
Eliza pulang dengan rasa cemas
sesampai di Apartemen Eliza mengetuk pintu Apartemen Yura tetapi tidak ada jawaban..
"Mungkin Yura sudah tidur"
**********
pagi pukul 07:30 Kst....
Kini Yura,Eliza dan Kio sedang bersarapan,karena hari ini hari Sabtu otomatis semuanya sedang libur bahkan sekolah.
"Yur"
"hemm"jawab Yura sambil mengunyah Roti coklatnya.
"sebenarnya Klien besarku itu tuan Kim"
"El di sini tuh banyak yang bermarga Kim,tuan Kim yang mana"
"Kakaknya Geong"
seketika Yura sedang tersedak...
UHUK UHUK!
"kenapa kamu tidak mengatakan!"
"aku juga minta maaf karena belum memberi tahumu,aku juga tidak tahu Bos yang kamu maksud itu dia"
"pokoknya proyek ini kamu bahas sendiri jangan mengajak aku"
"Tolong dong Yura,kan yang buat Proposal itu kamu.aku kan tidak mengerti tolong dong Yura bisa bisa aku kena Resign oleh Bos ku"
"oke oke karena aku orangnya profesional aku bakalan bantu kamu"
"makasih Yura,Nanti kita siang kita pergi dan menemuinya"
"hari ini"
"iya"
Yura menghembuskan kasar Nafasnya,sesungguhnya dia tidak ingin berjumpa dengan Namjoon.tapi apa daya karena Eliza juga sudah banyak membantunya dia akhirnya menyetujui permintaan Eliza.
**********
pukul 12:00 KST....
Kini mereka sudah berkumpul di sebuah Restoran yang tidak jauh dari Apartemen dan Rumah Namjoon.
Namjoon yang terpesona dengan kecantikan Natural Yura,bahkan dia melihatnya dari atas hingga bawah.Yura saat itu memakai Dress casual yang menampakan bahu dan lehernya yang jenjangnya yang putih.
"ini Proposalnya Tuan Namjoon"
Namjoon membuka Proposal tersebut dan membacanya sampai akhir halaman.
sedangkan Yura dia sibuk bermain dengan Kio yang sedang duduk di pangkuanya.
Namjoon sekilas lagi melihat Yura
"maaf Nona Eliza tetapi aku tidak mengerti tentang proposal yang anda buat"
"percuma iq 148 tetapi tidak mengerti tentang begitu"Gumam Yura kesal
Eliza yang mendengar Gumaman Yura langsung menyenggol kakinya dari bawah Meja.
"apaan sih kan memang betul"jawab Yura kesal.
"ah begini saja Tuan Namjoon karena Yura yang membantuku membuat proposal ini,biarkan dia yang menjelaskan apa maksudnya"
Yura membelakan matanya
"katanya kan cuma nemenin kamu jumpa dia aja,kok jadi aku yang ngejelasin isinya"
"sejak kapan tadi pagi itu aku bilang begini kamu iyain,sekarang tidak mau"
"iya iya"
Yura meletakan Kio di pangkuanya Eliza dan dia juga mengambil Map dengan isi Proposal tersebut dari tangan Namjoon.
"jadi begini Tuan Kim Namjoon perusahaan anda nomor 1 paling besar dan tersukses di dunia ini,dan perusahaan Nona Eliza di peringkat 2 karena perusahaan mereka collab antara China dan Jerman perusahaan Nona Eliza ingin bekerja sama dengan perusahaan anda untuk yang kedua kalinya dengan saham 50% dari perusahaan mereka.dan otomatis Ambassador iklan dari pihak kedua perusahaan itu buat adalah Nona Eliza Wang.Terima kasih" Jawab Yura panjang Lebar.
__ADS_1
"tetapi saya tidak ingin Modelnya Nona Eliza saya mau modelnya Nona Yura"ucap Namjoon sambil mengaduk kopinya.
"TIDAK BISA!" jawab Yura penuh tekanan.
"maaf tuan Namjoon tetapi Yura sedang sibuk akhir akhir ini jadi dia tidak bisa menjadi model Ambassador ini"
"benar,aku tidak ingin mengambil Job sahabatku hanya karena kepuasaan diri anda sendiri"
Yura berdiri dan berjalan menuju toilet meninggalkan mereka berdua
15 menit pun berlalu dan kini suasana berubah
mendadak lampu,meja pintu bahkan minuman bergerak dengan kencang.
"ada apa ini kenapa semuanya bergetar dengan kencang" ucap Eliza sambil melihat asbes cafe tersebut.
AYO PARA PENGUNJUNG SEMUANYA KELUAR SEDANG TERJADI GEMPA!! teriak salah satu pelayan cafe tersebut.
Namjoon dan Eliza ikut keluar dari cafe tersebut.
"Yura..Yura!! Yura di dalam"ucap Eliza cemas
di toilet Yura berusaha membuka pintu toilet tapi hasilnya Nihil,dia hampir kehabisan nafas karena tidak ada jendela atau celah di toilet tersebut.
"Tolong!!,Eliza!Tolong" Yura berteriak sekuat tenaga,akhirnya dia pingsan karena kekurangan oksigen.
