
"kenapa dia mau melakukan hak ceroboh seperti itu"
manda yang hanya menggelengkan kepalanya sambil menunduk.
"aku akan kembali ke ruangan namjoon,kau disini saja aku tidak mau namjoon melukaimu"
*mengangguk*"tapi aku mohon padamu jimin jangan beri tahu namjoon tentang apa hubungan yura dengan anak itu dan hans ku mohon"
"baiklah tidak akan"
jimin yang keluar dari ruangan manda langsung menuju ruangan namjoon.
tok..tok..tok...
"siapa!!"
"ini aku jimin"
namjoon yang membuka pintu ruangannya untuk jimin dan jimin yang hanya melihat yura mengerjakan sesuatu tugas dengan mata sembab.
"duduklah jimin ada beberapa hal yang ingin ku beri tahu kepadamu"
"hmm baiklah"*menarik kursi di depan namjoon*
"jimin,aku sudah memutuskan aku akan memberhentikanmu menjadi seketarisku"
"aku mengerti,karena kau sudah mendapatkan seketaris baru"
"tidak bukan itu,aku memberhentikanmu dan akan memperkerjakanmu di kantor cabang untuk menjadi ceo di sana"
"kau serius!"
"apa aku pernah bercanda,tapi satu hal bawalah manda bersamamu aku tidak ingin karyawan karyawanku mendapatkan belaan dari dia"
"apa yang kau maksud itu,aku mengerti namjoon.tapi kau tahukan manda itu sangat keras kepala dia bisa saja membela yura mati matian,tapi kalau itu maumu aku akan membujuknya"
"aku akan menyerahkan manda denganmu"
"tapi namjoon aku dan manda akan membuat kesepakatan denganmu apa kau mau?"
"katakan"
"selama aku dan manda bekerja di kantor cabang kau tidak akan menyakiti yura bahkan tidak akan membuatnya menangis"
"cih..kenapa kau tiba tiba membela dia?"
"aku tidak membela dia,mungkin saatnya kau harus tahu aku mencintai manda aku tidak ingin sifat keras kepalanya terus terusan keluar,hanya karena kau menyakiti yura aku juga tidak mengerti apa hubungan yura dan manda,bisa?"
"oke,aku setuju dengan kesepakatanmu"
jimin berdiri dari duduknya dan mengajak yura ke ruang kesehatan untuk mengobati luka di kepalanya.
__ADS_1
"aku pinjam yura sebentar"*menggandeng tangan yura*
"kau mau membawaku kemana"
"aku mau membawamu ke ruang kesehatan"
di ruang kesehatan yura di berikan kepada dokter disana dan jimin dia memanggil manda untuk datang ke ruangan kesehatan.
manda yang berlari lari menaiki lift dan sampai ke ruangan tersebut,terhenti ketika melihat orang yang dia sayangi terluka dengan mata sembab.
"apa yang terjadi,dia melukaimu yura"
*diam*
"manda jangan di ajak ngomong dulu yuranya"
"aku bisa ngomong kok kalian gak perlu khawatir"
"ada yang ingin ku beri tahukan kepadamu manda"
"apa jimin?"
"kita akan pindah ke kantor cabang namjoon memintaku untuk menjadi ceo dan kau menjadi direktur disana."
"tidak!! aku tidak mau,aku takut kalau harus meninggalkan yura disini aku takut namjoon akan melakukan hal yang aneh aneh kepadanya"
yura terus memegangi tangan manda
"jika resign siapa yang akan mencarikan untukmu,apa kau akan mengharapkan eliza mengirimimu uang.untuk keperluan kio bahkan kurang"
"tenang saja manda aku dan namjoon sudah membuat kesepakatan,kita akan pindah ke kantor kalau yura tidak disakiti olehnya lagi"
"dan bodohnya kau hanya mempercayai perkataan orang seperti dia"
"manda dengarkanlah perkataan jimin,menurutlah untuk satu hal ini demi aku"
"oke oke,aku mau pindah ke kantor cabang"
pukul 17:30 kst
hari yang semakin gelap di tambah awan mendung,yura yang telah kembali ke ruangan namjoon melanjutkan pekerjaanya.
sedangkan namjoon,dia hanya sibuk dengan ponselnya sesekali dia menelphone seorang wanita entah siapa,yura hanya tidak perduli.
tap....lembaran kertas yang di kerjakan oleh yura telah selesai ia meletakan di atas meja namjoon.
"aku sudah boleh pulang?"
"belum"
"tapi pak ini sudah di luar jam kerja,aku juga harus mengurusi yang di rumah"
__ADS_1
"aku bilang belum ya belum!"
namjoon..sayang.......
seorang wanita masuk begitu saja keruangan namjoon,tanpa mengetuk atau memberi salam dia berdiri di belakang namjoon dan mengalungkan tangannya ke leher namjoon.
yura yang berdiri di deoan mereka,kembali duduk di sofa.
"namjoon sayang aku merindukanmu"
"aku juga,kenapa kau datang tiba tiba,kenapa tidak menelphoneku dulu"
"tidak ada,owh iya siapa gadis kecil itu"
"dia seketaris pribadiku yang baru"
"cih..kenapa kau memperkerjakan anak dibawah umur seperti dia"
"kenapa apa kau takut aku akan menggodanya hmm"
"tidak"*menghampiri yura*"heh kamu gadis kecil tolong dong ambilkan aku air aku haus nih"
"ambil saja sendiri"
"what!! kamu berani ya berbicara begitu dengan aku"*hendak menampar yura*
brak....... suara dobrakan pintu yang mengagetkan orang di ruangan tersebut,siapa lagi kalau bukan manda yang melakukanya.
"ya!eunha berani kamu menyentuhnya akan ku habisi kamu sekarang juga,kenapa kau datang kesini hah.aku sudah memperingatimu jangan menginjakan kaki di kantor ini"
"apa hakmu melarangku untuk datang ke kantor ini,aku hanya ingin bertemu calon suamiku"
"dan kau namjoon ini sudah jam pulang mengapa kau tidak menyuruh yura untuk pulang"
"terserah dia dong"
"aku tidak berbicara denganmu bodoh"
eunha yang dari tadi membalas perkataan manda mendadak diam dan bungkam.
"dan ingat namjoon,jimin sudah memberi tahuku tentang perpindahan itu.kalau kau membawa gadis ini lagi ke kantor*menunjuk eunha*aku tidak akan diam dan satu lagi kalau selama di aku di kantor cabang sedangkan kau disini menyiksa yura,aku akan membawanya ke kantor cabang"
menarik tangan yura untuk keluar dari kantor dan mengajaknya pulang.
__ADS_1