
Tak sulit bagi Lu Tingxiao menemukan berbagai informasi tentang gadis yang bernama Ye Yuanshi.
Berbekal identitas sebagai ketua Lu, Long Ye Tian bisa dengan mudah mengetahui nama Yang Zi di kehidupan ke sembilannya ini.
Pelayan serta anak buah dari Ketua Lu, sangat mudah diandalkan. Sehingga, Long Ye Tian sebagai Lu Tingxiao bisa keluar untuk mengunjungi rumah judi milik keluarga Ye.
Malam-malam di kota Jianghu masih cukup ramai, meskipun bukan kota utama atau ibukota Kerajaan. Namun, kota Jianghu menjadi salah satu kota perdagangan karena letaknya dekat dengan sungai.
Sehingga, berjalan ke rumah judi milik Ayah Ye cukup lama dilalui oleh Lu Tingxiao serta pengawal setianya.
"Tuan benar ingin mencoba bermain judi di kota ini?" tanya pegawai yang ditugaskan oleh pemerintah kota untuk menemani dan melayani Lu Tingxiao selama di kota ini.
"Hao, sudah lama aku tidak berjudi." jawabnya singkat.
Perjalanan keduanya melewati sebuah kios pelukis yang menjajakan jasanya untuk melukis pelanggan.
"Lihatlah, Tuan! Kota kecil ini sudah menggeliat. Pelukis itu kebanjiran pesanan." tunjuk pria muda yang diketahui bernama An Bai itu.
Tidak salah dengan apa yang An Bai katakan. Pelukis itu sibuk melukis dan menjualnya ke pelanggan setianya.
Pegawai kios lukis menarik perhatian pengguna jalan, "Ayo kemarilah! Dan beli lukisan Dewa Bumi dari bos kita."
An Bai mengajak Lu Tingxiao untuk mampir meskipun hanya sejenak. "Ketua Lu, tradisi di kota kami seperti ini. Kami memasang lukisan Dewa Bumi di altar dan memberi persembahan untuknya agar kesejahteraan menimpa kami."
Lu Tingxiao menatap An Bai, "Kau juga? Kalian semua?"
Merasa tertarik, lagipula urusannya dengan Yang Zi masih panjang, Lu Tingxiao mendekati kios lukisan dan memperhatikan hasil lukisan seniman itu.
"Dewa busuk seperti ini tak layak mendapatkan perdupaan kalian." ejek Long Ye Tian. Itu tidaklah sepadan, lagipula Long Ye Tian sempat mengancam Dewa itu karena menutupi keberadaan Yang Zi darinya.
"Hei anak muda! Siapa kau bisa mencela Dewa Agung?" Seniman itu tidak terima Long Ye Tian mencela lukisannya.
"Pak Tua, masih banyak Dewa lain yang bisa kalian kirimi perdupaan, raja roh salah satunya. Dia kuat dan berkuasa di alam roh."
Semua orang yang hadir saling bertatapan mendengar kata-kata Long Ye Tian. Selain mengagungkan dirinya, Long Ye Tian juga merasa lebih berkedudukan tinggi daripada Dew tua itu.
"Kami tidak pernah memberi penghormatan kepadanya, karena tidak mengetahui wujud raja roh, Anak muda." Pelanggan itu berseru.
"Kalian ingin melihat rupanya?" Long Ye Tian melihat ke sekeliling.
Lalu dia melanjutkan ucapannya, "Lihatlah aku, aku adalah raja roh. Raja Long." ucapnya.
__ADS_1
Hendak tertawa dengan ucapan tuannya, An Bai memilih menahan tawanya agar tak terucap.
"Anak muda, kau memang tampan. Tapi, sepertinya raja roh tidak sebanding denganmu." ejek pelukis itu.
Sebenarnya hati Long Ye Tian membara. Namun, semua itu dia urungkan. Karena Long Ye Tian ingin segera menemui Yang Zi di kediamannya.
"Sudahlah," Dia pun kembali melanjutkan perjalanan ke rumah judi milik keluarga Ye.
*
Begitu berada tepat di depan gerbang rumah judi itu, senyum tipis Long Ye Tian muncul. "An Bai, ayo kita ambil apa yang seharusnya milikku!"
An Bai: ?
"Ketua sepertinya kurang sehat hari ini," batin An Bai.
Rumah judi milik keluarga Ye memang terkenal hingga ke pelosok kota. Selain memiliki banyak pelanggan setia, tempat judi itu juga memberikan keamanan kepada pelanggan karena ayah Ye memiliki dukungan dari pihak istana.
