
Kini Yura telah sampai di sekolah,dia melihat puluhan murid wanita berkumpul di depan gerbang.
"hei,kenapa kalian disini?"tanya Yura yang membuat sebagian melihat.
"eh nona Yura kami sedang menunggu Tamu terhormat,kami di perintah kepala sekolah yah"
"ya ya aku percaya"
Yura melanjutkan perjalanannya menuju perpustakaan sekolah,karena dia jugalah yang bertanggung jawab di bagian perpustakaan.
"dari tadi aku tidak melihat Geong dimana anak itu biasanya dia yang paling berisik ketika aku datang,mungkin dia bersama kakaknya"ucap Yura,sambil memasukan kunci perpusatakaan dan melihat kanan kiri.
Yura melihat buku buku berserakan di lantai...
seketika dia mengingat perkataan mamanya..
"YURA JIKA ADA BUKU DILANTAI SEGERA AMBIL,JANGAN DILETAKAN DIBAWAH KARENA ITU SUMBER ILMU"
Seketika air matanya menitik satu per satu..
"iya ma bukunya aku ambil,aku susun yang rapi"ucapnya sambil mengambil satu persatu buku.
WOOOOOAAAAHHHH!!!!!! beberapa teriakan terdengar dari pintu gerbang........
"betapa ributnya mereka,pasti dia sudah datang"
****************
di gerbang keluarlah seorang Namja berjas hitam tinggi dengan kacamata putihnya.
"selamat datang tuan muda Kim"ucap kepala sekolah ramah.
"terima kasih nyonya telah menyambut saya,dan ini pasti ulah adik saya kan?"
"tidak ini ulah para guru disini"
KIM NAMJOON dialah orangnya.......
"Yak tuan Namjoon bisakah kamu tidak menyalakan adikmu yang satu ini"ucap Geong kesal.
"Ayo tuan Namjoon saya tunjukan jalan agar anda bisa menjumpai para guru yang lainnya"
Geong mendekat dengan Nanmjoon dan membisikan sesuatu padanya.
"siap siap akan terpukau dengan Kak Yura "
"Anak anak murid sekalian kalian bisa masuk ke kelas tunggu sampai gurunya datang,dan yang Study dance masuk ke kelas saja karena Nona tidak bisa mengajar sekarang Mengerti!"
SIAP BUK!!! Jawab ratusan murid dengan serentak.
"aku masuk kelas dulu ya Bye kakak muacch"
Namjoon hanya mendengus kesal melihat kelakuan adiknya.
***********************
"OMO! dia kah Namjoon yang 4 tahun lalu dia semakin tampan"ucap salah satu guru.
"Khasammida Nyonya"ucap Namjoon membungkukkan badan
"bagaimana kabar kedua orang tuamu nak"
"mereka baik baik saja dan mereka juga sedang berada di Hongkong"
"Oh ya dimana anakku dari tadi pagi aku tidak melihatnya"ucap kepala sekolah sambil melihat kanan kiri.
"tadi aku melihatnya,sepertinya dia mau ke perpustakaan nyonya"
"benarkah,sebentar aku akan memanggilnya"
"eh nyonya lebih baik biar Namjoon saja,apakah perpustakaannya masih sama dengan 4 tahun yang lalu"
"jalanya masih sama tapi tempatnya berubah ketika anakku yang memegangnya,bahkan dia sanggup merubah ratusan murid laki laki yang Berandal,Anugerah tuhan dia di kirimkan"
NAMJOON segera keluar dan berjalan menuju Perpustakaan..
Langkah kakinya terdengar ketija melewati beberapa lorong kelas
SEMOGA ITU KAMU YURA batinya sambil mencepatkan langkahnya....
***********************
Hingga dia telah sampai di depan pintu perpustakaan,dia melangkahkan kakinya untuk masuk.
Tetapi dia tidak melihat ada seseorang pun disitu,hanya ada satu buah laptop,tas dan beberapa buku bahasa Jerman.
Namjoon juga melihat rak buku yang dipenuhi oleh buku bewarna warni hingga sampai Asbes.
"apa ada orang"teriak dari sudut ruangan.
Namjoon bergegas berjalan menemukan suara teesebut.
Hingga matanya tertuju pada satu orang wanita dengan rambut hitam panjang tergerai dan memakai Blazer putih dengan duduk membelakanginya.
