Everything Is Late

Everything Is Late
PROLOG


__ADS_3

Aku membuka kedua mataku perlahan begitu menyadari sebuah sentuhan hangat di wajahku. Aku menemukan wajah Ibu yang sedang tersenyum padaku begitu melihatku bangun. Aku menyapanya dengan suara riang seperti biasanya. "Good morning, Mom," gumamku tak jelas. Aku mengucek-ngucek kedua mataku sebentar seraya menyandarkan tubuhku di ranjang, Ibu kembali tersenyum sembari mengacak-ngacak rambutku yang sudah berantakan itu.


*


"Good morning too, my Dear," ujar Ibu dengan pelan.       *


Aku tersenyum polos. "Mana Brian, Bu?"


Ibu terkekeh pelan. "Kenapa kau selalu menanyakan Brian? Ibu cemburu, lho." Ibu kemudian memasang wajah cemberutnya yang langsung mengundang tawaku.


"Sepertinya ada sesuatu yang kulewatkan," ujar seseorang yang sudah berada di balik pintu.

__ADS_1


"Brian!" seruku dengan senang seraya melompat dari ranjang dan menghampirinya sebelum kemudian memeluk tubuhnya dengan erat. Brian mengelus rambutku dengan lembut sebelum melepaskan pelukanku.


"Good morning my Sweety," sapanya dengan tersenyum. Aku membalas sapaannya dengan riang.


* Ibu menghampiri kami dan berjongkok di hadapanku seraya memamerkan senyumannya yang manis itu. "Kalian sangat akrab," ujar Ibu seraya mengelus kepalaku.*


* Aku menatap Brian dengan senyumanku yang lebar. "Tentu saja, Brian adalah kakak lelakiku yang paling baik dan*


"Kalian memang anak-anakku yang paling manis."


Brian mengancungkan jempolnya, sementara aku hanya tersenyum begitu mendengar kata-kata Ibu. "Ayo, kalian harus bersiap-siap sekarang jika tidak ingin terlambat," seru Ibu kemudian yang langsung membuatku berlari menuju kamar mandi.

__ADS_1


***


Aku mendesah seraya merutuki kenangan-kenangan yang pernah kulalui bersama Brian kembali kuingat. Aku selalu tidak bisa melupakan kenangan-kenangan itu yang semakin kupikirkan semakin membuatku hatiku. Aku tidak tahu kenapa Ayah membiarkan mereka pergi waktu itu dan aku tidak tahu kenapa Ibu tidak pernah membawa Brian mengunjungiku lagi setelah kepergian mereka. Apakah aku memang tidak pantas menjadi anaknya? Apa mereka sudah melupakanku? Atau mereka juga sedang memikirkanku seperti yang kulakukan sekarang? Tapi kenapa mereka tidak pernah datang mencariku?


Ayah – seseorang yang seharusnya aku hormati tidak lagi menjadi sosok seorang Ayah yang kukagumi seperti dulu. Aku masih mengingat 5 tahun yang lalu ketika aku masih berumur 15 tahun, Ayah membawa wanita itu yang kini menjadi istrinya ke rumah. Aku sangat senang saat itu mengingat aku akan segera mendapatkan seorang Ibu baru, aku memang membutuhkan kasih sayang seorang ibu saat itu. Wanita itu memang memperlakukanku sangat baik tidak seperti ibu tiri yang diceritakan dalam dongeng. Tapi segalanya berubah ketika aku menguping pembicaraan mereka di suatu saat dalam kamar Ayahku tanpa ketahuan mereka tentu saja. Ternyata mereka sudah berhubungan di belakang Ibuku bahkan sebelum aku dilahirkan. Bayangkan! Wanita mana yang akan bertahan setelah mengetahui suaminya yang bermain di belakangnya?


Aku sangat marah pada saat itu dan memilih tidak melanjutkan kegiatan menguping itu. Tidak, aku tidak akan memaafkan wanita itu. Aku membencinya bahkan termasuk Ayahku yang ternyata diam-diam selalu mengawasi Brian dan Ibuku agar tidak menemukan keberadaanku.


Tapi segalanya berubah ketika wanita itu – istri Ayahku membujuk Ayah untuk menjodohkanku dengan laki-laki yang tidak kukenal. Segala hal yang tidak pernah kusadari sebelumnya muncul satu per satu. Dan ketika penyesalan itu datang, semuanya sudah terlambat termasuk pengakuan cinta kepada seseorang yang kucintai. Meminta maaf pada orang-orang yang selama ini sudah menyanyangiku diam-diam tanpa kusadari.


Ketika penyesalan itu datang dan ketika kebahagiaan yang seharusnya kudapatkan menghampiriku, itulah saatnya aku pergi meninggalkan semua kenangan-kenangan yang pernah melibatkanku dengan orang-orang disekitarku.

__ADS_1


Dan kali ini bukan aku lagi yang ditinggalkan oleh orang-orang yang kusayangi. Kali ini giliran aku yang pergi meninggalkan mereka semua.


__ADS_2