Eternal Regret 2

Eternal Regret 2
Bab 7


__ADS_3

Darah segar menetes ke lantai di kamar ketua Lu. Pisau kecil milik Ye Yuanshi berhasil mengenai perut bagian samping ketua Lu.


Begitu ketua Lu lengah, Ye Yuanshi segera melepaskan diri. Wanita berbaju hitam itu hendak melukai ketua Lu kembali dan memastikan nyawanya melayang di depan matanya. Tetapi, ada perasaan aneh di dalam hati Ye Yuanshi.


Sepertinya, dia tidak sanggup melakukan misi ini.


Naluri dan logikanya berbenturan. Ye Yuanshi memejamkan kedua matanya Sebelum menarik pedang yang hendak dia ayunkan untuk membunuh Lu Tingxiao.


Namun, justru ada hal lain yang lagi-lagi membuat Ye Yuanshi mengurungkan niatnya.


Wajah tenang Lu Tingxiao seolah tidak keberatan jika Ye Yuanshi hendak membunuhnya.


Wajah sayu itu membuat Ye Yuanshi menjatuhkan pedangnya ke lantai. Dan mengembuskan nafas dengan berat.


"Aku tidak akan melakukannya, lagipula dia sudah terluka." batinnya.


Wanita itu bergegas keluar melalui jendela di kamar ketua serikat dagang. Jika pun nanti Ye Yuanshi akan dikejar oleh anak buah Lu Tingxiao, wanita itu tidak keberatan bila harus bertarung lagi.


Dalam keadaan bersimbah darah, Long Ye Tian tersenyum tipis. Hatinya dipenuhi tawa hingga tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata.


Pria itu mencoba berjalan dengan tertatih menuju kursi yang roboh di samping tempatnya terduduk tadi.


"Aku tidak menyangka istriku berniat membunuhku, lucu sekali." Dia masih bisa tertawa dalam keadaan seperti ini.


Pengawal di luar kamar menerobos masuk karena tidak lagi mendengar suara keributan dan baku hantam.


Mereka terkejut dengan keadaan ketua mereka. Tetapi, niat untuk menolong ketua Lu mereka ditepis sendiri oleh ketua Lu.


"Aku baik-baik saja, luka kecil seperti ini tidak bisa mencabut nyawaku. Kalian kembali saja, bantu aku untuk mencari perhitungan dengannya besok." titah Lu Tingxiao pada kedua anak buahnya.


"Hao, Tuan." keduanya saling kompak menjawab.


**


Benar saja seperti perkataan Lu Tingxiao yang ingin mencari perhitungan. Tak sampai satu hari, rumah judi milik ayah Ye dikejutkan dengan kedatangan petugas keamanan.


Sekelompok pria yang saling membawa tombak menerobos masuk ke rumah judi yang telah lama dikelola oleh Lao Ye itu.


"Cepat temukan Nona muda Ye!" salah satu ketua kelompok keamanan itu memerintahkan bawahannya untuk menggeledah rumah judi itu.


"Tunggu ... Kalian tidak bisa seenaknya. Kalian pikir kalian siapa?" Ayah Ye keberatan dengan perintah penangkapan putrinya.


"Lao Ye, putrimu telah dilaporkan oleh seseorang karena mencoba melakukan pembunuhan."

__ADS_1


Deg ... Jantung Ayah Ye sempat terhenti. Karena baru kali ini identitas Ye Yuanshi sebagai pembunuh bayaran terungkap.


Selama ini, ayah Ye telah menutupi identitas kedua Ye Yuanshi. Dan dari upah atas jasa putri itulah, Ayah Ye bisa membangun bisnis judinya.


"Tidak mungkin, kalian pasti salah orang. Membunuh? Melukai semut saja dia tidak bisa." bela Ayah Ye pada sang putri.


Namun, Lao Ye tidak bisa terus menutupi keberadaan sang putri. Ye Yuanshi berhasil ditemukan oleh tim keamanan di dalam tempat tinggal mereka.


Barang bukti berupa potongan pakaian korban juga ada padanya. Kain kecil milik Lu Tingxiao itu dia sengaja selipkan di antara alas kaki dan kaoskaki Ye Yuanshi.


Rencana Lu Tingxiao berhasil dengan sempurna. Dan Ye Yuanshi kini mau tak mau harus ikut mereka untuk di adili.


"Lepaskan aku dasar be de bah!" maki Ye Yuanshi.


"Diam, gadis sepertimu itu berbahaya. Berapa usiamu hingga kau bisa menjadi pembunuh bayaran seperti ini?"


"Semua ini salahku, seharusnya aku memastikan dia mati malam itu." Ye Yuanshi menyadari kebodohannya.