"apakah itu Yura, dari gayanya bukan tapi dari aroma tubuhnya dan parfumnya iya,wangi Red Rose"batin Namjoon sambil mendekat.
Kini jarak Namjoon hanya berselisihan 10 cm.dari wanita itu
Namjoon terlambat wanita itudukuanlah yang membalikan tubuhnya dan hampir jatuh karena bertabrakan di dada bidang milik Namjoon
BRUGH!
"Mian aku tidak melihatmu ada yang bisa saya bantu"Ucap Yura menunduk dan langsung melihat seseorang tersebut...
Deg Deg!!
Jantung Yura berdegup kencang ketika dipertemukan kembali oleh perusak masa lalunya.
"Namjoon,k..au kenapa bisa ada disini,ini pasti Mimpi"ucap Yura sambil menepuk nepuk pipinya.
__ADS_1
"Hey Mimpi apa ini benar benar aku,aku sudah pernah bilang bukan jika kau tidak mau kembali maka aku yang akan membawamu kembali"ucap Namjoon sambil menaikan satu alisnya.
"jangan bilang kau kakaknya Geong?"
"iya aku memang kakaknya Geong,apa kau tidak merindukanku"menangkup pipi Yura.
Yura menepis tangan Namjoon dari pipinya dan dia juga bergegas pergi mengambil tas dan laptopnya di meja.
"Yura! kau mau kemana" berjalan mengikuti Yura.
Yura mempercepat langkahnya dan dia sampai ke kelas yang akan di ajarinya.
"selamat pagi semuanya"sambil mengunci pintu kelas tersebut.
"Pagi Nona"
"hari ini kita tidak belajar,kalian terserah mau berbuat apa asal jangan keluar kelas"
"Nona Lee apa kamu sakit kenapa mukamu pucat"
"tidak aku tidak sakit"
Yura berjalan menuju Meja Guru dan meletakan semua barang barangnya,dia kembali berjalan ke arah jendela dan mengintip sesuatu.
Ternyata dia mengintip Namjoon yang sedang duduk di Kursi depan kelas yang di ajarinya.
seketika semua Murid juga mengintip bahkan sampai ada yang berteriak...
WOAHHH! ITU DIA!
Yura terkejut dan menengangkan mereka semua..
"ssstthh tenang semuanya,jangan berteriak"
Namjoon yang ingin melihat ke dalam kelas tersebut malah tidak bisa karena ditutupi oleh Gorden.
Dan ada dua orang murid laki laki melewati Namjoon.
"eh tunggu apa kalian dari kelas ini"
"Ya tuan"
"baguslah tolong buka pintunya"
mereka berdua berjalan dan mengetok pintu tersebut
Yura berjalan dan membuka pintunya
"Kalian dari mana"
"dari toilet Nona"
"apa ada lagi yang di luar"
Dengan bodohnya Yura berjalan dan menjumpainya
"kalau temanmu sudah masuk harusnya kamu juga ma...."
"suk,baiklah aku akan masuk"ucap Namjoon berjalan melewati Yura yang sedang berdiri di pintu.
Namjoon duduk di kursi Guru sambil mengangkat satu kakinya.
"semuanya perkenalkan ini Tuan Kim Namjoon aku tidak banyak tahu tentang dia yang pasti dia tamu terhormat"ucap Yura memelas
*********************
sekarang sudah bel pulang sekolah semua murid dan sebagian guru juga sudah pulang
kecuali Yura..
"Yura apa kamu masih dikirim begitu oleh murid laki laki"
"iya bu kepala,hampir setiap hari tapi mohon jangan memarahi mereka"
"aku sungguh berterima kasih mungkin kalau tidak ada kamu kami semua kewalahan mengurusi murid nakal"
Yura hanya tersenyum,dia memasukan semua surat surat dari murid laki lakinya ke papper bag,hampir setiap hari Yura selalu ada kiriman dari muridnya kadang surat,coklat,bunga dan boneka...
"aku pulang duluan bu"
"hati hati di jalan nak"
"Arasseo!"
Yura berjalan menuju parkiran,dui melihat seseorang yang sedang menunggunya siapa lagi kalau bukan Namjoon...
"kenapa dia harus di situ"batin Yura sambil menarik nafasnya dalam dalam.
