Evil Boss

Evil Boss
part 20


__ADS_3

Namjoon membaca semua isi pesan dari Geong,lalu dia menghubungi Geong dengan handphone manda.



□iya kak manda aku tidak apa apa,berhentilah menelphoneku.


■Geong!!


□kak Namjoon.. aku mau pergi ke suatu tempat aku matiin ya.


■kalau kau mematikan handphonemu aku tidak akan memberimu uang saku lagi,kenapa kau tidak mengatakan kau sudah pergi duluan!!


□maaff..


■kau tahukan disana itu sedang rawan gempa.


□aku tidak apa apa,aku bisa jaga diri.


■sekarang kamu bisa mengatakan jaga diri,kalau hari hari kedepan,aku akan mengirim orang untuk menjagamu.


□kalau kau mengirimi seseorang aku akan pindah ke jepang.



tutt...Geong mematikan panggilanya dengan namjoon.



"kau lihat Manda! dia jadi keras kepala sama denganmu"



"itu memang keturunanmu"



"Jimin perusahaanku,kamu yang menghandel minggu depan"



"kau ingin pergi ke Anyang menyusul dan menjemput Geong"



"bukan hanya Geong aku akan menjemput Yura dan Kio kalau bisa aku juga akan menjemput Hans,ini semua karenamu Manda kalau tidak ada Jimin aku pasti menggantungmu hidup hidup,aku ingin pulang"



Namjoon pulang dari rumah manda.



"Manda apa yang kau lakukan hmm"



"aku hanya ingin menyatuhkan Namjoon dan Yura apa salahnya,dan kau lihat apa yang dikatakanya dia akan membawa mereka semua pulang"



"apa kau yakin Namjoon suka dengan Yura dan apa memang Hans itu berada di Anyang?"



"aku yakin Jimin dan Namjoon menyakiti Yura hanya ingin menguji mentalnya saja dan untuk Hans aku tidak tahu"



"sudahlah*mengusap rambut manda*aku lapar dari tadi siang aku belum makan karena ulahmu"



"aku mengerti tunggu sebentar aku akan masak sesuatu untukmu"*berjalan ke dapur*



Anyang....pukul 18:00KST



Yura duduk di balkon bersama Kio



Drtt...Drtt....



handphone Yura berbunyi karena ada panggilan masuk.



"siapa ini aku belum pernah menyimpan nomor ini"



■hallo....siapa ini?


□kembali lah ke Seoul,bawa Kio dan adikku pulang!


■siapa ini maaf aku tidak mengenalmu.


□sayang...tidak mungkin kau tidak mengenaliku.


■N..Namjoon.Kim Namjoon! aku tidak akan pernah mau pulang dan bertemu mu lagi!


□aku tahu kau orang yang sangat keras kepala,tidak mungkin mau.


■jika kau tahu alasanya,kenapa kau harus memerintahkanku untuk kembali.dan satu lagi aku tidak tahu dan tidak kenal adikmu!



tutt...


Yura mematikan panggilannya dengan kesal.



"Yura kau kenapa?"



"dia menyuruhku untuk kembali ke Seoul membawa Kio dan adiknya"



"siapa? Manda?"


__ADS_1


"bukan,orang yang sudah menjatuhkan hargadiriku sebelumnya"



"jadi kau akan kembali ke seoul dengan membawa Kio"



"tidak,aku tidak akan kembali aku mengantuk Eliza bermainlah dengan kio"



"tapi kau belum makan apapun.kau tidak boleh tidur dulu ayo makan lah dulu"



"aaaa aku tidak mau,aku sedang diet"



"tidak,lihat pinggangmu ingin sekecil apa lagi hah"



"ini kan pinggang impian para wanita"



Eliza menarik paksa tangan Yura untuk masuk ke Apartemen miliknya



"duduk! makan ini aku membuatnya khusus untukmu"



*memakan*"eh kok enak"



"enakan aku sudah menyiapkan beberapa resep khusus untukmu,dan aku juga sudah mulai belajar memasak"



Yura dan Eliza makan dengan penuh keriangan hingga ngantuk mendatangi wajah Yura yang dari pagi tidak ada tidur.



"sudah lah aku sudah mengantuk,aku pulang dulu"*menuju pintu Apartemen milik Eliza*



Yura memasuki Apartemen miliknya dan langsung membantingkan tubuh mungilnya itu ke kasur yang cukup empuk.



dia mulai menutup matanya hingga pagi yang cerah pun datang,sinar matahari menembus dari gorden bewarna putih menuju matanya yang bewarna coklat pekat itu.



"emm kok sudah pagi aja sih,sepertinya barusan siap makan malam dengan Eliza"



Yura berjalan menuju jendela dan membukanya lebar lebar.




Yura bersiap siap dia memakai celana cargo bewarna hijau tua dan kaos polos bewarna hitam,serta tidak lupa memakai hoodie bewarna putih.



"siap"



Yura berjalan menuju Apartemen milik Eliza.



tok..tok..El..ayo katanya mau nemenin aku melamar kerja.



krekk...



"iya....aku tahu cepat banget siap siapnya,ayo"



"Kio?"



"dia masih tidur kok"



Yura dan Eliza berjalan menuju parkiran bawah tanah untuk mengambil mobil milik Eliza.



"El misalnya aku gak lolos jadi guru gimana?"



"enggak mungkin,percaya aja sama aku"



Eliza dan Yura masuk ke dalam mobil dan Eliza langsung melajukan mobilnya itu.



15 menit perjalanan dari Apartemen kini sudah sampai.



"aku cuma menghantar aja ya,kasihan Kio kalau dia nangis bagaimana"



"yaaaa aku enggak tahu bagaimana"


__ADS_1


"tanya aja sama orang orang dimana kantor kepala sekolahnya"



"yaudah deh*melepas hoodienya*sekalian bawain pulang hoodie milikku"



Yura keluar dari mobil Eliza dia melihat sekeliling sekolah itu.



"kalau tahu sekolah di korea rata rata begini,bagusan aku sekolah disini daripada di jerman"



kaki yura mulai berjalan memasuki sekolah itu banyak yang memperhatikan dia khusunya para siswa cowok yang akan mendaftar sekolah kesitu.



"nona ada yang bisa saya bantu?"


tanya resepsionis sekolah itu.



"saya ingin ke kantor kepala sekolah"



"maaf sebelumnya ada urusan apa?"



"saya mendaftar sebagai guru"



"atas nama siapa"



"Lee Yura"



"nama anda memang sudah terdaftar menjadi guru,nanti nona lurus saja lalu belok kanan"



"terima kasih"



Banyak siswa cowok di meja resepsionis melihat Yura.


Yura segera meninggalkan mereka lalu pergi ke kantor kepala sekolah



"enggak salah dengarkan"



"itu tadi guru baru,masih muda banget,cantik,sexy lagi"



"bakalan betah sekolah disini,kalau gurunya seperti itu"



Yura yang masih mendengar percakapan mereka hanya memberikan senyuman manis.



hingga dia sampai di ruangan kepala sekolah.



tok...tok...



"silahkan masuk" jawab seseorang dari ruangan tersebut.



"permisi ibu..saya Yura orang yang mendaftar sebagai guru baru disini"



"ooh ternyata kamu orangnya,silahkan duduk"



Senyum manis Yura membuat kepala sekolah tersebut menjadi suka kepadanya walaupun masih berjumpa beberapa detik yang lalu.

















__ADS_1


__ADS_2