Nasib sial baru kali ini dialami oleh Ye Yuanshi. Selama ini, dia selalu berhasil menjalankan misi dari tuannya. Selain membunuh, Ye Yuanshi juga pernah mendapat misi untuk melindungi salah satu anggota delegasi tamu kerajaan.


Tanpa diinterogasi apapun, Ye Yuanshi langsung dijebloskan ke dalam penjara kota Jianghu.


Dalam ruang bawah tanah yang sempit dan pengap itu, Yuanshi harus menghemat oksigen di dalam penjara agar masih bisa bernafas.


"Paman, aku sudah melakukan apa yang kau minta. Apa kau tega sekali padaku?" rengeknya kesal.


Jika dia berharap ayah atau tuan yang dia panggil paman itu datang untuk menyelamatkannya, itu salah.


Justru sosok yang datang untuk mencemooh Ye Yuanshi adalah orang yang hampir terenggut nyawanya oleh gadis itu.


"Kau puas, Nona Ye?"


Tak sudi Ye Yuanshi menjawab pria itu. Jangankan berbicara dengan Lu Tingxiao, menatapnya saja enggan.


"Seharusnya aku membunuhnya saja," batinnya kesal.


"Aku bisa melakukan apapun, aku berkuasa di sini! Kau dan ayah angkatmu bisa kusingkirkan dengan mudah."


Mendengar Lu Tingxiao menyebut ayah angkatnya, sontak Ye Yuanshi berbalik arah hingga mendekati jeruji yang menghalangi kedua sosok itu.


Murka, Ye Yuanshi menarik kerah baju Lu Tingxiao yang berdiri cukup dekat dengan pembatas penjara itu dan mengancamnya, "Kau jangan sembarang bicara,"


"Benarkah? Apa aku salah? Kau dan ayah angkatmu itu? Margamu bukan Ye melainkan ... "

__ADS_1


"Cukup ... Ini tidak ada hubungannya dengan ayahku, jika kau memiliki dendam padaku, segera habisi nyawaku saja."


"Itu lebih baik, agar kau bisa kembali. Tapi aku tidak bisa." Long Ye Tian sengaja memancing amarah Ye Yuanshi.


"Be debah,"


"Aku semakin tertarik dengan alur di kehidupanmu ini. Bagaimanapun jika kita bermain-main di kehidupanmu ini sebelum kembali?" bisiknya pelan di telinga Ye Yuanshi.


"Kau ... " Ye Yuanshi berteriak kesal.


"Aku bisa membantumu, aku bisa menyelamatkan ayah angkatmu dan tahta yang seharusnya tidak jatuh pada pamanmu."


Ye Yuanshi terkesima, dia sama sekali tidak menyangka jika Lu Tingxiao bisa mendapatkan rahasianya. Termasuk rahasia sekte terlarang yang menjadi asal muasal Ye Yuanshi sebelum diangkat anak oleh ayah Ye.


Tanpa terasa cengkraman tangan Ye Yuanshi di kerah Lu Tingxiao melemah.


Ujian hidup dan cobaan bertubi-tubi dijalani oleh gadis itu. Hidupnya tidak pernah merasa tenang dalam setiap kehidupannya.


"Siapa sebenarnya kau ini? Kau bukan Lu Tingxiao?" Ye Yuanshi menebak jika pria di depannya adalah mata-mata raja negara utara yang ingin menyerang negara Wulin.


"Bukan, aku bukan Lu Tingxiao." jawab Long Ye Tian dengan penuh keyakinan.


Tebakan Ye Yuanshi benar, "Jika dilihat dari cara dia bertarung, dia pasti salah satu jenderal perang negara lain. Terlebih lagi, kemampuan tubuhnya untuk menyembuhkan luka cukup cepat." pikir Ye Yuanshi.


"Aku tidak percaya pada mata-mata musuh."


Ye Yuanshi menganggap Lu Tingxiao adalah musuh bagi negaranya. Pantas saja, pamannya raja negara Wulin sekaligus ketua sekte terlarang ingin membunuh pria itu.


"Hanya aku yang bisa membantumu, bahkan untuk keluar dari sini sekalipun."


Sebelum Ye Yuanshi menjawab, Lu Tingxiao palsu menambahi, "Tapi aku memiliki syarat."


Tergerak ingin segera keluar dari penjara ini, Ye Yuanshi hampir tertipu oleh Lu Tingxiao.


Namun, gadis itu memiliki banyak akal. Lagipula pamannya tidak akan tinggal diam.


Dia sengaja ingin berpura-pura lemah dan menerima bantuan dari Lu Tingxiao.


"Apa syaratnya?"


"Jadilah istriku."


Kedua mata Ye Yuanshi membulat hingga nyaris mencuat keluar.

__ADS_1


"Lupakan saja, kau orang gila."


__ADS_2