"Yura aku antar kamu pulang oke"
"tidak Namjoon,aku membawa mobil sendiri kamu pulanglah ajak Geong"
"Geong dia sedang pergi kerja kelompok dengan temannya,aku juga tidak tahu daerah ini"
Yura tidak mengubris perkataan Namjoon dia masuk ke dalan mobilnya dan melajukannya.
"susah banget bujuk orang seperti dia,kalau bukan karena kakakmu disini aku tidak akan pernah datang kesini,dendammku masih berlanjut walau bukan untukmu Yura tapi aku akan membalaskannya ke kakakmu"ucap Namjoon sambil tersenyum miring.
*******************
Pukul 21:00 Seoul
kini Manda dan Jimin harus mengurusi dua perusahaan tetapi karena mereka telah profesional tidak ada yang di takutkan.
Malam ini Jimin berada dirumah Manda mereka sedang mengerjakan beberapa proposal perusahaan.
"oh ya jim,Namjoon juga akan bekerja sama dengan perusahaan si Eliza itu kan"ucap Manda kesal.
__ADS_1
"iya Manda,memangnya kenapa"
"aku tuh kesal aja sama Eliza bisa bisanya dia ngerepotin Yura untuk menjaga anaknya"
Jimin terkekeh melihat tingkah Manda
"dia kan hanya membantu mengurangi beban Eliza,Eliza itu kan wanita karir jadi wajar aaja kalau dia butuh bantuan"
"mungkin kalau aku akan menikah aku akan berhenti menjadi manager,bahkan kalau aku sudah punya anak aku hanya dirumah memperhatikannya dan suamiku"
Jimin hanya tersenyum melihat Manda,dia tidak menyangka wanita yang di cintainya peka dengan apa yang dilakukannya ketika habis menikah dan punya anak.
"oh ya Jimin kapan kamu punya pasangan,apa kau tidak bosan sendiri hidup,kalau ada Namjoon pasti ada kamu tapi karena Namjoon pergi jadi kau hanya mengurung diri diperusahaan"
"aku tidak bosan kalau ada mu Manda"
Jimin mau nembak Manda guys:)
"maksudnya?"
"aku mencintaimu Manda,aku ingin kamu menjadi istriku"
Seketika pipi Manda memerah
"aku tidak pantas untuk dicintai olehmu Jimin"
"kenapa tidak pantas"
"aku wanita yang cerewet dan posesif"
"jika kau posesif dan cerewet untuk kebaikan aku mau menerimanya"
Manda mulai meneteskan Air matanya,dan dia mengganguk dengan permintaan Jimin
"aku mau menjadi pasangan hidupmu Jimin"
Jimin memeluk Manda dan mencium keningnya Manda.
"tapi kalau menikah.."
"tenang saja sayang kita pasti menunggu mereka semua kembali orang tuamu,Namjoon,Yura bahkan Kio sekalipun"
*********
BACK TO ANYANG.....
Kini Namjoon berada di Rumah Geong,sebenarnya Geong tidak menerima kehadiran kakaknya..
"kakak segera cari Rumah atau Apartemen,aku tidak mau di ganggu olehmu"
"jika tidak ada aku siapa yang akan membayar uang rumah mu ini"
"Kak Manda dan Jimin mereka sudah membeli rumah ini"
"terus kau makan dari mana"
"dari kak Yura dia selalu membawa makanan untukku biasanya jam segini dia sudah datang tapi kenapa belum ya?"
Tok..Tok...
Geong berjalan menuju pintu dan membukannya.
"eh Kak EL kok tumben kakak yang menghantar makanannya Kak Yura dimana"melihat kanan kiri
"e..h.. Yura di Apart dia sedang mengerjakan sesuatu,Yura menitipkan makanan ini untukmu.katanya kakakmu datang jadi dia masak banyak"
"KAKAK!"Geong memanggil Namjoon.
"bisa tidak pakai berteriak segala"datang Namjoon yang tiba tiba mengetuk kepala Geong.
"sakit tahu,oh ya kenalin ini Kak Eliza dia teman baiknya Kak Yura"
"kami sudah kenal kok"ucap Namjoon
"benarkah,kak El?"
"iya kami sudah kenal,dari 8 bulan yang lalu karena pekerjaan,kalau begitu aku pulang dulu ya"
Eliza berjalan pulang tangannya menggosok gosok keningnya karena bingung campur takut.
"bakalan terhadi perang ini"batin Eliza
__ADS_1