Eternal Regret 2

Eternal Regret 2
Bab 11


__ADS_3

Tepat pada waktu yang telah ditentukan, Ye Yuanshi berangkat bersama Ketua Lu dan juga beberapa anak buah yang ditugaskan untuk melindungi Yuanshi.


Bagi Lu Tingxiao, keselamatan Ye Yuanshi tidak bisa digadaikan dengan apapun di dunia ini.


Berbekal peta wilayah yang didapatkan Lu Tingxiao dan juga ingatan pada masa kecil Yuanshi, keduanya berangkat menuju istana negara Wulin.


Zhao Wei bukanlah menjadi target mereka. Lu Tingxiao melarang Ye Yuanshi untuk menyebabkan masalah dan segera mengamankan ibu suri sesegera mungkin.


Sepasang klan dewa dan dewi itu menyamar sebagai pembawa logistik untuk bisa masuk ke dalam istana.


"Ketua Lu? Kau yakin cara ini lebih baik?"


"Tentu saja, aku meringankan kemungkinan perkelahian antara kita."


Dibantu oleh anak buahnya, Lu Tingxiao bisa masuk dengan mudah melalui gerbang istana. Menyamar sebagai pengirim bahan makanan, penjaga istana tidak bisa mengetahui identitas Ye Yuanshi dan juga ketua Lu.


Sehingga, rombongan yang jumlahnya tak banyak itu bisa masuk dengan mudah ke logistik di dekat dapur istana.


Bisa masuk dengan mudah, membuat Ye Yuanshi bisa bernafas lega.


"Aku akan pergi ke istana dalam." ucap Ye Yuanshi usai meletakkan karung berisikan kentang dari dalam gerobak.


"Tunggu, Zi-zi! Kau tidak bisa gegabah."


"Anda terus saja memanggilku Zizi, sebenarnya siapa zizi? Apa Anda begitu merindukannya?"


Lu Tingxiao tersentak, dia melupakan semuanya. Karena kini, Yang Zi miliknya bukan dalam keadaan seperti dulu. Yang Zi kini telah menjadi Ye Yuanshi.


"Tidak, ah maafkan aku." ucapnya menyudahi ketegangan ini. "Ayo!" Lu Tingxiao kemudian menarik tangan Ye Yuanshi keluar dari gudang penyimpanan.


Tetapi, di luar gudang ada seorang dayang istana sedang berjalan ke arah keduanya.


"Sangat kebetulan," ucap Lu Tingxiao.


Pria itu kemudian mendekati dayang muda itu seolah menanyakan sesuatu. Tak berselang lama, wanita muda itu tak sadarkan diri karena perbuatan Lu Tingxiao yang telah menghilangkan kesadarannya.


"Apa yang Anda lakukan, Ketua Lu?"


Lu Tingxiao memberi isyarat agar Ye Yuanshi menutup mulut dan tidak banyak bertanya. Dia juga meminta Ye Yuanshi membantu dirinya untuk membawa dayang muda itu masuk ke dalam gudang penyimpanan bahan makanan.


Ye Yuanshi langsung paham dengan isyarat dari ketua Lu. Dia juga langsung melepas pakaian yang dia kenakan agar bisa segera ditukar dengan pakaian dayang istana tadi.


"Kenapa Anda masih di sini, ketua Lu?"


Lu Tingxiao: ?


"Keluarlah! Agar aku bisa berganti baju." perintah Ye Yuanshi.

__ADS_1


Seperti kerbau yang dicocok hidungnya, Lu Tingxiao dengan suka rela melakukan apapun yang diinginkan oleh istrinya.


Dia juga berdiri dan menunggu Ye Yuanshi selesai mengganti pakaiannya.


Tidak berselang lama, Ye Yuanshi keluar dengan busana pelayan istana.


"Cantik, dalam pakaian apapun dan keadaan apapun kau yang terbaik Yang Zi." batin Lu Tingxiao dalam pandangannya.


Hingga suara Ye Yuanshi, "Ketua Lu, Anda sedang apa? Ayo!"


"Oh, iya ayo."


Keduanya tidak perlu lagi mengendap-endap dengan pakaian Ye Yuanshi. Hanya saja, Lu Tingxiao juga harus merubah penampilannya juga. Sehingga dia juga merebut pakaian prajurit istana dengan cara yang sama.


Mengenakan pakaian yang sama, menjadikan kedua lebih leluasa berjalan-jalan di dalam istana.


Dengan kenangan masa kecil Ye Yuanshi, mereka berdua bisa menemukan kediaman ibu suri.


"Masuklah! Aku akan menjagamu di sini." kata Lu Tingxiao.


