
Keberadaanya telah diketahui oleh musuh. Sehingga, Ye Yuanshi mau tidak mau harus segera menyelesaikan misi ini.
Wanita muda itu memegang gagang pedang miliknya. Sebelum berbalik badan, Yuanshi hendak menarik pedang dari penyimpanannya.
Tetapi, lagi-lagi Lu Tingxiao menahan amarah Yuanshi. "Tahan ... Jangan kotori tanganmu dengan noda sepele seperti ini!"
Meskipun Yuanshi tidak mengindahkan, nyatanya gadis itu tidak berani menolak Lu Tingxiao. Ada sesuatu yang membuat Yuanshi bisa dengan patuh pada pria itu.
Prajurit istana Wulin berbondong-bondong mengepung mereka bertiga. Mungkin jika ada An Bai, mereka akan memiliki setidaknya bala bantuan. Tetapi, di sini hanya ada Lu Tingxiao dan Ye Yuanshi yang melindungi ibu suri.
"Kau Tuan Putri yang digulingkan, letakkan senjatamu!" perintah anak buah Zhao Wei.
Tidak berselang lama, pria berbaju hitam lengkap dengan mahkota menghiasi kepala datang menyambut mereka bertiga.
"Keponakanku, aku sungguh menyesal tidak menyambut kedatanganmu." Pria paruh baya itu masih mencibir Ye Yuanshi.
Ye Yuanshi tidak menjawab, aliran darahnya mendidih. Dia benar-benar ingin menghabisi nyawa pamannya.
Melihat api amarah wanita yang dia kasihi, Lu Tingxiao tidak bisa diam saja. Lagipula, pria itu telah berjanji akan selalu melindungi Yang Zi. Terlebih lagi, ujian hidup Yang Zi kali ini memang cukup pelik.
"Baiklah jika kau yang minta," Zhao Wei memerintahkan prajuritnya untuk menyerang anggota keluarga yang tersisa.
Bahkan teriakan dan isak tangis ibu suri tak dihiraukan olehnya. Zhao Wei seolah tutup mata dan telinga. Baginya, keberatan Zhao Lan atau Ye Yuanshi adalah ancaman bagi kekuasaannya.
"Mundur lah, Yuanshi. Lindungi nenek."
"Tidak, aku tidak ingin menyusahkan Anda."
Kerasa kepala, Yuanshi tidak bisa tinggal diam. Dia tahu seberapa banyak lawan yang harus dihadapi oleh Lu Tingxiao.
Begitu ada prajurit yang hendak menyerangnya, Lu Tingxiao dengan sigap melemparkan tubuh Ye Yuanshi hingga 3 meter jauhnya. Semua itu dilakukan olehnya agar Yuanshi tidak terkena serangan pengawal Zhao Wei.
Begitu berambisi ingin menghabisi nyawa orang yang berniat menahan langkahnya, Zhao Wei benar-benar ingin menyerang Yuanshi.
Lu Tingxiao sendiri saat ini tengah melawan sekelompok anak buah Zhao Wei. Meskipun hanya dengan tangan kosong, pria bermata tajam itu mampu memukul pria-pria petarung yang berjumlah puluhan orang.
Satu per satu anak buah Zhao Wei bisa dikalahkan olehnya. Sehingga Zhao Wei semakin naik pitam.
"Ketua Lu, kau terlalu banyak ikut campur urusan orang lain." bentak Zhao Wei.
Paman Yuanshi itu menarik pedang di tangannya dan bersiap menyerang Ye Yuanshi.
Yuanshi yang telah terpancing amarah, secara sadar juga akan melakukan hal yang sama.
"Tidak akan kubiarkan paman semakin jauh, bersiaplah menemui ajalmu, Paman." Ye Yuanshi melompat ke udara menerima tantangan demi tantangan pamannya.
Melihat hal tersebut, Lu Tingxiao tidak bisa diam saja. Dia segera menyelesaikan pertempuran dengan anak buah Zhao Wei.
__ADS_1
Untung saja, An Bai tiba. Pria muda itu telah menunggu lama di tempat yang telah disepakati. Namun, kedatangan ketua Lu dan istrinya yang tak kunjung tiba membuat An Bai diliputi kekhawatiran. Sehingga pria itu mencari keberadaan tuannya.
Ketika dia mendengar suara perkelahian, An Bai telah menduga jika penyamaran tuannya telah diketahui oleh musuh, sehingga An Bai bergegas ke arah sumber perkelahian dan segera memberikan bantuan.
"Tuan, aku saja yang mengurus ini." An Bai datang tepat waktu.
Pemuda itu langsung berhadapan dengan anak buah Zhao Wei yang masih tersisa. Sedangkan Lu Tingxiao akan segera menyusul perkelahian Yuanshi dan Zhao Wei.
Lu Tingxiao melihat keadaan istrinya yang saat ini sedang bertarung dengan Zhao Wei.
Berkali-kali Ye Yuanshi mampu menghindari serangan Zhao Wei. Tetapi, wanita itu masih bisa bertahan di tengah perkelahian.
"Dia ketua sekte, Yuanshi berada dalam bahaya." Lu Tingxiao tahu seperti apa kekuatan Zhao Wei.
Sebagai seorang ketua sekte, Zhao Wei pasti telah melewati tahap seleksi pemilihan. Sehingga ilmu beladiri pria itu pasti di atas anggota sekte yang lainnya.
Yuanshi terpojok oleh serangan pamannya, dia menghadap keadaan yang sulit. Zhao Wei merasa di atas angin. Pedang telah diarahkan ke leher Yuanshi.
"Menyerahlah!"
Ketika pedang itu hendak diayunkan, sebuah benturan antar dua pusaka terjadi.