Namjoon yang hendak menerobos masuk kedalam cafe tersebut di halangi oleh orang orang disana.
"mohon maaf tuan anda tidak boleh masuk,bisa saja bangunan ini roboh "ucap salah satu pelayan.
"tapi ada satu orang di dalam wanita yang kucintai sedang ada di dalam!!"
setelah menunggu hingga 15 menit akhirnya Gempa tersebut reda,dan Namjoon menerobos masuk ke dalam.sedangkan Eliza dia menangis dan berdoa agar Yura selamat.
Namjoon menendang semua pintu toilet dan pintu ketiga dia menemukan Yura yang telah pingsan di samping Wastafel.
"Yura...Yura bangun"menepuk pipi Yura.
Namjoon menggendong Yura keluar,dan meletakannya di atas Tandu tim penyelamat yang telah datang.
mereka juga ikut kerumah sakit....
************
"Nona Eliza anda pulanglah kasihan Kio dia tidak beristirahat,biar Yura aku yang menjaganya"
"tapi.."
"tidak apa apa Nona saya bisa dan bisakah nanti Geong menginap di Apartemen mu?"
Eliza mengganguk dan pulang ke Apartemen bersama Kio.
Namjoon yang kasihan Melihat Yura terbaring lemah dengan alat bantu bernafas.
"cepatlah sadar"kata Namjoon sambil mencium kening Yura.
DRRTT..DRTT..
Handphone Namjoon berbunyi karena satu panggilan
+Ya ada apa Manda
-aku melihat berita di Televisi apa disana terjadi Gempa?.
+Ya
-lalu bagaimana keadaanmu dan Yura?
+aku tidak apa apa,tetapi Yura dia pingsan karena terjebak di toilet dan dia kekurangan Oksigen.
-astaga,jadi dia sudah tersadar.
+belum,kata dokter dia butuh dua hari untuk sadar karena dia memang kehilangan oksigen yang melewati batas.
-terus dimana Geong?
+aku tidak tahu
-bagaimana kau tidak tahu Geong itu adikmu,dan di sana kau harus menjaga 2 orang wanita yaitu Yura dan Geong.
+Cukup Manda aku tidak mau berdebat denganmu lagi.
Tutt Namjoon mengakhiri panggilannya dengan Manda.
*****************
Seoul pukul 15:40
Manda kini sedang duduk di kursi kebanggannya karena dia telah menjadi bos perusahaan cabang,tetapi pikiranya kacau karena perkataan Namjoon saat di telephone.
"aku harap kau baik baik saja Yura adikku sayang"batin Manda sambil menghadapkan kursinya ke jendela lebar.
Manda..panggil sesorang dari pintu
__ADS_1
"iya"
Ternyata itu Jimin
"apa yang di katakan oleh Namjoon?
"dia dan Geong tidak apa apa,tetapi Yura pingsan Karena terjebak di toilet dan kehabisan oksigen,dokter bilang perlu 2 hari untuk membuat dia tersadar kembali"
"kenapa begitu lama"
"melebihi batas oksigen"
Jimin mengelus Rambut Manda,sedangkan Manda yang sudah menitikan air matanya di dekapan Jimin.
"seharusnya aku melarang keras dia untuk pergi,seharusnya aku memarahinya aku salah membiarkan dia pergi begitu saja"
"ini bukan salahmu Manda,sudah sudah jangan menangis lagi"
Back to Anyang.........
2 hari kemudian......
kini Namjoon selalu di samping Yura 24 jam dan Eliza juga setiap jam menjengguk Yura bersama Geong.
dan Kini Yura sudah sadar...
"Yura kamu harus makan biar cepat sembuh"ucap Eliza.
"tapi aku tidak mau makan bubur El aku tidak suka"
"jadi kamu mau makan apa?"
"aku mau makan JJANGMYEON"
"tidak itu tidak baik dan pedas"
"baiklah hanya 5 suap saja aku memakan buburnya"
"hemm begitu lebih baik"ucap Eliza sambil menyuapi Yura
"El aku mau keluar mencari angin"
"bagaimana caranya aku tidak tahu Yura apa kau bisa berjalan dan bagaimana infusnya ini"
seseorang perawat pun masuk menghantarkan obat Yura.
"sus infusnya boleh dibuka?"
"boleh malah saya di perintahkan dokter untuk membuka infus nona"
perawat tersebut membuka infus pada tangan Yura.
Yura dan Eliza pun Keluar dari ruangan tersebut dan menuju luar rumah sakit.
"tunggu disini sebentar aja tidak ada 2 menit"ucap Eliza yang tiba tiba pergi berlari kedalam rumah sakit.
tapi Yura tidak mematuhi Eliza,dia malah berjalan jalan sendiri tanpa pengawasan.
hingga matanya tertuju pada Seorang Namja yang tingginya hampir sama dengan Namjoon dengan memakai jas hitam,dalaman putih dan dasi bewarna hitam.
"seperti kak Hans"
Yura berlari mengejar Namja tersebut,dia langsung meraih lengan Namja tersebut dan membalikan badannya.
badan Yura gemetar ketika melihat orang yang telah lama di carinya dan Namja tersebut juga terdiam melihat Yura yang sedang memeluknya Erat.
__ADS_1