui pria yang hanya menginginkan keuntungan saja. Sejak hidup sebagai Ye Yuanshi, gadis itu telah banyak melewati ujian kehidupan. Mendapatkan ejekan, bahkan makian tidak sama sekali menggoyahkan hati Ye Yuanshi. Tetapi, jika hal yang berhubungan dengan ayah angkat dan neneknya, dia tidak bisa menoleransi.


__ADS_2