Jangan ditanya seperti apa riuhnya suasana di dalam sana. Hanya saja, Long Ye Tian tidak melihat gelagat keberadaan Yang Zi.
"Ketua Lu, Anda ingin memulai dari yang mana?" tanya An Bai.
Berbekal sisa tael perak dari kereta kuda kemarin, Lu Tingxiao ingin menambah hartanya. Jika dia menang telak, maka Yang Zi akan dengan mudah muncul di depannya. "Sepertinya itu ide yang bagus,"
Sehingga, banyak yang meremehkan Lu Tingxiao aka Long Ye Tian.
Raja roh itu tidak peduli, dia mulai bermain dan dadu dadunya keluar lebih besar dari pemain lain.
"Sudah aku katakan bukan, Ketua adalah yang terbaik." puji An Bai.
"Malam ini, selain pulang membawa tael emas. Aku juga akan pulang membawa istriku!" ucap Long Ye Tian dengan bangganya.
Beberapa saat berlalu, dan Long Ye Tian terus mendapatkan kemenangan dengan caranya yang bisa mengungguli lawan-lawannya. Meskipun menggunakan energi rohnya, Long Ye Tian tidak kedapatan berbuat curang.
Kemenangan berturut-turut Lu Tingxiao terdengar hingga ke telinga Lao Ye. Ye Binchen ayah Ye Yuanshi naik pitam.
"Jika orang itu terus menang, maka pelangganku akan kabur." umpatnya di depan para anak buah rumah judi miliknya.
"Ada apa, Ayah?" Ye Yuanshi yang mendengar ribut di ruangan ayahnya masuk dan menemui sang ayah.
"Shi shi anakku, ada pelanggan gila. Dia terus menang dan merugikan ayah." insting materialistis Ayah Ye menangkap hal yang tidak benar baginya.
__ADS_1
"Benarkah, ayah? Aku akan memeriksanya." Ye Yuanshi keluar dan mencari kebenaran dari yang ayahnya katakan.
Begitu Ye Yuanshi masuk ke arena judi, gadis itu melihat banyak pelanggan. Sehingga, Yuanshi harus menemukan salah satu yang ayahnya katakan. Jika dibiarkan terus, maka mereka akan merugi.
Pandangan Ye Yuanshi jatuh ke meja paling dekat dengan jendela. Dia melihat sosok pria yang dia temui di rumah hiburan Baoqing.
"Pria itu, apakah dia ingin mencari gara-gara denganku?" Yuanshi mendatangi meja itu dengan mengepalkan tangannya.
Begitu berada di dekat meja Lu Tingxiao, Ye Yuanshi memberi tepuk tangan yang menandakan dia sangat bangga.
"Tuan sangat hebat, bisa meraup puluhan hingga ratusan tael emas." puji Yuanshi.
Merasa umpan telah disambar oleh ikan, Lu Tingxiao menoleh ke arah Yuanshi.
"Apakah nona ingin bermain judi melawan aku?" Pertanyaan Lu Tingxiao ini diiringi gelak tawa dari lawan judinya tadi.
Mereka mengejek Lu Tingxiao yang tidak bisa mengenali nona muda anak dari pemilik rumah judi ini.
"Yang benar saja? Untuk apa dia bermain di rumah judi miliknya."
"Hahaha dia bodoh sekali."
"Tuan, bisakah kita bicara?" Ye Yuanshi tidak ingin menggunakan cara agresif untuk mengusir Lu Tingxiao.
Sehingga gadis itu akan membujuk tamunya itu dengan cara halus.
"Hao,"
Ye Yuanshi mengajak Lu Tingxiao berbicara di luar arena judi. Setelah sebelumnya An Bai menyimpan tael perak dan emas hasil berjudi tuannya.
"Tuan, saya tahu Tuan pandai berjudi. Tapi, tahukah Anda jika Tuan bisa merusak bisnis saya?"
"Hahahaha, " Lu Tingxiao hanya tertawa.
"Lalu kau ingin aku bagaimana?"
"Aku ingin Tuan tinggalkan tempat judi ini."
Long Ye Tian kembali tertawa, "Kau ingin aku meninggalkan tempat ini, tapi apa balasan yang kudapat?"
Ye Yuanshi membatin, "Haiyaaa pria ini susah sekali dibujuk,"
__ADS_1
"Aku akan membayar berapapun yang Tuan mau."
"Aku tidak kekurangan uang, aku juga tidak meminta kekuasaan. Bagaimana jika kau tukar dirimu saja?"