Ye Yuanshi mengangguk, dia hendak masuk ke dalam tempat tinggal neneknya. Tetapi, dia lupa mengatakan sesuatu pada Lu Tingxiao.


"Ketua Lu, Anda orang baik. Terima kasih."


Ada sesuatu yang mekar di taman hati Long Ye Tian yang telah ratusan tahun gersang itu. Sumpahnya untuk membawa Yang Zi kembali seperti akan segera terlaksana.


Terlebih lagi, dia juga berjanji akan membuat Yang Zi dengan suka rela kembali padanya memiliki kesempatan yang cukup besar. Buktinya, gadis nakal itu kini telah menganggap dirinya orang baik.


Betapa hatinya teriris sembilu, ruangan ibu suri kini telah berubah layaknya penjara mewah. Di dalam kamar besar itu, tidak ada celah sedikitpun. Hanya ada satu pintu keluar masuk.


"Nenek," panggil Ye Yuanshi pelan.


"Zhao Lan, putri Zhao Jin, cucuku?" wanita renta itu bangkit dari peraduannya.


Ye Yuanshi berjalan mendekat suara neneknya, dan hatinya tergores begitu melihat kondisi renta sang nenek.


"Nenek? Maafkan Zhao Lan. Nenek sungguh maafkan aku."


"Tidak cucuku, Nenek yang seharunya minta maaf padamu. Kehidupanmu sulit karena nenek."


"Nenek jangan berkata seperti itu, semua ini karena paman."


Mendengar nama anak bungsunya disebut, hati ibu suri semakin membuncah. "Maafkan nenek,"


"Ayo kita pergi dari sini!"


Nenek menolak, karena tidak ingin menyulitkan Yuanshi. Dia tahu akibatnya jika sampai mereka ketahuan.

__ADS_1


"Tidak cucuku, nenek akan mati di sini. Itu tidak mengapa asal kau aman."


"Nenek, percayalah padaku. Aku datang untuk menyelamatkan nenek."


Tetapi, Ye Yuanshi kesulitan meyakinkan neneknya.


**


Lu Tingxiao terus menunggu, tetapi Ye Yuanshi tak jua keluar. Dia merasa waktu terbuang sia-sia.


"Yang Zi, kau harus segera keluar." ucapnya dengan terus menunggu.


Merasa Ye Yuanshi telah banyak membuang waktu, Lu Tingxiao tidak memiliki pilihan lain selain masuk dan melakukan dengan paksa sebelum kedua diketahui oleh penjaga istana.


"Kenapa lama sekali, istriku?"


"Istri?" Nenek yang dengan jelas mendengar seorang pria dewa memanggil cucu kesayangannya dengan sebutan istri langsung bangkit dan berdiri.


"A-aku ... Aku akan menjelaskannya nanti, Nenek. Ayo! Waktu kita tidak banyak."


"Siapa kau anak muda? Kenapa kau memanggil cucuku dengan sebutan istri?" Ibu suri mendatang Lu Tingxiao yang kini berdiri dengan tegap di depannya.


"Aku suaminya, di kehidupan yang terdahsyat hingga kini." jawab Long Ye Tian dengan bangganya.


"Baiklah, nenek tidak akan mengkhawatirkan kau lagi cucuku. "


"Nenek, waktu kita tidak banyak. Ketua Lu akan membantu kita."


"Kau, bocah tengik. Bisa-bisanya kau memanggilnya dengan nama ketua Lu. Dia suamimu. Kau harus menghormatinya sebagaimana seorang rakyat yang menghormati raja mereka."


Ye Yuanshi dan Lu Tingxiao saling pandang. "Sepertinya sandiwara ini sudah terlalu jauh." ucap Ye Yuanshi dalam hatinya.


"Ayo, kita segera tinggalkan tempat ini!" ajak Long Ye Tian.


Di luar gerbang, anak buah Lu Tingxiao telah menunggu mereka.


An Bai sang sosok pengawal setia juga masih menunggu di sekitar tempat penyimpanan bahan makanan.


Pria itu telah mendapatkan tugas agar melindungi Ye Yuanshi jika terjadi perkelahian. Demi menjaga nyonya muda, An Bai akan melakukan apapun.


"Baiklah, aku ikut kalian. Aku juga ingin menimang cicit dengan segera."


Mereka bertiga keluar dari kediaman ibu suri dan segera pergi ke tempat di mana An Bai berada untuk kembali menyamar sebagai pengantar bahan makanan.


Tetapi, di perjalanan menemui An Bai. Mereka bertiga dikejutkan oleh penjaga istana.


"Berhenti, "

__ADS_1


"Kalian menculik ibu suri!"


"Pengawal tangkap mereka."


__ADS_2