Zhao Wei melihat pedangnya terjatuh oleh tabrakan dari sebuah pedang yang yang bentuknya tidak pernah dia lihat sebelumnya.
"Sekali saja kau menyentuhnya, akan kupatahkan tanganmu!" Lu Tingxiao datang tepat waktu.
Namun, Lu Tingxiao sama sekali tidak melihat adanya ketakutan di mata Ye Yuanshi. Gadis itu tampak seperti kesatria pemberani.
Tetapi, Lu Tingxiao tidak ingin wanita itu terluka sedikitpun. Sehingga dia menarik tubuh Yuanshi di belakangnya.
Zhao Wei yang merasa terhina segera berbalik arah dan mengubah target buruannya.
"Siapa dia? Pedang apa ini?" gumamnya.
Pedang yang telah terlempar tadi, melayang ke udara dan kembali ke tangan sang pemilik.
"Sebenarnya aku tidak berniat memanggilmu, tapi kali ini ayo kita selamatkan ibumu, Pi Xiu."
Bunyi dentingan logam bertabrakan dengan logam memenuhi tempat tersebut. Baik Lu Tingxiao maupun Zhao Wei tidak ada satupun yang berniat mengalah. Zhao Wei kini mengerahkan semua tenaganya.
Begitupun dengan Lu Tingxiao, sejak tadi ketua Lu sama sekali tidak menggunakan kekuatan langitnya. Tetapi, ketika dia berhadapan dengan Zhao Wei, sang raja Long telah membuka kekuatan dewa miliknya.
"Kau siapa? Kau berasal dari klan Dewa? Untuk apa kau berurusan denganku?" Zhao Wei sedikit gentar ketika Lu Tingxiao telah menggunakan kekuatan langitnya.
Namun, Lu Tingxiao tidak menjawabnya. Dia terus menggempur Zhao Wei.
Perkelahian antara kedua raja itu semakin sengit. Raja Wulin dan Raja roh sama-sama mengerahkan kekuatan terbaiknya.
__ADS_1
Lu Tingxiao tersenyum sinis, "Kau bertanya siapa aku? Aku adalah keponakanmu, Paman."
Zhao Wei semakin terhina. Namun, dia sendiri juga merasa tidak bisa mengungguli Lu Tingxiao.
Ilmu beladirinya tidak sebanding dengan pria yang dihadapi oleh Zhao Wei. Bahkan kini, tenaga yang terkuras membuat gerakan Zhao Wei semakin melambat.
Hal itu dengan mudah dimanfaatkan oleh Lu Tingxiao. Lu Tingxiao menjegal kaki Zhao Wei hingga tersungkur.
Tetapi, Zhao Wei tidak bisa diam saja. Dia akan melakukan perlawanan hingga akhir. Meskipun tersungkur, Zhao Wei masih ingin menyerang Lu Tingxiao dengan kekuatannya.
Sia-sia saja Zhao Wei, Lu Tingxiao bisa dengan mudah menangkis semua itu. Bahkan kini, Lu Tingxiao telah melumpuhkan paman Yuanshi.
Lu Tingxiao mengarahkan pedang Pi Xiu. Tetapi, "Berhenti! Aku yang akan menghukumnya." Yuanshi berlari mendekat.
Paman yang selama ini menekan dan menyakiti keluarganya, kini berada di bawah ancaman Ketua Lu.
Lu Tingxiao menatap istrinya, "Baiklah, sudah seharusnya kau yang melakukan ini. Langsung bunuh saja."
Zhao Wei meludah, "Membunuh aku?"
Lu Tingxiao menjauhkan pedang Pi Xiu dari leher Zhao Wei.
"Hanya karena klan dewa membantumu, kau pikir akan menang dariku, Zhao Lan?"
Ye Yuanshi tersentak, Pamannya menyebut klan dewa. Benarkah klan dewa telah membantunya? Atau Lu Tingxiao berasal dari klan dewa.
"Paman, bertaubatlah. Kekuasaan telah mengotori hatimu."
Zhao Wei tertawa, dia merasa keponakannya itu sungguh lucu bisa menggurui dirinya.
"Aku telah mencapai semua ini, bahkan dengan membunuh ayah dan ibumu. Aku tidak akan menyerahkan tahta yang telah kurebut susah payah."
"Ayahmu lah yang bodoh, dia pantas mati. Raja yang hanya mementingkan rakyatnya."
Ye Yuanshi naik pitam, dia merebut pedang Pi Xiu milik Lu Tingxiao dan mengarahkannya ke Zhao Wei.
Darah segar menetes ke tanah istana. Selama ini, Yuanshi telah menahan dendam dan amarahnya. Tetapi ketika Zhao Wei menyebut nama ayah dan ibunya, gadis itu tidak terima.
"Tidaaaaak ... " Zhao Wei berteriak, dia menahan rasa sakit yang luar biasa.
Ye Yuanshi menjatuhkan pedang yang dia gunakan untuk menebas kedua tangan pamannya. Seketika, tubuhnya lemas hingga nyaris jatuh.
"Yuanshi, kau baik-baik saja." Membunuh dan melukai orang bukan pengalaman pertama bagi Yuanshi. Tetapi, melukai kerabatnya baru pertama kali dia lakukan.
Dia merasa tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan Zhao Wei pada ayahnya.
Melihat Yuanshi dengan bengis memotong kedua lengan Zhao Wei, Lu Tingxiao segera membawa wanita muda itu menjauh.
__ADS_1
Rintihan Zhao Wei tidak dia hiraukan. Lu Tingxiao memerintahkan An Bai untuk membawa nenek Yuanshi pergi.